Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku

Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku
Viral karena FYP



...Demi istri dan calon anakku. Walau harus bertaruh dengan image yang ada dalam diriku, aku pasti akan melakukannya karena mereka jauh lebih berarti daripada apapun. ...


...~Reno Akmal alfayyadh...


...🌴🌴🌴...


Terlalu banyak begadang di malam hari karena membajak rawa-rawanya. Akhirnya terlihat seorang pria yang mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia benar-benar baru kali ini, selama hidupnya telat datang ke tempat kerja. 


Biasanya pria itu adalah karyawan yang rajin. 11 12 sama dengan bosnya. Namun, kali ini, kegiatan yang ia habiskan bersama istrinya sejak semalam. Hadiah karena ia mau berjoget mengikuti tren tiktok. Akhirnya dia diberikan servisan yang terbaik. 


Wajahnya jauh terlihat begitu segar meski dia terburu-buru. Pria itu segera turun dari mobilnya setelah berhasil memarkirkan kendaraan yang digunakan dengan rapi. 


Namun, saat dia baru saja memasuki gedung dimana ia bekerja. Banyak pasang mata yang menatapnya dengan tatapan penuh minat. Banyak bisikan-bisikan yang entah apa yang sedang mereka bahas hingga membuatnya merasa risih.


Saat dia berhasil masuk ke dalam lift khusus bosnya itu. Pria itu mengelus dada. Dirinya merasa bahagia telah lolos dari banyaknya orang-orang yang menatapnya dengan intens. 


Jujur Reno paling tak suka di tatap orang seperti itu! Dia sangat membencinya! 


Saat suami Adeeva itu baru saja menginjakkan kakinya di lantai tempat ia bekerja. Dirinya dikejutkan sebuah tepuk tangan yang sangat keras. Pria itu langsung menoleh dan menatap sahabat sekaligus bosnya sedang duduk di sofa dekat kursi kerjanya. 


"Ngapain Lo, Bar! Jan bilang lo tepuk tangan cuma mau pamer? " Dengus Reno yang sudah biasa akan ocehan pemikiran sahabat omesnya ini. 


Reno sampai merasa telinganya panas setiap kali sahabatnya mengajarkan hal-hal gila. Bukan hal gila lagi sih, resep gila agar dia menjadi betah bersama istrinya. Namun, tanpa resep itupun dia selalu menempel pada Adeeva. 


Bodohnya, Reno menuruti dan mengikuti apa yang diajarkan calon ayah dari empat orang anak itu. 


"Wah king of tiktok dateng nih!" kata Bara dengan menatap sahabatnya itu. 


Tubuh Reno menegang. Pikirannya menjadi berputar ke kejadian semalam. Dia lekas menatap sahabatnya itu yang sedang tersenyum jahil kepadanya. 


"Gue baru tau, cowok dingin mau joget tiktok. Pasti karena gak mau disuruh tidur luar, 'kan? " 


"Maksud Lo, apa'an? " tanya Reno dengan pemikiran yang sudah tak enak lagi. 


Dia benar-benar takut jika apa yang ada dalam pikirannya kali ini menjadi kebenaran. Dia takut ramainya perusahaannya tadi karena ulah istrinya itu. 


Bara semakin tertawa kencang. Sepertinya pria itu menemukan hal lucu yang membuatnya bahagia. Tak mau berbasa-basi, Bara memberikan ponsel yang menjadi ulah dari rasa bahagianya sejak tadi. 


Reno segera merebutnya dan mengeceknya sendiri. 


"Astaga!" Mata Reno terbelalak.


Dia menatap tak percaya video yang dibuat oleh istri dan dirinya diupload akun sang istri. Lebih parahnya lagi, bisa masuk tren dan fyp. 


"Lo cocok jadi kang nari, Ren. Ajarin gue dong, Neng Reno!" Goda Bara mengedipkan matanya manja. 


Reno bergidik ngeri. Dia melempar koran yang ada di atas meja ke arah kepala sahabat sekaligus bosnya. Bara benar-benar gila super gila ini mah. 


Namun, paling memalukan adalah wajahnya. Reno menjadi sadar kenapa ia menjadi bahan tontonan sejak tadi. Rasa wibawa dalam dirinya seakan telah jatuh karena permintaan bumil satu itu. 


Permintaan yang sangat sulit tapi tak bisa ia tolak. Benar-benar super pemaksaan dan dia hanya bisa pasrah. Pasrah atau ia akan tidur di luar. 


Aaaggghhhh pilihan yang sulit memang! 


Dan Reno tak bisa memilih kecuali menerimanya.


"Kalau lo kesini cuma mau ngetawain gue. Sana pergi!" usir Reno menatap sahabatnya dengan kesal. 


"Gila. Masuk Lo, Bodoh!"


Sebelum pintu itu benar-benar tertutup rapat. Reno bisa mendengar tawa bahagia sahabatnya itu. Dia mendengus kesal tak menyangka jika semua itu bisa terjadi dan diketahui oleh seluruh karyawan di tempat kerjanya. 


Citra dirinya yang kejam dan dingin akhirnya tercoreng karena ulah keinginan anaknya. Namun, mau bagaimana lagi. Disesali atau apapun juga tak bisa mengembalikan keadaan. Apalagi jika menyangkut kebahagiaan anaknya. Dia sudah tak peduli apapun. 


Yang terpenting anak dan istrinya bahagia. Itu sudah lebih dari cukup! 


...🌴🌴🌴...


Di tempat lain. Terlihat tiga orang wanita tertawa kencang seakan pembahasan yang sedang mereka bahas merupakan hal terlucu dalam benak ketiganya. 


Dua wanita yang lain geleng-geleng kepala mendengar cerita sahabatnya. Cerita paling prik dengan bukti nyata yang membuat mereka yang mendengar tertawa begitu lebar. 


"Gila! Suami takut istri ini mah!" kata bumil dengan perut yang lebih menonjol. 


"Bukan takut lagi. Dia aku ancam demi anak. Udah langsung berangkat," ujar ya dengan tertawa mengingat aksi suaminya itu. 


"Gimana caranya merubah suami pendiam dan cuek gitu. Bisa jadi kek suamimu sekarang? Bucin akut yak?"


Dua wanita yang sudah menikah itu terkekeh. Mereka sama-sama memiliki suami yang dikenal kaku dan dingin. Namun, ketika bersama keduanya, sikap itu semua berubah menjadi manja. 


"Cinta dan rasa takut kehilangan yang merubah sikap seseorang, Li," kata bumil dengan perut yang lebih kecil dari wanita yang berperut buncit. 


"Bener kata Adeeva. Kadang pria itu peka dengan sendirinya. Apalagi keinginan bumil itu aneh-aneh," lanjut Almeera pada sahabatnya. 


Zelia mengangguk. Tak ada raut sedih lagi dalam dirinya. Seakan Zelia sudah pasrah akan takdir yang akan ia jalani ini. Dia menunggu kepastian Tuhan. Bagaimana Tuhan membawa hubungan mereka ini.


Apakah berakhir dengan berjodoh dan bahagia. Atau mereka akan saling berteman dengan jodoh yang lain. 


"Terus Reno tahu kalau itu video fyp?"


Kepala Adeeva menggeleng. "Aku aja baru tau bangun tidur tadi, kalau ni video viral!"


"Hahaha gak bisa bayangin gimana malunya Reno di perusahaan. Pasti karyawan langsung bikin hastag #PakRenoSudahMencair begitu kali yah!"


"Kamu kira suamiku es batu?" tanya Adeeva sambil terkekeh. 


"Kan emang Reno terkenal kek batu. Terus liat video ini berarti sudah mencair jadi air."


Tiga sahabat itu saling tertawa tiada henti. Melihat bagaimana kocaknya setiap pertemuan ketiganya dengan pembahasan yang lucu membuat mereka semakin merasa bahagia. 


Perbedaan status diantara ketiganya tak membuat mereka menjaga jarak. Apalagi dengan sengaja Almeera dan Adeeva selalu mengajak Zelia keluar atau mengunjungi rumahnya agar tak stress. 


Keduanya sangat tahu merawat orang sakit itu tak mudah. Belum dirinya harus menekan rasa takut yang selalu terbayang. Dia harus menekan rasa ingin main dan jalan-jalannya demi menjaga sosok mamanya. 


"Aku mau cobain ke Mas Bara kapan-kapan. Aku yakin dia juga gak bakal bisa nolak!"


~Bersambung


Bayangin kalau Mas Bar yang joget, hahaha. 


Jadi bahan lawakan satu keluarga ni mah. Kabor!


Jangan lupa klik like, komen dan vote yah. Biar author semangat ngetiknya.