
"Bagaimana nenek peot, kau senang menderita seperti ini ?" Jason bertanya kepada tawanannya yang saat ini sudah lemas kehabisan tenaga. Ia didudukkan disebuah kursi dengan tangan dan kaki terikat kencang. Ia sudah lelah berteriak, karena ia disekap dari sore hingga sekarang sudah dini hari.
"Aku bisa saja membunuhmu kalau kau menginginkannya" lanjut Jason.
"Dengar, jangan ganggu Shirleen lagi, kecuali kau menginginkan lebih dekat dengan ajalmu" Jason menyeringai.
"Lepaskan saya bocah, aku akan bilang pada anakku, kau menculikku dan mengancamku seperti ini" Teriak Ibunya Athar menggema diruangan bawah tanah itu.
"Heemmm, kau tau nek... Kau termasuk orang yang beruntung dari sekian banyak orang yang ingin mendengar suaraku, jadi mari kita bermain dan akan kubuat kau selalu mengingat hari ini" Kini Jason sudah mengambil pisau tumpul dari lemari peralatannya.
Ia kini dengan senang hati melukis abstrak diwajah Ibunya Athar, sungguh ia tidak peduli akan adanya kata kualat.
Terdengar suara jeritan wanita yanng tadi mempermalukannya dan Shirleen meminta ampun, namun Jason santai saja dan menulikan telinganya. Ia terus saja meneruskan aksinya.
"Kau suka nek ?" Jason bertanya namun dengan nada yang mengejek.
"Aku tidak akan mengganggu Shirleen lagi, le le lepaskan aku" Ibunya Athar memohon.
"Aku tidak bisa lagi mendengar maafmu, karena wanitaku sudah menderita saat ini akibat ulahmu, kau tau mulanya aku berterima kasih atas apa yang kau lakukan, kau sungguh sangat membantuku nenek tua" Kini Jason berucap sambil tangannya yang sudah beralih menggambar di tangan Ibunya Athar.
"Sshhh" Nampak Ibunya Athar begitu kesakitan.
"Kau membantuku dengan mengenalkan wanita lain untuk anakmu yang sudah beristri, sehingga begitu Shirleen mengetahuinya, sanggup tidak sanggup ia harus melepaskan anakmu itu, dan itu menjadikanku lebih banyak kesempatan untuk mendekati mantan menantumu" Jason kini sudah mengambil segelas air putih dari salah satu pengawalnya.
"Kau haus nek ? Minumlah aku sedang berbaik hati, asalkan kau berjanji tidak akan lagi mengganggu wanitaku kau bisa kulepaskan" Ibunya Athar mengangguk setuju, ia sudah begitu lelah dan haus.
Jason lalu mebantu meminumkan air putih itu kemulut ibunya Athar" seringai lolos dari bibirnya.
"Wah wah wah, kau membuatnya semudah ini, hahahaha" Jason tertawa menyeramkan.
"Kau sama sekali tidak curiga padaku, aku yang begitu jahat telah menculikmu ini mana mungkin begitu baik padamu memberikan air putih itu cuma-cuma" Jason terus saja tertawa, tawanya menggema diruangan itu membuat semakin menyeramkan saja.
"Bwhaahahaha, mungkin sejenisnya" Jason tersenyum sangat puas, ia telah memenangkan permainannya.
Kini Shirleen sedang gelisah dikamarnya, ia begitu sulit untuk tidur, ia selalu membayangkan betapa banyak orang yang mencacinya, orang yang mengumpatinya saat itu, ia bahkan tidak sanggup untuk sekedar membuka ponsel, ia kini sebenarnya mulai tertekan, sungguh ia tidak mau menjadi hina dengan apa yang tidak pernah ia lakukan.
Waktu sudah menunjukkan pukul 03:00 dini hari namun ia sudah berkali-kali mencoba tidur tetap saja matanya tidak bisa terpejam, pikirannya masih saja terpaut pada kejadian sore di supermarket.
Ia bahkan tidak berani untuk mengantar Misca sekolah besok, karena ia takut vidionya sore tadi sudah menyebar luas di jagat maya mengingat Jason adalah publik figur. kedekatannya dengan Jason pasti akan menjadi berita terhangat masa kini.
Ia memejamkan matanya, tetes air mata pun terjatuh. mengapa Ibunya Athar tega memfitnahnya padahal Ibunya Athar tahu yang terjadi sebenarnya. Kenyataannya bukan ia yang bermain api namun anaknya lah yang memulai segalanya.
Bersambung...
*
*
*
***Hai para readers, salam kenal dari aku Along Pee selaku author
Aku minta dukungan like, koment, dan votenya dong, biar makin semangat terus berkarya
Buat pembaca yang ingin menyatakan sarannya, boleh banget itu bisa jadi inspirasi aku juga untuk menjadi lebih baik, apa lagi sarannya yang membangun...
Untuk typo yang bertebaran, maafin yah... Kadang sebelum diserahkan udah dibaca ulang namun tetap saja typonya masih ada yang nyangkut lagi.
Semoga kalian suka dan terhibur dengan cerita ini...
See u gaesss, thankyou*** !!!