Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku

Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku
Ninja Berperang



...Jika kita sama-sama bisa menjaganya. Maka ketika saling menerobos masuk maka akan ada sebuah kebahagiaan di hati pasangan masing-masing....


...~Adeeva-Reno...


...🌴🌴🌴...


Adeeva menelan ludahnya paksa. Entah kenapa mendengar suara Reno yang mengatakan tentang kenikmatan terdengar begitu seksi sekali. Apalagi mata gadis itu terus terfokus pada bibir kissable suaminya yang membuat sesuatu dalam diri Adeeva berdesir.


Ya tuhan kenapa kepalaku mesum sekali sekarang, gumamnya dalam hati.


Terlalu fokus pada bibir Reno sampai Adeeva tak menyadari jika suaminya itu juga sedang menatap ke arah bibirnya. Reno juga sedang berperang batin. Melihat bagaimana seksinya bibir sang istri hingga membuat sesuatu dalam dirinya mulai memberontak.


Sialan! Gara-gara perkataan Bara dia menjadi tak bisa menahannya, umpat Reno dalam hati dengan tangan terkepal. 


Bibir itu semakin dilihat semakin terlihat menggoda. Ah, Reno sudah tak tahan. Ibu jarinya mulai merambat dan menyentuh bibir Adeeva bagian bawah hingga membuat gadis itu tersadar akan pikirannya.


Pandangannya mendongak. Bertemu pandang dengan mata Reno yang mulai berkabut. Hingga entah siapa yang memulai. Reno sedikit menundukkan kepalanya. Lalu dia segera menyerang bibir yang sejak tadi membuatnya gerah bukan main.


Ah, gerakan kaku keduanya tak dihiraukan.  Reno terus menyesap bibir atas dan bawah secara bergantian sesuai naluri kelakiannya. Begitupun dengan Adeeva. Dia hanya mengikuti keinginannya.


Dengan sekali pemikiran gadis itu. Ia membuka mulutnya yang membuat Reno langsung menjelajah rongga bibir Adeeva dengan lidahnya. 


Lidah tak bertulang keduanya saling berperang. Melilit, berkeliling lalu menyentuh hingga keduanya sudah lupa dengan keadaan sekitar.


Reno sudah berpindah. Pria itu tak lagi ada dibawah. Melainkan mereka sudah bertukar tempat dengan Reno ada di atas Adeeva.


Tangan pria itu juga mulai bergerak dengan leluasa. Menjelajah bak penari gemulai yang dengan lihai kesana kemari. Dia mengelus paha sang istri lalu merambat ke atas sampai ke bagian bukit kembar nan empuk. 


Ah, ternyata rasanya seperti ini!


Tak perlu diajari atau menggunakan ilmu siapapun. Hanya dengan naluri dengan sekali gerakan akhirnya kancing piyama Adeeva sudah terlepas. Terpampanglah bukit indah itu dihadapan lelaki pertama yang bisa menatap kecantikan tersembunyi dalam dirinya. 


Ciuman itu terlepas dan berganti Reno menyerukan wajahnya ke leher Adeeva. Gadis itu mencengkram rambut Reno dengan pelan. Bergerak bak cacing kepanasan saat lidah dan gigi Reno mulai menjelajah lehernya.


Bisa Adeeva rasakan suaminya menyesap lehernya. Mengigitnya dengan lembut hingga tanpa sadar membuatnya mengeluarkan suara laknat yang semakin membuat Reno beringas.


Senyum pria itu tercetak jelas tatkala melihat satu hasil karyanya di leher Adeeva. Tanda cinta yang begitu memerah seksi dan membuat pria itu merasa bangga.


Akhirnya wajah Reno semakin turun. Pria itu mensejajarkan kepalanya dengan dua bukit kembar yang berukuran lumayan besar dan sangat pas digenggaman tangan. 


Bisa Reno lihat mata istrinya mulai berkabut. Keduanya mulai sama-sama bergairah hingga membuat Reno tak akan mundur lagi. Pria itu segera berubah bak bayi kehausan yang dengan enaknya memasukkan ujung bukit kembar itu ke dalam mulutnya.


Dia menyesap bak nyamuk ganas yang kehausan darah. Meski tak ada apapun yang keluar. Namun, Reno mulai mengklaim ini adalah bagian dari diri Adeeva yang sangat nikmat.


Adeeva hanya mampu memejamkan matanya mendapatkan perlakuan ini. Badannya menggeliat saat kedua bukitnya bergantian dicecap dengan begitu pelan tapi sangat seksi.


"Sayang!" jerit Adeeva saat Reno mengusap bagian segitiga bermuda dari luar.


Adeeva sudah tak sadar jika celana miliknya ternyata sudah hilang entah kemana. Bahkan wanita itu dengan tak tahu malunya semakin membuka kedua kakinya lebih lebar tatkalah Reno berhasil meloloskan celana segitiga terakhir penutup rawa-rawa basah miliknya.


"Cantik," puji Reno tatkala istrinya sudah tak memakai apapun.


"Apakah boleh aku melanjutkannya?" tanya Reno dengan tangan mengusap area rawa-rawa itu dengan gerakan menggoda.


Jika caranya begini Adeeva tak bisa berpikir jernih. Dia hanya merasa gatal dan ingin sesuatu meledak dalam dirinya. Akhirnya tanpa suara, kepala gadis itu mengangguk seakan menyetujui apapun yang dilakukan oleh Reno dalam dirinya.


"Aku milikmu, Suamiku." 


Mendengar jawaban Adeeva. Kepala Reno langsung sejajar dengan rawa-rawa yang terlihat basah. Bukannya merasa jijik tapi Reno merasa tertantang.


Akhirnya dia mulai memasukkan salah satu jarinya yang ternyata membuat sesuatu hal baru yang baru ia rasakan ternyata mulai terlihat. Adeeva menjerit terkejut tapi bukannya kesakitan melainkan gadis itu semakin belingsatan.


Dengan semakin penasaran, Reno kembali memasukkan jari keduanya hingga dia bisa merasakan sesuatu dalam rawa sang istri berkedut.


Gila! Bener kata Bara. Aku tak bisa berhenti jika seperti ini, jerit hati Reno dengan semangat membara.


Tak mau semakin menunda. Reno memajukan wajahnya. Mengganti jari itu dengan lidah tak bertulang miliknya hingga membuat Adeeva memejamkan matanya. 


"Apa yang kamu lakukan, Sayang," pekik Adeeva dengan suara serak yang terdengar seksi. 


Reno tak menjawab. Dia seakan menemukan kegiatan baru yang membuatnya candu. Memakan bak sedang memakan es krim dan permen. Memainkan lidahnya seperti penari mengorek semua isi rawa-rawa dengan lidahnya yang masih kaku.


Memang belum lihai. Namun, mampu membuat Adeeva menjerit hingga membuat Reno semakin penasaran dan berantusias. 


"Sayang, aku!" Mata Adeeva juling ke atas.


Dia merasakan sesuatu meledak dalam dirinya untuk pertama kali. Hal itu entah kenapa membuatnya merasa lega sekaligus kurang dalam bersamaan.


Sedangkan Reno, melihat sesuatu cairan basah yang keluar dari rawa-rawa semakin penasaran. Dia menyesapnya sampai habis hingga membuatnya semakin kecanduan.


Namun, ini tak boleh seperti ini terus. Ninja miliknya sudah ingin berperang kuat dengn rawa-rawa sang istri. Hal itu tentu harus dikabulkannya.


Hingga akhirnya Adeeva melihat suaminya mulai membuka kaos yang digunakan dan melemparkannya ke lantai. Lalu diikuti celana yang dipakai oleh Reno telah lolos yang membuat gadis itu menahan napas.


Disana, ninja milik Reno sudah berdiri tegak. Bersiap bertempur untuk menyemburkan calon anak-anak sukses di masa depan.


"Jika sakit, katakan padaku, Sayang. Aku akan berhenti. Oke?" pinta Reno saat tubuh mereka mulai sama.


Kepala Adeeva mengangguk. Tangan mereka menyatu dan diletakkan di samping kanan kepala Adeeva. Sedangkan tangan kanan Reno. Mulai semakin membuka kaki Adeeva.


Reno sedikit mengangkatnya hingga akhirnya pisisi ninja dan sang rawa sejajar. Dengan pelan, pria itu menggeseknya secara perlahan hingga membuat Adeeva tak sabar bukan main.


"Sayang. Aku sudah tak tahan ingin pipis lagi."


~Bersambung


Wlekk dah seribu kata aja. hahaha.


Gak mau tanggung jawab. Cari suami dan istrinya masing-masing. bye.


Jangan lupa like dulu sebelum komentar. Awas aja kabur ntar aku kabur juga haha.