
Di rumah duka tidak ada tanda-tanda kehadiran keluarga Seon Mi ataupun keluarga ayah Seon Ho. Hana mencoba bertanya ke teman-teman Seon Mi tapi juga sia-sia. Sepertinya Seon Mi tidak pernah bercerita apa-apa tentang kehidupan pribadinya.
Dua hari kemudian jasad Seon Mi dikremasi. Saat ini Hana sedang memegang guci berisi abu Seon Mi. Untuk sementara ia menyimpannya. Seon Ho juga tinggal bersamanya.
Di rumah Seon Ho menangis sambil melihat foto ibunya. "Eomma, eomma ..."
Hana dan Jung Kook terenyuh melihat Seon Ho. Bagaimana tidak. Kepergian Seon Mi begitu mendadak. Mengejutkan semua orang.
Kiki duduk di sebelah Seon Ho. Ia masih belum mengerti tentang kematian. Kiki bahkan masih mengira Seon Mi itu tidak mati tapi tidur. Sedangkan Seon Ho tahu apa itu kematian. Kematian itu artinya kita tak akan pernah bertemu lagi orang tersebut di dunia ini.
"Ki, Seon Ho, waktunya makan." Hana mengajak Kiki dan Seon Ho makan. Tapi Seon Ho tidak berselera. Hana juga bingung bagaimana membujuk Seon Ho untuk makan.
"Kriuk ... Kriuk ..." Perut Kiki berbunyi. Tadi Kiki juga tidak mau makan melihat Seon Ho yang tidak makan.
"Kiki lapar?" Seon Ho bertanya. Kiki menganggukkan kepalanya. Seon Ho lalu menggandeng tangan Kiki dan menuju ke meja makan. Seon Ho memandangi nasi dan lauk di piringnya. Kiki juga ikut-ikutan memandangi piring. Perut Kiki berbunyi lagi. Seon Ho berusaha menyendokkan makanan ke mulutnya. Ia tahu Kiki akan menirunya. Mereka akhirnya mau makan.
Hana mengajak Seon Ho ke goshiwon untuk mengambil barang-barang Seon Ho sekaligus memberitahu pemilik goshiwon kalau mereka tidak memperpanjang sewa kamar. Barang-barang Seon Mi dan Seon Ho tidak banyak. Sekali jalan, semua barang terangkut.
Hana juga berusaha mendapatkan informasi tentang keluarga Seon Mi di goshiwon tapi sia-sia. Sepertinya hanya Hana yang pernah berkunjung selama ini. Untuk sementara ini barang-barang Seon Mi dan Seon Ho akan ia simpan di rumahnya.
Untuk sementara waktu Kiki dan Seon Ho tidak ke daycare. Seon Ho masih dalam suasana duka cita.
"Kami akan membawa Seon Ho."
"Seon Ho akan tinggal di mana?"
"Kami tidak bisa memberitahu Anda. Tapi yang pasti ia akan tinggal di panti asuhan."
"Apa kami diijinkan berkunjung?"
"Boleh. Tapi harus ada ijin terlebih dahulu."
Hana mengepak pakaian Seon Ho. Ia mulai menitikkan air matanya. Satu sisi ia ingin Seon Ho tinggal bersamanya tapi sisi lain ada beberapa hal yang menjadi pertimbangannya. Terutama faktor uang. Seandainya Jung Kook masih mendapatkan penghasilannya, ia dengan yakin akan mengadopsi Seon Ho. Tapi saat ini ada Kiki dan kemungkinan ada Mint yang butuh banyak biaya.
"Ayo Seon Ho."
Seon Ho memakai tas ranselnya. Tapi hati Hana terasa berat melepas Seon Ho. Saat mereka berpamitan di depan pintu.
"Imo, Samchon, Ki, bye bye." Seon Ho mengucapkan salam perpisahan sambil tersenyum. Ia sebenarnya juga ingin tinggal bersama Kiki tapi kata-kata itu tertahan di tenggorokannya. Kiki melambaikan tangannya. Ia mengira ia akan berpisah sementara dengan Seon Ho. Sama seperti saat Seon Mi menjemput Seon Ho.
Hana meringkuk di dada Jung Kook. Air matanya menetes. Ia tak ingin melepaskan Seon Ho. Saat pintu hendak ditutup, Hana berlari menuju Seon Ho dan berkata, "Seon Ho mau jadi anak Imo?"