Oh My Baby

Oh My Baby
acting


Hana dan Jung Kook sedang mengajak Kiki jalan-jalan ke mall. Window shopping dan belanja bulanan di Hypermarket.


Mereka mampir ke restoran siap saji untuk mengisi perut.


"Noona mau pesan apa?" tanya Jung Kook.


"Chicken burger, kentang goreng dan es krim" jawab Hana. Lidahnya sudah merindukan daging burger.


Jung Kook memesan makanan di kasir. Saat antre, ia bisa melihat Hana didekati oleh seorang pria. Jung Kook cemburu lagi.


Siapa lagi ini yang mendekati Noona?


Jung Kook datang membawa makanan.


"Tadi siapa, Noona?" tanya Jung Kook penasaran.


"Tadi itu pencari bakat"


"Ia dari Big Hit Entertainment, agensinya Jin oppa" kata Hana senang.


"Ia menawariku untuk jadi aktris di sana"


"Ini kartu namanya" Hana memperlihatkan kartu nama pencari bakat tadi.


"Noona mau ikut audisi?"


"Tapi kita harus mengecek lagi"


"Bisa-bisa orang tadi berbohong" kata Jung Kook bisa.


"Aku boleh ikut audisi?" tanya Hana. Ia memang ingin mencoba hal-hal baru. Terlalu sering di rumah dan hanya melakukan rutinitas itu membuat Hana bosan.


"Nanti aku temani Noona" Jung Kook tau orang yang ikut audisi itu pasti banyak. Kemungkinan kecil Hana bisa menjadi artis itu sangat kecil.


...๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ...


Hana mengikuti audisi. Pencari bakat itu memang benar-benar dari Big Hit Entertainment.


Hana lolos.


"Kookie ... Aku lolos" Hana berteriak kegirangan. Jung Kook menunjukkan muka bahagianya tapi tidak hatinya. Bukan ini yang ia perkirakan akan terjadi. Ia menyangka Hana bakal gagal audisi. Terus ia menghibur Hana. Dan Hana jadi makin mencintainya.


Sainganku bakal tambah banyak lagi ~ Jung Kook mulai cemburu.


...๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ...


Singkat cerita Hana mendapat job. Ia menjadi model video klip untuk lagu terbaru Jin. Durasi musik videonya cukup panjang karena dibuat menjadi semi film.


Hana membaca scenarionya. Ada adegan ciuman dengan Jin.


Jangan sampai Jung Kook tau ~ Hana menutupinya dari Jung Kook.


"Noona ... Katanya mau latihan adegan denganku" Jung Kook sudah berjanji akan membantu Hana reading naskah.


"Aku ... Aku sudah latihan tadi" Hana sedikit gugup. Ia tak mau Jung Kook mengetahui adegan ciumannya dengan Jin.


Nanti saja kalau MV nya keluar, barulah Hana akan menjelaskan. Kalau sekarang Jung Kook tau ia bakal meminta Hana menolak job tersebut.


Hana hanya berpikir kapan lagi ia bisa dapat job seperti ini. Menjadi kekasih Jin, beradegan mesra, berpelukan, berciuman, dibayar pula.


Itulah untungnya menjadi aktris. Melakukan adegan sepanas apapun, mencium aktor siapapun tidak akan dianggap perselingkuhan karena hanya akting.


...๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ...


Hari H syuting. Hana menitipkan Kiki ke ibunya. Ia diantar oleh manajernya ke lokasi syuting.


"Hana ... Kau sangat beruntung"


"Job pertamamu langsung menjadi aktris utama"


"Di MV Jin pula"


"Biasanya pendatang baru hanya menjadi figuran"


"Banyak yang bilang kau berbakat"


"Lakukan yang terbaik"


"MV ini bisa jadi batu loncatanmu" kata manajer Hana panjang lebar.


"Terima kasih, oppa"


"Aku akan memberi yang terbaik"


Lokasi syuting MV ...


Hana mulai dirias.


"Selamat pagi, Kim Seok Jin sunbaenim" Hana menyapa Jin sambil membungkuk 90 derajat.


"Hana ... Kau jangan memanggilku sunbaenim"


"Panggil aku oppa" kata Jin.


"Oppa tau namaku?" Hana terkejut. Ia belum memperkenalkan dirinya.


"Tentu saja. Bukankah kau pernah datang ke fan meetingku bersama suami dan anakmu?" Jin masih mengingat Hana.


"Oppa mengingatnya?" Hana tidak percaya.


"Tentu saja. Tidak lazim ada anak batita datang ke fan meeting bersama ayahnya"


Mereka mulai rehearsal.


MV ini menggambarkan kesedihan sepasang kekasih yang hubungannya sedang berada di ujung tanduk. Ketidak percayaan mereka terhadap pasangan masing-masing menjadi penyebab keretakan hubungan mereka.


"Hana ... Coba kau menangis"


"Perasaanmu harus seperti kekasih yang sudah tersakiti"


Hana langsung bisa menangis.


Aku sudah terlalu banyak mengeluarkan air mata selama ini. Mengeluarkan air mata lagi itu cukup mudah bagiku.


"Nice" kata sutradara.


Kemudian mereka mulai syuting.


"Ready ... Action ..." ucap sutradara. Slate pun dipukul.


...๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ...


...Adapted to you with everything,...


...I wanted to live my life for you...


...But as I keep doing that...


...I just can't bear the storm inside my heart...


...The real myself inside the smiling mask,...


...I reveal it entirely...


...๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ...


Jin mengeluarkan emosinya. Hana juga ikut emosi. Mereka menjadi sepasang kekasih yang dulu mencintai tapi sekarang mereka sering bertengkar.


Karakter yang diperankan Hana menangis.


"Ok ... Cut ..."


Mereka melihat hasil syuting.


"Kita ulangi lagi"


"Hana ... Arahkan pandanganmu agak ke kanan" arah sutradara.


"Baik" jawab Hana.


Mereka memulai syuting lagi.


"Take 2"


"Ready ... Action ..."


Hana yang melihat wajah usil Jin tersenyum.


"Cut ... Cut ..."


"Oppa ... Jangan menggangguku" protes Hana ke Jin. Hana tidak marah ke Jin hanya saja ia memarahi dirinya sendiri yang kurang fokus.


"Kita mulai lagi"


"Take 3"


"Ready ... Action ..."


Hana mulai fokus lagi. Ia menangis. Ia tau hubungannya dengan Jin akan berakhir. Ia mengenang saat-saat indah mereka. Saat-saat penuh kasih.


"Ok ... Cut"


Sutradara dan Jin cukup puas dengan hasil syuting.


Mereka beralih ke adegan berikutnya.


Adegan hujan. Air hujan sangat dingin.


Di sini mereka beradegan perpisahan. Mereka berpelukan dan berciuman untuk yang terakhir kalinya.


...๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ...


...Iโ€™m the one I should love in this world...


...Shining me, precious soul of mine...


...I finally realizedย so I love me...


...Not so perfect but so beautiful...


...Iโ€™m the one I should love...


...๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ...


Ini adegan yang paling ditunggu Hana. Tapi juga adegan yang ia paling tidak ingin Jung Kook tau. Adegan berpelukan dan berciuman dengan Jin.


"Ready ... Action ..."


Jin mulai mencium Hana.


Akhirnya aku bisa mencium bibir Jin oppa yang sesungguhnya. Tidak seperti dulu, aku hanya bisa mencium posternya.


Hana ... Siap-siap diprotes penggemar Jin.


"Cut ..."


Sutradara tidak cukup puas. Adegan pun diulang.


Hana mulai menggigil. Ia ingin cepat-cepat menyelesaikan adegan hujan ini.


Mencari uang itu sangat susah. Aku beruntung punya Jung Kook yang mencari nafkah untukku.


"Ready ... Action ..."


Tangan Jin menyentuh rahang Hana. Bibir Jin mulai menyentuh bibir Hana. Mereka saling berciuman.


...๐Ÿ˜ด๐Ÿ˜ด๐Ÿ˜ด๐Ÿ˜ด๐Ÿ˜ด๐Ÿ˜ด๐Ÿ˜ด๐Ÿ˜ด๐Ÿ˜ด๐Ÿ˜ด...


Eh ...


Kenapa ciuman ini rasanya sangat gatal?


Setahuku wajah Jin oppa itu mulus. Tidak ada rambut kecil seperti Jung Kook.


Eh ...


Kenapa air hujan ini rasanya asin. Seperti air liur Kiki saat mencium bibirku saat aku masih berbaring di ranjang.


Hana membuka matanya. Betul Kiki sedang menciumnya. Air liurnya menetes.


"Noona ... Kenapa bibirmu tadi turun naik?"


"Kau bermimpi berciuman denganku, kan?"


"Aku nggak rela bibirmu dicium pria lain walau itu hanya dalam mimpi" kata Jung Kook.


"Aku menciummu dalam mimpi" Hana terpaksa berbohong. Jung Kook tak boleh mengetahui kalau ia mencium Jin di dalam mimpinya.


Kookie ... Maaf ...


Aku harus berbohong supaya kau tidak tambah cemburu dengan Jin oppa dan marah padaku.