Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku

Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku
Akhir Hubungan Bang Jim



...Kunci utama hubungan jarak jauh adalah kepercayaan dan komunikasi. Maka lakukan sebaik mungkin dan jaga kepercayaan pasangan kalian....


...~Jimmy Harrison...


...🌴🌴🌴...


Akhirnya perjalanan itu berakhir. Zelia dan Jimmy segera turun dari mobil. Baru saja kedua kaki sahabat Almeera itu menapak tanah. Keluarga kekasihnya sudah keluar datang menyambutnya.


Kedua orang tua Jimmy menatap tak percaya. Bahkan Mama Tari sampai melebarkan matanya untuk membenarkan gadis yang datang bersama putranya adalah sahabat putrinya sendiri.


"Assalamualaikum," ucap Zelia lalu mencium punggung tangan Mama Tari dan Papa Darren. 


"Waalaikumsalam," sahut semua orang dengan suka cita.


"Tante baru tau kalau ternyata kekasih Jimmy itu kamu, Sayang," ucap Mama Tari memeluk Zelia dengan hangat.


"Zelia juga gak nyangka, Tante. Kalau kekasih Zelia itu kakak sahabat sendiri." 


Semua orang terkekeh. Namun, saat Jimmy yang baru saja ikut bergabung dengan kekasih dan keluarganya. Seketika menjadi perhatian.


Semua mata tengah menatap wajah pria itu yang membuat Jimmy mengerutkan keningnya.


"Ada apa denganku? Kenapa semua menatapku seperti itu?" tanya Jimmy dengan bingung.


Terlihat Almeera dan Bara saling menahan senyum. Mereka geleng-geleng kepala yang membuat Zelia penasaran.


Akhirnya gadis itu menoleh. Matanya membulat penuh saat melihat sesuatu yang menempel di pipi Jimmy. Ingatannya kembali mengingat kejadian beberapa menit yang lalu.


Ternyata kecupannya membuat noda lipstik tercetak jelas di sana. Hal itu tentu membuat semburat kemerahan muncul di pipi Zelia.


Memalukan, gerutunya dalam hati.


"Ma. Ada apa?" tanya Jimmy yang penasaran.


"Lebih baik, berkacalah sendiri, Sayang," ujar Mama Tari dengan tersenyum. 


"Kalau kamu udah gak tahan. Segera nikahin anak orang, Jim. Jangan sampai kelewat batas," celetuk Papa Darren diiringi tawa semua orang. "Ayo kita masuk." 


Tentu ucapan papanya membuat Jimmy semakin tak mengerti. Bahkan ketika dirinya ditinggalkan oleh semua keluarga dan kekasihnya masuk ke dalam rumah. Membuat pria itu semakin bingung. 


Bara, ayah dari dua anak itu yang setia menunggu Jimmy akhirnya mendekat.


"Sejak kapan lipstik melayang sampai ke pipi, Kak," sindir Bara sambil tersenyum lebar. "Kalau mau hiya-hiya jangan di mobil. Modal dikit dong!" 


Mata Jimmy melebar. Dia segera merogoh ponsel yang ada di saku celananya lalu membuka layar kamera.


Dia segera menunjukkannya di hadapan wajah. Hingga matanya melebar saat melihat bekas kecupan kekasihnya menempel di pipi. 


"Kau!" seru Jimmy pada adik iparnya.


"Untung cuma di pipi. Kalau ketahuan di bibir. Udah dinikahin langsung, noh!" 


...🌴🌴🌴...


Suasana kekeluargaan tentu sangat amat terasa. Keluarga Jimmy tentu sangat menerima hubungan keduanya. Bahkan Jonathan, pria itu datang bersama istrinya yang tengah hamil hanya untuk menyambut kekasih adik bujangnya itu.


Tak henti-hentinya semua keluarga menggoda pasangan baru itu. Baik Bara, Almeera, Jonathan, Kayla dan pasangan suami istri Darren dan Tari mereka menyindir dan meledek aksi keduanya tentang noda lipstik. 


Candaan itu tentu membuat Zelia tak hentinya bersemu merah. Bahkan gadis itu hanya bisa menunduk saat suara cuitan terdengar menggodanya.


"Berhentilah menggoda calon menantuku!" seru Mama Tari membela Zelia. "Wajahnya sudah sangat memerah." 


"Ah, posisi kita bakalan digeser, Bar," kata Kayla mengerlingkan matanya pada Bara dan Almeera.


"Iya, Kak. Sepertinya menantu akan kalah dengan calon mantu," sahutnya meledek. 


"Nggak kok, Kak," bela Zelia takut-takut.


"Hihi gak usah tegang gitu, Zel. Kakak cuma bercanda," ujar Kayla sambil menatap pasangan di depannya. "Kalau ngeliat kalian, Kakak seperti melihat aku sama suamiku dulu."


"Sama-sama malu tapi mau," sindir Almeera yang membuat pasangan suami istri itu terkekeh. 


"Udah udah. Ayo makan. Kasihan calon mantuku kelaparan," ujar Papa Darren yang membuat Bara dan Jonathan bersiul.


Akhirnya mereka memulai acara makan malam dengan diselingin candaan ringan. Tak henti-hentinya senyuman lebar dan wajah bahagia terlihat jelas di wajah semua orang.


Mereka benar-benar bersyukur, Jimmy sudah menambatkan hatinya pada seorang wanita. Menaruh cintanya pada pasangan yang ada di sampingnya dan mereka berharap semoga hubungan keduanya bisa sampai ke jenjang pernikahan. 


Baik Jonathan maupun Almeera sama-sama menaruh harapannya pada Zelia. Mereka berdua berharap, gadis itu bisa membuat Jimmy mau berdiam diri di rumah. Berkumpul dengan keluarganya dan berhenti dari agen. 


Semua keluarga memang selalu mengkhawatirkan kondisi Jimmy. Meminta pria itu berhenti menjadi agen, selalu ditolaknya dengan berbagai alasan. 


"Makan yang banyak, Zel. Gak perlu malu, Mamaku khusus memasak semua ini untukmu," kata Almeera pada sahabatnya.


Zelia spontan menoleh. "Terima kasih, Tante. Masakan Tante benar-benar enak." 


"Ah untuk rasa memang tak perlu diragukan lagi, Nak. Istriku tersayang ini, memang pandai mengenyangkan perut," kata Darren mengelus kepala istrinya dengan sayang. 


"Ah, Papa. Inget umur! Malu sama cucu-cucu kita," ujar Mama Tari memukul pelan lengan suaminya saat Abraham dan Bia menatap mereka.


"Kakek romantis," celetuk Bia yang membuat semua menatap ke arahnya.


"Dapet darimana Bia kata-kata itu?" tanya Jonathan pada keponakannya. 


"Papa sama Mama." 


Mata Bara dan Almeera membulat penuh. Mereka menatap anak keduanya tak percaya. 


"Kapan?" ucap mereka serentak.


"Waktu Bia bobok bareng Mama. Bia denger Papa gombalin Mama terus Mama balas bilang kalau Papa romantis," ujar anak umur lima tahun itu dengan gamblang. 


Tentu penjelasan Bia membuat Bara menepuk jidatnya. Dia tak menyangka setiap malam bermanja dengan sang istri ternyata membuat anaknya mendengar semuanya.


Untung saja mereka tak nekat!


"Kalian!" seru Papa Darren geleng-geleng kepala. "Jangan sampai melakukan hal gila di dekat anak-anak." 


"Iya, Pa," sahut keduanya bersamaan. 


Setelah acara makan malam selesai. Mereka berlanjut mengobrol bersama di ruang tamu. Tak terlihat mana menantu, mertua, calon mantu ataupun anak. Mereka semua berbaur layaknya keluarga besar yang saling menyayangi. 


"Kapan Jimmy kembali ke markas?" tanya Papa Darren tiba-tiba yang membuat semua orang terdiam. 


Tatapan mereka langsung tertuju pada tersangka utama. Pria yang memiliki tubuh tegap dengan sejuta kepintaran dalam dirinya. 


"Lusa, Pa. Jimmy harus kembali dan tak bisa ditunda lagi," katanya dengan pelan.


"Apa Zelia tahu?" 


Gadis yang dipanggil namanya tentu mengangguk. Bagaimanapun mereka memang sudah membicarakan ini sebelumnya.


"Sudah, Om." 


Papa Darren hanya bisa menghela nafas berat. Dia memang paling sulit membaca pikiran anak keduanya. Seakan Jimmy benar-benar menutupi segala hal dalam dirinya dari keluarga.


"Lalu bagaimana hubungan kalian selanjutnya?" tanya Papa Darren serius. 


Jimmy spontan menoleh pada sang kekasih. Disana Zelia tengah menatapnya dengan tersenyum. Dia menggenggam tangan Jimmy untuk menyalurkan keyakinan keduanya.


"Ya hubungan kita tetap berlanjut, Pa. Jarak jauh untuk sementara," kata Jimmy dengan yakin. 


"Apa kamu tak mau meresmikan hubungan kalian dulu?" 


"Mau, Pa. Tapi berikan Jimmy waktu untuk menyelesaikan segala tugas Jimmy," kata pria itu dengan tegas. "Setelah itu, Jimmy akan resign dan akan menikah." 


Jika sudah begini Papa Darren tak bisa memaksa. Bagaimanapun yang menjalani hubungan adalah keduanya. Sebagai orang tua, dirinya hanya bisa mensupport anak-anaknya.


"Papa tak akan memaksa kalian berdua tapi perlu diingat satu hal! LDR itu gak mudah. Kalian harus saling percaya dan berkomunikasi. Jujur juga kunci utama dalam hubungan jarak jauh. Papa hanya bisa mendoakan kalian semoga berjodoh dan bisa bersatu di ikatan halal." 


~Bersambung


Nah mereka berakhir LDR yah. Ini mungkin bab akhir kisah mereka sebelum di novel baru. Jadi setelah ini bakalan full Almeera Bara dan Adeeva dan Reno.


Jangan lupa klik like, komen dan vote yah. Biar author semangat ngetiknya.