Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku

Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku
Pengantin Baru VS Pangantin Lama



...Terimakasih sudah menjadikanku wanita yang seutuhnya, istri yang seutuhnya dan belahan jiwa halalmu pertama dan terakhir kalinya. Aku mencintaimu suamiku. ...


...~Adeeva Khumairah...


...🌴🌴🌴...


Tatapan keduanya saling menatap penuh cinta. Baik Adeeva dan Reno sudah tak bisa mundur lagi. Mereka sama-sama menginginkan kenikmatan ini. Hingga perlahan gesekan itu dihentikan oleh Reno.


Pria itu mulai menyelipkan ninjanya dan dia merasa kesusahan. Bukan karena basahnya tetapi rawa-rawa ini ukurannya sangat sempit sekali. 


Genggaman tangan Adeeva yang semakin kuat membuat Reno menghentikan gerakannya. Dia bisa melihat istrinya kesakitan hingga membuatnya tak tega.


"Kenapa, Sayang?" tanya Adeeva yang tak merasakan pergerakan suaminya. 


"Apa sakit?" tanya Reno menatap mata Adeeva dengan lekat. 


"Bukankah kamu sendiri yang mengatakan bahwa sakit tapi setelahnya nikmat?" tanya Adeeva menirukan perkataan Reno.


"Jangan dipaksakan kalau kamu tak kuat, Sayang." 


"Sayang!" pinta Adeeva melingkarkan kedua tangannya di leher sang suami.


Tatapan mereka saling beradu pandangan. Adeeva menatapnya penuh cinta dan hangat lalu mencium dahi Reno dengan lembut. 


"Mau sekarang atau besok rasanya tetap sama. Tetap sakit," kata Adeeva dengan apa adanya. 


Dia tak bisa menolak. Gadis itu bisa merasakan milik suaminya sangat besar dan siap perang. Lalu apakah tega sekali dia menunda hanya karena takut.


Bukankah mau sampai kapanpun mereka menunda. Ya awalnya pasti sakit. 


"Katakan kalau gak kuat yah!" pinta Reno dengan yakin.


"Pasti, Sayang." 


Akhirnya Reno membiarkan tangan sang istri mengalung ke lehernya. Dia memegang kaki sang istri agar ninjanya semakin leluasa menjelajahi rawa-rawa. 


Hingga sedikit demi sedikit ninja itu mulai menerobos masuk. Sampai di titik seperti ada tembok diantara keduanya membuat Reno sedikit menekannya hingga, GOLL! 


Ninja itu berhasil menyelinap sempurna. Tertelan habis yang membuat Adeeva memekik kesakitan sekaligus nikmat. 


Untuk Reno, ini seperti melayang di langit ketujuh. Miliknya mendapatkan kedutan kuat yang membuat ninjanya ingin sekali segera berperang. 


Pria itu tak bisa menahannya lagi. Dia melepaskan ikatan tangan istrinya di leher lalu membuatnya berada di atas kepala Adeeva.


"Jangan diangkat kedua tanganmu, Sayang. Kalau kamu mengangkatnya. Aku akan menghukummu. Oke?" 


Adeeva mengangguk. Perlahan kedua kaki Adeeva diangkat oleh Reno. Bagian punggung bawah, diganjal oleh bantal kecil hingga posisi milik Adeeva semakin mampu menelan miliknya.


Dengan pelan, Reno mulai memainkan ninjanya. Berperang dengan pelan lalu cepat secara teratur yang membuat Adeeva sangat amat menjerit dengan laknat.


Hal baru yang mereka rasakan membuat kedua otak mereka melayang ke langit ketujuh. Mata mereka terpejam merasakan sensasi baru yang baru kali ini mereka coba.


Bahkan Reno semakin bergerak dengan cepat tatkala dia merasakan milik istrinya mencengkram miliknya semakin kuat. 


"Sayang, aku…" Akhirnya Adeeva meledak kedua kalinya.


Nafas perempuan itu terengah-engah dengan dada naik turun. Dia sudah lemas seperti habis berlari maraton. Namun, tidak dengan Reno.


Pria itu masih kuat dan sanggup hingga membuatnya ingin mencoba hal baru lagi. Dibaliknya tubuh kekasihnya itu hingga telungkup. Lalu diangkatnya bagian bawah hingga membuatnya semakin seksi.


Reno langsung menyelipkan lagi ninjanya dan dia memegang dua bongkahan sekal milik istrinya. Pria itu bahkan mencengkramnya dengan kuat sampai meninggalkan bekas saat gerakan keduanya semakin cepat. 


Hingga Reno mulai merasakan sesuatu ingin melesak keluar. Pria itu bahkan dengan pelan menampar padatnya bongkahan bawah milik Adeeva hingga wanita itu sedikit memajukan tubuhnya karena terkejut. 


Bersamaan dengan itu. Baik ninja dan rawa-rawa akhirnya meledak bersama. Keduanya terhempas di atas ranjang dengan Reno ada di atas Adeeva dengan milik mereka masih dalam penyatuan.


Nafas keduanya terengah-engah. Tapi baik Reno maupun Adeeva merasakan puas yang luar biasa.


Akhirnya Reno menyingkirkan tubuhnya. Dia membaringkan dirinya di samping Adeeva lalu membuat istrinya bisa memeluknya.


"Apa kamu lelah, Sayang?" tanya Reno sambil mengusap punggung Adeeva yang polos.


"Iya," sahut perempuan itu lemah.


Ah, Adeeva menyadari dia sudah tak menjadi gadis lagi. Melainkan dia sudah menjadi wanita dan istri yang satu-satunya.


"Terima kasih, Sayang. Terima kasih sudah menjaga rawa-rawa milikku," bisik Reno penuh rasa bangga.


Adeeva memukul dada Reno. Dia sedikit mengangkat kepalanya untuk menghadap wajah suaminya.


"Ninja milikmu juga sangat nikmat. Terima kasih sudah menjadikanku perempuan sepenuhnya," ucap Adeeva dengan pipi bersemu merah.


"Apa kamu puas dengan ninjaku?" tanya Reno dengan serius. 


Dia tak mau hanya salah satu dari mereka saja yang menikmati. Reno ingin baik dirinya atau sang istri sama-sama merasa puas. Hingga mereka akan terus melakukan ini agar hubungan ranjang keduanya tetap hangat dan harmonis.


"Sangat puas, Sayang," bisik Adeeva dengan manja. "Apalagi punyamu sangat besar!" 


Lanjutnya dengan tangan Adeeva yang menyentuh ninja milik Reno. Pria itu menahan napas. Apalagi saat tangan Adeeva bukan hanya mengelusnya melainkan memijat naik dan turun hingga membuat pria itu menggeram.


"Sayang. Kamu…" jeda Reno yang sudah kembali berkabut.


"Aku kurang, Sayang," bisik Adeeva yang membuat Reno membelalakkan matanya.


Tapi bukannya menolak karena lelah melainkan Reno segera mengangkat tubuh istrinya ke atas tubuhnya. Dia menatap Adeeva dengan tersenyum omes.


"Jelajahi milikku, Sayang. Kamu yang menjadi nahkodanya," ucap Reno terdengar seksi. "Menarilah di atasku sampai kamu puas!"


...🌴🌴🌴...


Bukan hanya di kamar Reno dan Adeeva yang sedang panas. Melainkan di kamar pengantin lama berasa bak baru tentu saja saling tak mau kalah. 


Pasangan suami istri yang sudah dianugerahi dua orang anak saling menumbuk. Saling bergerak tak mau kalah dengan tak kalah liarnya.


Bara bisa meyakini bahwa istrinya malam ini sangat luar biasa. Berbeda sekali dengan Almeera biasanya.


"Sayang kenapa tanganku diikat!" seru Bara saat tangannya diikat memakai dasi di ujung ranjang.


"Diamlah!" 


Mata Bara ditutup oleh kain hitam hingga membuat pria itu tak bisa melakukan apapun. Sampai saat dia merasakan sesuatu basah pada naga miliknya. Membuat pria itu tahu apa ini.


"Meera!" jeritnya tatkala istrinya mulai bermain. 


Almeera meresapi permainannya sendiri. Bahkan perempuan itu tak mengindahkan permintaan sang suami yang sudah menjerit tak tahan. 


Hingga saat milik Bara hendak meledak. Almeera melepaskannya dari bibirnya dan dia menggantinya dengan lembah basah tak bertulang. 


Hal itu tentu membuat Bara menjerit puas. Mereka kembali bergerak dengan Almeera yang memimpin pertandingan. Keatas dan ke bawah. Berputar bak dancer profesional sampai keduanya merasakan sesuatu akan terlepas dalam dirinya. 


Kedua tangan Almeera berada di atas dada Bara. Tubuh keduanya menegang sempurna hingga akhirnya.


"Mas Bara!"


"Meera!" 


Suara jeritan mereka menjadi tanda bahwa mereka sama-sama meledak hebat dan menjadi tanda berakhirnya kegiatan mereka malam ini.


"Kamu sangat luar biasa, Sayang. Terima kasih." 


~Bersambung


Lalala Syalala aku nari aja bak dancer. Yuhuu, baca ini sambil nonton filmnya Massimo atau gak Cristian Grey, hahaha.


Kaburrr. Takut diamuk masa.


Udah ya cukup lah dua bab. Gak bakal ada lagi soalnya.


Jangan lupa klik like, komen dan vote. Kalau gak like aku ngambek haha.