
Saat Hana, Jung Kook, Kiki dan Tae Tae baru saja menghabiskan bubur sarapan pagi traktiran Tae Tae ....
"Ki .... Samchon, Ki." Jung Kook mengajari Kiki kata "samchon" untuk menyebut Tae Tae.
"Sam ...."
"Sam ...." Kiki mengikuti Jung Kook.
"Chon ...."
"Chon ...." Kiki meniru Jung Kook.
"Sam ...."
"Sam ...." Kiki lupa kata berikutnya.
"Sam ...."
"Samgyeopsal." Kiki hanya mengingat nama makanan.
"Samgyeopsal." Kiki menyebut Tae Tae.
Ki .... Kenapa yang diingat nama makanan?
Tae Tae hanya tersenyum. Ia ingin mendengar kata "appa" atau "aboji" dari Kiki bukan untuk Jung Kook tapi untuk dirinya.
Tapi Tae Tae tahu Jung Kook tidak menyukai Kiki memanggilnya aboji. Tentu saja karena Kiki anak Jung Kook bukan anak Tae Tae.
"Jadi, menu makan siangnya samgyeopsal?" Tae Tae menanyakan pendapat Hana dan Jung Kook.
"Oppa yang traktir?" Hana sudah tersenyum lebar. Mau tidak mau Tae Tae mengiyakan. Ia lemah di hadapan Hana.
"Iya ... Aku yang traktir," ucap Tae Tae menyerah.
"Nanti siang jam 11, kita berangkat sama-sama," ujar Tae Tae.
Bukannya aku itu penyelamat Jung Kook?
Seharusnya aku, kan yang mereka traktir.
...🌼🌼🌼...
Tae Tae sudah kembali ke penginapannya sambil membawa Kiki.
Di rumah terapung hanya ada Hana dan Jung Kook.
Kemarin, kan nggak jadi begadang karena Noona tidur duluan.
Sekarang?
Hana meletakkan kepalanya di paha Jung Kook. Ia menaruh pembersih telinga di tangan Jung Kook.
Tangan Jung Kook mulai bergerak membersihkan telinga Hana.
Noona ....
Kalau di drama-drama romantis itu biasanya yang laki-laki yang merebahkan dirinya di paha sang wanita.
Ini malah sebaliknya.
"Noona ... Telinga yang satunya."
Hana menghadap ke sisi kanannya. Matanya tertuju ke tubuh Jung Kook.
"Kookie ... Kau sudah mandi?"
"Belum ... Aku tadi baru cuci muka. Itu juga karena Kiki."
"Kau mau mandi bareng?"
"Bareng Noona?" Jung Kook harus bertanya dengan jelas. Karena biasanya ucapan Hana itu ambigu. Membuat bingung Jung Kook yang sudah berharap lebih.
"Bareng Kiki. Kiki tadi juga belum mandi"
Iya, kan. Aku sudah berharap Noona mau mandi bareng denganku. Malah Kiki yang Noona suruh mandi bareng aku.
"Noona .... Telingaku juga." Jung Kook mengestafet pembersih telinga ke Hana. Hana mulai membersihkan telinga Jung Kook dalam posisi duduk.
Diam salah.
Banyak omong juga salah.
"Mumpung Kiki masih bersama Tae oppa."'
Iya ... Noona.
Katakan ... Katakan yang mau aku dengar.
Hana mulai menyentuh baju Jung Kook.
Iya ... Noona terus.
Buka aja.
Hana mulai mendekat ke wajah Jung Kook
Iya ... Noona terus.
Cium aku.
"Kookie .... Kau harus mandi."
"Kemarin kau belum mandi setelah hampir tenggelam."
"Bau air sungai." Hana menutup hidungnya.
"Mandiin," ucap Jung Kook dengan manja.
"Kau sudah besar. Bisa mandi sendiri."
"Aku nggak akan mandi kalau Noona nggak mandiin aku."
Kookie ...
Kalau lawanmu tahu kau manja seperti ini.
Kalau fans beratmu tahu ...
"Buka bajumu."
"Noona yang bukain."
Kookie ...
Anak kita itu baru satu.
Kenapa jadi seperti ada dua?
"Kalau kau nggak mandi, aku tinggal. Aku dan Kiki bakal makan samgyeopsal bareng Tae oppa."
Jung Kook membuka bajunya. Ia tiba-tiba menangkap tubuh Hana. Jung Kook berada di atas tubuh Hana sekarang.
"Noona ... Kiki lagi di luar."
"Kita .... "
Kookie ...
Kau ... Akan ...
"Mandi. Mandi dulu."
"Habis mandi, boleh 'itu'?"
"'Itu'?"
"Noona ... Kau pasti tahu maksudku, kan?"
"'Itu' apa?" Hana pura-pura tidak mengerti.
Kookie ....
Tentu saja aku tahu maksudmu.