Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku

Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku
Aqiqah Baby Ane



...Kadang ada perasaan takut dan kadang rasa iri datang bersamaan. Aku hanya berusaha menjalaninya sesuai dengan porsiku sendiri. Bila Tuhan berkehendak maka kita akan berjodoh dalam ikatan halal di hadapan Tuhan....


...~Azzelia Qaireen...


...🌴🌴🌴...


Di dalam sebuah rumah, terlihat seorang perempuan tengah memilih pakaian yang akan ia kenakan untuk datang ke rumah orang tua kekasihnya. Gadis itu sedang kebingungan harus mencocokkan pakaian apa yang digunakan untuk acara penting ini. 


Hari ini adalah hari Baby Orane akan di aqiqah sekaligus selapanan. Maka dari itu ia akan hadir sendirian karena sang kekasih sedang bekerja.


Namun, saat ini Zelia tak sendirian saat memilih baju. Terdengar suara seorang pria di dalam kamar tersebut.


"Bagaimana kalau ini, Sayang?" tanya Zelia sambil menunjukkan gamis pada kekasihnya yang ada di balik ponsel.


Zelia adalah salah satu perempuan terniat. Dia memakai penyangga tiga kaki itu untuk menjadi penumpang ponselnya. 


"Bagus," sahut pria yang sedang terlihat berbaring di atas ranjangnya.


"Kalau ini?" tanya Zelia menunjukkan pakaian yang lain.


"Itu bagus juga," sahutnya kesekian kalinya. 


"Ih. Kak Jim kenapa bilang bagus semua. Kek gak ikhlas banget sih milihinnya!" dengusnya kesal dengan bibir mengerucut.


Pria yang disebut namanya itu spontan gelagapan. Dia mendudukkan dirinya dan kepalanya menggeleng. 


"Kan aku hanya menilai, Sayang. Kamu tanya, ya aku jawab," ujarnya membela diri. "Kamu pakai apapun itu tetap bagus." 


Zelia masih diam. Dia merajuk pada Jimmy. Entah kenapa wanita selalu direpotkan dengan pakaian. Hal itulah yang menjadi tanda tanya besar di benak seorang pria. 


"Sayangku," bujuk Jimmy merayu. "Bukannya aku malas memilih, tapi…"


"Tapi apa?" seru Zelia mencibir.


"Baju yang kamu tunjukkan ke aku itu. Bagus semua dipake sama kamu," kata Jimmy menjelaskan. 


"Gak percaya. Kamu pasti bohong, 'kan? Biar cepet?" 


"Nggak, Sayang. Aku hanya takut kamu kelelahan dan entar lagi ketiduran kalau lama memilih," kata Jimmy dengan pelan.


Apa yang dikatakan kekasihnya memang benar. Dia menatap pakaiannya yang berserakan. Tubuhnya mulai lelah. Dia segera mengambil ponselnya itu dan segera membaringkan dirinya di atas ranjang. 


"Ya, 'kan? Capek toh?" 


Kepala Zelia mengangguk. Dia membenarkan ucapan kekasihnya. 


"Tidurlah sebentar, Sayang. Nanti aku bakalan bangunin kamu," kata Jimmy dari seberang telpon. 


Zelia mengikuti nasehat kekasihnya. Di mulai mencoba memejamkan matanya untuk saling berlomba menjelajahi alam mimpi. 


"Beneran yah. Aku takut kebablasan, Sayang," balas Zelia menjelaskan.


"Iya iya. Gak bakal. Sekarang sana tidur. Selamat mimpi indah, Princess tidur." 


...🌴🌴🌴...


Acara selapanan dengan aqiqah putri dari Jonathan dan Kayla belum dimulai. Namun, disana sudah banyak para orang dewasa sekaligus anak panti asuhan yang diundang oleh mereka. 


Zelia yang saat itu berangkat seorang dirinya segera turun dari mobilnya. Dia membenarkan gamis yang ia gunakan lalu segera melangkahkan kakinya. 


Ini adalah untuk pertama kalinya dia datang. Merawat mamanya di rumah ternyata membuatnya tak bisa kemana-mana dengan puasnya. Apalagi sosok papanya yang harus bekerja membuat Zelia lah yang turun tangan merawat mamanya seorang diri. 


"Assalamualaikum," salam Zelia saat dia masuk ke dalam rumah.


Perhatian beberapa orang yang ada di dalam spontan menoleh. Dua sosok yang sangat ia kenali segera menyambut Zelia dengan bahagia.


"Maaf yah. Baru bisa kesini," kata Zelia dengan tak enak hati. "Ini pun karena papa ada di rumah. Jadi aku bisa kabur sebentar."


"Gak papa, Li. Aku ngerti kok," balas Almeera dengan serius.


"Yang terpenting kamu sekarang ada disini. Itu sudah lebih dari cukup," ujar Adeeva dengan senang. 


Almeera akhirnya mulai membawa Zelia masuk. Dia mengajak sahabatnya untuk ke kamar tamu yang ada di lantai bawah karena memang keponakannya yang lucu ada disana. 


"Kak Kay. Ini Meera," ujarnya mengetuk pintu. 


"Masuk aja, Ra!" 


Saat Almeera, Adeeva dan Zelia masuk ke dalam kamar. Mereka langsung disambut tangisan dari Baby Ane. Disana juga terlihat Kayla dan Jonathan yang sedang menggendongnya mencoba membuat tangisannya mereda. Namun, tetap tak berhasil. 


"Kenapa, Kak?" tanya Almeera yang sama khawatirnya.


"Gak tau, Ra," balas Kayla dengan mencoba menenangkan bayinya. "Ini udah dari tadi nangisnya."


Almeera tentu langsung mencoba mengambil alih. Suara Baby Ane yang serak, hidung dan wajahnya memerah menandakan jika tangisan yang terjadi sudah sejak tadi. 


Almeera dengan lihai menggendongnya kesana kemari. Dia juga membuka pintu penghubung antara kamar dengan balkon dan membawa Baby Ane kesana. 


"Kenapa, Nak? Ada yang sakit?" tanya Almeera mengajak berbicara.


Selama hampir empat puluh hari. Baik Almeera dan Mama Tari ikut membantu Kayla merawat Baby Ane. Dia juga ikut menjaga, menggendong dan memandikan bayi gumus itu walau dirinya sedang hamil.


Almeera tak merasa keberatan. Malah dia bahagia bisa ikut membantu keponakannya yang lucu ini.


Dengan pelan juga. Istri Bara itu menyanyikan lagu sholawat di telinganya. Ajaib, bayi itu tak menangis lagi. Bahkan dia mencoba mengulurkan tangannya untuk meraih wajah Almeera dengan suara khas celotehan bayi.


"Seneng yah. Enak, 'kan suara Tante," ujar Almeera mengajak bercanda. 


Jangan lupakan jika Almeera sudah berpengalaman. Dia sudah memiliki dua anak yang pernah dilahirkan dan otw dua anak lagi yang sedang dikandung. 


Tentu saja istri Bara itu memiliki pengalaman yang jauh lebih banyak dari Kayla. Dia juga tak merasa marah jika Kayla kesusahan karena dulu pun. Ketika ia melahirkan Abra. Dirinya sama persis seperti istri kakaknya.


Masih butuh bantuan karena belum bisa sepenuhnya!


Setelah Baby Ane tenang. Bersamaan dengan itu acara hampir dimulai. Dengan pelan, Almeera membawa Baby Ane masuk dan menyerahkan pada orang tuanya.


"Kalau Baby Ane rewel. Kakak jangan panik. Bayi umur segini biasanya bisa ikut merasakan apa yang orang tuanya rasakan," kata Almeera dengan tersenyum. 


"Apa mungkin karena tadi aku khawatir?" 


"Bisa jadi, Kak. Tapi itu wajar. Aku dulu juga sama kayak, Kakak. Serba takut," balas Almeera apa adanya.


Zelia yang sejak tadi menatap sahabatnya lekas mendekat. Dia menyerahkan paper bag bawaannya pada Kayla.


"Selamat ya, Kak. Atas lahirnya Baby Ane. Maaf Lia baru bisa datang," katanya dengan tak enak hati.


"Gak papa, Adik Ipar. Kakak tau kamu harus ngerawat mama kamu sendirian." 


Akhirnya mereka segera keluar dari kamar. Sebentar lagi waktunya Baby Ane akan dipotong rambutnya oleh beberapa orang yang hadir. Saat mendengar suara sholawat berkumandang dan ayat-ayat Alquran. 


Bayi mungil itu begitu tenang. Bahkan dia hanya menggerakkan tangan dan kakinya dengan bahagia. Tanpa mereka sadari, ada sosok gadis yang merasa bahagia sekaligus iri di waktu yang bersamaan. 


Melihat teman-temannya hamil dia menjadi sadar bahwa hanya dia saja yang belum menikah. Namun, bagaimana keluarga sang kekasih menyambutnya, dia merasa bahagia karena dihargai dan sangat disayang dirinya disini. 


Semoga Allah memberikan kemudahan kekasihku menghalalkanku. Namun, jika kita tak berjodoh. Semoga Tuhan memberikan jalan yang terbaik, agar hubungan silaturahmi ini tak terputus, doa Zelia dalam hati dengan penuh harapan.


~Bersambung


Jadi Zelia ini enak gak enak. Aku pernah soalnya di posisi itu, hahaha. Pacaran lama deket sama keluarganya. Eh nikahnya sama siapa. Kek sungkan juga sama keluarga mereka pas tau kalau gak berjodoh, hahaha.


Jangan lupa klik like aja, komen dan vote. Biar author semangat ngetiknya.