
Shakira sedang menyuapi Riana makan siang, ia begitu profesional dalam menjalankan perannya, walau jijik menyelubungi seluruh tubuhnya, tak jarang ia meremang dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Sebenarnya kalau ia bekerja bukan dibawah perintah Tuan Muda Jason, ia pasti sudah menyerah walaupun disuguhkan gaji yang fantastis, karena pada saat ia menanyakan pekerjaan ini, awalnya ia tidak menyangka kalau target yang akan dihadapinya begitu menyedihkan seperti Riana.
Borok di kaki yang sudah berlubang dengan bau yang menyengat, kanker kulit yang menyerang di hampir seluruh badan lengkap dengan nanah yang seolah betah bersemayam disekujur tubuhnya. belum lagi lumpuh yang menyebabkan Riana tidak bisa beranjak barang sedikitpun, membuat Shakira harus bekerja lebih ekstra walaupun ia sungguh terpaksa.
Sekali lagi, ia harus berandai-andai wajah pujaan hati yang akan tersenyum padanya, itulah semata-mata yang bisa ia lakukan untuk menyemangati dirinya yang hampir tiap hari mengeluh ini.
Ingin berhenti, ia sudah setengah jalan, kekejaman Tuan Muda Jason yang tak pernah main-main membuat nyalinya menciut seketika, demi apapun ia tidak ingin berurusan karena sebuah kesalahan pekerjaan dengan pewaris keluarga Adrian itu.
Biarlah penyiksaan berkedok pedekate ini ia telan bulat, berharap misi ini akan segera selesai, atau tiba-tiba tuan muda memberinya mandat untuk menyuntik mati Riana saja, oh ia sungguh akan sangat berterima kasih.
"Borok dikakinya sudah semakin parah, bisakah ia segera melakukan amputasi, ini menyangkut organ lainnya"
"Kalau suaminya tidak bisa datang, tidak apa yang penting ia sudah menyetujuinya"
Dokter yang datang memeriksa keadaan Riana, menanyakan perihal amputasi pada Shakira.
"Maaf Dok, saya hanya pembatunya, nanti saya bicarakan terlebih dahulu dengan tuan Athar"
"Ya baiklah, secepatnya ya"
"Baik Dok"
Shakira lalu pergi ke toilet, bukannya menelpon Athar, ia malah menelpon Roy untuk menanyakan apa rencana selanjutnya pada sang gebetan.
"Dia harus segera di amputasi, apa lagi sekarang ?"
^^^"Biarkan saja begitu, sebentar lagi Ferdy akan pergi dan menyerahkan kepemimpinannya sementara pada Athar, Ibunya juga sedang sekarat disini, buat dia lebih banyak mengeluarkan uang lagi"^^^
"Baiklah, semoga Tuan Muda Jason senang telah menyiksaku habis disini"
^^^"Hahaha, kau yang meminta"^^^
"Itu juga karenamu, seharusnya kau mengetahui ini"
^^^"Ya ya, nanti setelah kau pulang kita bisa berkencan, bukankah itu adil"^^^
"Sebenarnya tidak, bisakah lebih dari itu, kau tau..."
^^^"Di Bali, berdua saja"^^^
"Sampaikan terima kasihku untuk tuan muda, aku sangat terkesan"
Tidak ada sahutan dari mulut wanita cantik yang sedang tersenyum puas di toilet itu, Di Bali, berdua saja dengan Roy, itu sudah cukup baginya.
Ia terus saja memegangi dadanya yang berdebar heboh sendiri, ia sedikit berteriak kegirangan, tanpa sadar ada panggilan yang masih terus berlangsung di ponselnya.
Di ruangan yang bertuliskan CEO ASA group, Athar sedang mendengar penjelasan singkat tentang apa tugas dan kewajibannya sebagai pengganti sementara atasannya itu.
Tugas yang paling berat adalah ada sebuah kontrak kerja yang mulai besok akan ia jalankan di tahap pertama, dan harus ia tanda tangani.
Sepertinya ia akan sibuk beberapa hari ini.
Kini jabatan CEO ASA group sudah berpindah kepadanya walaupun hanya sementara, namun ia mempunyai kuasa penuh untuk itu.
Ia duduk di kursi kebesarannya, nyaman sekali rasanya. Bolehkah ia sedikit menghayal, menduduki kursi ini selamanya dan bukan hanya sementara saja. Sejenak ia melupakan masalah sulit yang sedang menimpa hidupnya.
"Pak Athar, sebentar lagi kunjungan untuk melihat bahan material pembangunan proyeknya" ucap Silvi sang sekretaris.
"Baiklah, siapkan saja segalanya" ucap Athar, aura pemimpin lansung terpancar di wajahnya.
Athar emang berwibawa, sayang sekali harus menjadi musuh tuan muda.
Sebuah tepukan mendarat dibahu pria yang sejak tadi melihat kearah ruangannya.
"Lho Pak Ferdy masih disini, belum berangkat toh ?" ucap Asep kepala OB di kantornya.
"Ah iya Sep, saya habis terima telpon tadi" Ucap Ferdy beralasan.
"Oohh, ya sudah Pak, saya lanjut bekerja dulu"
Bersambung...
*
*
*
Like, koment. dan vote
Happy reading*** !!!