
"Ki ... Eomma mau ajak Kiki jalan" Hana memasangkan mantel ke Kiki. Kiki hanya menurut saja. Ia memang paling senang bila diajak jalan.
Hana menggandeng tangan mungil Kiki.
Hana dan Kiki pergi ke pasar dekat rumah. Hana dan Kiki berjalan melewati kios-kios. Ia membeli apel untuk dirinya juga pisang untuk Jung Kook dan Kiki serta sayur dan daging untuk makan malam.
Ada satu toko yang menarik perhatian Hana. Toko itu menjual poster jumbo Jin, aktor dan penyanyi favorit Hana. Ia sempat bingung.
Beli ...
Tidak ...
Beli aja ...
Harganya, kan murah ~ pikir Hana.
Semua gambar bagus. Jin terlihat tampan di semua poster. Hana bingung memilih poster Jin yang ingin dibelinya.
"Ki ... Eomma pilih yang mana?" tanya Hana ke Kiki.
Kiki menunjuk poster yang dipilihnya.
"Yang ini?" tanya Hana lagi. Ia ingin membeli semuanya. Tapi ia harus berpikir lagi. Uang yang ia punya adalah hasil kerja keras Jung Kook. Satu peser yang ia belanjakan harus ia pikirkan masak-masak.
Hana akhirnya membeli poster super besar Jin yang ditunjuk Kiki.
"Eomma ... Es ..." Kiki menunjuk penjual es krim.
"Kiki mau es krim?" tanya Hana.
Kiki menganggukkan kepalanya.
"Es krim satu" kata Hana ke penjual es krim. Ia hanya membeli satu es krim untuk mereka berdua. Ia takut Kiki batuk bila terlalu banyak makan es krim. Mereka memakan habis es krim.
"Eomma ..." kedua tangan Kiki terangkat. Pertanda ia minta digendong. Kiki sepertinya sudah capek berjalan. Hana menggendong Kiki. Untung barang belanjaannya hanya satu tas. Jadi tangan satunya masih bisa menggendong Kiki.
Ki ... Eomma pingin Kiki cepat besar. Eomma sudah capek gendong Kiki. Tiap bulan Kiki berat badannya nambah.
Di rumah ...
Hana menyimpan barang belanjaan di kulkas. Setelah selesai, Ia memasang poster Jin super besar di kamar tidurnya.
Aku ingin ketemu Jin oppa lagi ...
Hana masih mengingat hangatnya pelukan Jin saat fan meeting juga suara nyanyian Jin yang merdu serta double flying kiss dari Jin.
Jung Kook datang. Saat ia masuk ke kamar, ia belum menyadari ada poster Jin. Tapi saat malam hari ...
"Noona ... Kau mau Jin hyung melihat kita melakukannya?"
"Copot sekarang juga" tegas Jung Kook. Ia risih bila melihat poster Jin di kamar tidur mereka. Terutama saat ia melakukannya dengan Hana, pasti terasa seperti Jin melihat mereka.
"Ini cuma poster aja" Hana membela dirinya.
"Kalau gitu apa aku boleh memasang poster IU Noona di sini?"
"Nggak boleh" tolak Hana.
"Kenapa nggak boleh?"
"Ini kamarku juga"
"Jangan-jangan saat Noona melakukannya denganku, Noona membayangkan Jin hyung?" tebak Jung Kook.
Hana terdiam.
"Noona ... Itu bisa disebut perselingkuhan" Jung Kook protes.
"Aku nggak pernah membayangkan Jin oppa saat melakukannya denganmu" Hana menjawab.
"Buat apa aku membayangkan Jin oppa kalau ada kau di depanku, Kookie"
"Kookie ... Jangan-jangan kau yang membayangkan IU eonni saat melakukannya denganku?" Hana balik menuduh Jung Kook.
"Aku nggak pernah membayangkan siapapun" Jung Kook langsung menjawab.
"Okay ... Aku cabut poster Jin oppa" Hana mengalah. Kalau dulu sebelum menikah ia punya kamar sendiri, jadi ia bebas menempel poster Jin banyak-banyak. Tapi sekarang kamar tidur adalah milik mereka berdua, jadi Jung Kook berhak protes.