Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Ada apa dengan Riana ?


Seorang wanita nampak tengah ditangani petugas rumah sakit jiwa, ia akan dibawa ke klinik terdekat untuk segera diselamatkan nyawanya.


Saat ditemukan kondisinya sangat mengenaskan, mulutnya berbusa seperti orang keracunan, entahlah setelah dibawa ke klinik nanti maka semuanya akan terjawab mengapa ia bisa seperti itu.


Banyak media yang menayangkan kasus yang menyeret nama rumah sakit jiwa tersebut, dalam acara viral 24 jam yang biasanya dijumpai diberbagai stasiun televisi, diberitakan Rumah Sakit Jiwa tersebut dianggap lalai dalam mengawasi pasiennya.


Namun kendati demikian kasus ini masih diselidiki, percobaan bunuh diri adalah persepsi terbanyak tentang kasus tersebut. Pun depresi sebagai alasan yang paling masuk diakal.


"Pasien memang sering menyendiri dan susah untuk diajak berinteraksi. Pasien acap kali berhalusinasi seperti menyesal atas sebuah hal yang mungkin pernah ia lakukan dimasa lalu, pasien juga selalu meminta maaf, namun jika diajak bercerita dalam pertemuan ia selalu mengatakan kalau ia tidak gila, ia bahkan masih punya kekuatan untuk memaki perawat dan dokter yang menanganinya. Tapi kadang juga ia mengamuk, berbicara sendiri, sulit ditangani"


"Entahlah, belum bisa dipastikan, namun dari pihak kami sudah dikumpulkan dalam satu ruangan dan ditanyai satu persatu, dari dokter, para perawat, sampai tukang kebun atau petugas lainnya juga diintrogasi, jika memang ada kelalaian dari pihak kami, namun sayangnya tidak ada saksi kejadian"


"Untuk tamu, kami sudah menyelidiki juga siapa saja yang berkunjung hari ini maupun hari-hari kemarin, cctv sudah kami cek dan satpam yang bertugas sudah diintrogasi juga sebelumnya, sejauh ini tidak ada yang mencurigakan, karena apa yaaa, pasien tersebut memang jarang keluar dari kamar rehabnya, sehingga maaf... besar kemungkinan yaaa mengarah ke percobaan bunuh diri"


Penjelasan singkat yang dituturkan langsung oleh kepala Rumah Sakit Jiwa tersebut kepada media yang berbondong-bondong meliput berita yang tengah menimpa rumah sakitnya itu.


Athar masih dikantor saat ia tiba-tiba dihubungi pihak Rumah Sakit Jiwa, perihal apa yang menimpa istrinya. Dengan malas ia menuju klinik tempat Riana ditangani, bolehkah ia berharap Riana tidak lagi mengganggunya. Ia sudah menyerahkan istrinya pada pihak Rumah Sakit Jiwa, pun ia dan Riana hanya sebatas menikah sirih, baginya memutuskan suatu hubungan suami istri bukanlah hal sulit, rencananya ia akan mentalak Riana secepatnya, Riana sudah sakit separah itu, mana mungkin bisa mengurus rumah tangga dengan baik, memenuhi segala kebutuhannya, sudah tidak bisa menjadi istri seutuhnya, dengan pertimbangan semacam itu baginya bukan salahnya jika ia mencampakan Riana saat ini.


Athar mendesah pelan, ia tadinya sedang menikmati masa-masa jadi pemimpin di sebuah perusahaan, moodnya yang sedang bagus malah dirusak oleh pemberitaan yang menyangkut istrinya.


Jason tidak pulang kerumah malam tadi, Shirleen semakin gelisah, ia mencoba meredam pikiran buruknya, namun apa yang calon mertuanya katakan kemarin masih Terngiang jelas dipikirannya.


Lalu ia mulai menjalankan aktifitas paginya, dilihatnya Ipah sudah selesai berberes dan siap membangunkan Misca, sejujurnya ia sangat terbantu dengan kehadiran Ipah.


Ia melihat sekeliling apartemennya, begitu banyak kehadiran Jason yang terekam dalam ingatannya, Jason yang telah membalut lukanya, Jason yang menyembuhkan ia, Jason yang sekarang ternyata sangat ia cintai, namun nampaknya takdir ingin lebih mengujinya lagi.


Ia mencoba menghubungi kekasihnya itu, namun ponsel Jason masih belum aktif sama seperti terakhir kalinya ia menghubungi nomor itu semalam.


"Bos, gue rasa perusahaan asing yang fiktif ini punya maksud tersendiri mengambil ide dari perusahaan Bos" ucap Darwin, ia sedang berpikir keras membantu atasannya itu menyelesaikan masalahnya.


"Panggil Shakira kesini" ucap Jason dengan mata tetap menatap layar gadgetnya.


"Baik Bos"


Darwin segera menelpon Shakira, ia bahkan mengancam Shakira agar wanita itu bisa segera kesini secepatnya.


Tak lama Shakira pun sampai, nafasnya tampak tersengal, percayalah saat ini ia sedang mengumpulkan nyawanya, perjalanan kesini tanpa bertemu dengan macet di kota besar bernama Jakarta, itu tidak mungkin, dan Shakira memungkinkan itu terjadi. Ia lebih takut dengan Tuan Mudanya dari pada apapun.


"Ada apa Tuan Muda ?" tanya Shakira, suaranya parau, ia sedang menata nafasnya.


"Kau urus ini, retas segala yang berhubungan dengan perusahaan fiktif ini, cari tau siapa dalang utama penipuan ini, dan ini benar-benar rampok, pacarmu itu... Dia berhianat, kalau kau masih berhubungan dengannya kau pun berarti sama" Ucap Jason pada hacker andalannya itu.


"Baik Tuan Muda" Jawab Shakira, walau ia ingin sekali bertanya apa yang berhianat dimaksud tuan mudanya itu Roy, pemuda yang juga telah menyakiti hatinya, namun tidak ia lakukan, perintah tuan mudanya harus segera ia kerjakan, kalau tidak lupakan saja cinta bahkan lupakan dunia ini, bisa bisa ia sudah berada di alam lain bahkan sebelum ia menuntaskan bertanya.


Siapa yang berani bertingkah saat suasana sedang menegangkan seperti ini, kalau hanya punya satu nyawa maka sayangilah, nyawa kalian gak ada isi ulangnya walau begitu banyak orang yang telah menjual nyawa pada bosnya ini.


Ah sial berarti Roy memang bukanlah orang baik, berarti selama ini ia mempunyai perasaan pada orang yang salah batinnya.


Bersambung...


Like, koment, gift, dan vote.