Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Minta dipanggil Mas.


"Nanti kalau sempat kamu ukur badan kamu ke Butiknya Weni, sekalian jalan kan searah tuh sama kantor kamu" ucap Shirleen saat mereka tengah berbincang santai di balkon kamar mereka.


"Iya" singkat Jason.


"Kok iya sih"


"Lah terus mau bilang apa ?"


"Ya panjangan dikit kan bisa, masa aku udah ngomong panjang lebar kamu cuma jawab gitu"


"Iyaaaaaaaaaaaa" ucap Jason lagi, kali ini memang panjangan.


"Ihh ngeselin banget deh" gerutu Shirleen, bibirnya sudah maju kedepan, rasanya malas sekali ngomong santai dengan suaminya itu.


"Kan kamu minta yang panjangan" ujar Jason, ia sungguh suka mengerjai istrinya itu, baginya Shirleen malah lebih terlihat menggemaskan jika sedang marah.


"Iya tapi bukan panjang gitu" gemas Shirleen.


"By, kamu mau ada undangan khusus nggak buat acara kita nanti ?" tanya Jason yang nampaknya mulai serius.


"Eemm ada sih, aku mau undang orang tua Weni, udah lama banget aku nggak ketemu sama mereka" jawab Shirleen.


"Kamu nggak mau undang mantan ?" tanya Jason.


Shirleen menoleh, menatap lekat suaminya itu. mantan, mantan siapa maksudnya.


"Kamu mau undang mantan ?" tanya balik Shirleen.


"Kamu ngejek aku ?" tuding Jason balik.


"Maksudnya, ngejek apaan ?" ucap Shirleen tak mengerti.


"Pan yang punya mantan kan Ibu, Bapak nggak ada mantan Bu sekalinya pacaran langsung kawin puas, Ibu ngejek apa gimana sih" canda Jason.


"Yeee maap Pak, Ibu juga baru nge" timpal Shirleen, ternyata memang mantannya yang dimaksud.


"Jadi gimana, kamu mau undang mantan nggak ?" tanya Jason lagi.


"Mas Athar maksudnya ?"


"Ett dah pake disebut lagi namanya" ucap Jason, malas sekali saat nama itu berhasil keluar dari mulut Shirleen.


"Ya maaf"


"Mau undang dia ?"


"Emang boleh" tanya Shirleen.


Jason mengangguk, boleh kalau hanya Athar saja namun tidak untuk keluarganya, Jason masih ingat betul bagaimana Shirleen di caci dan di hina, tidak ia tidak sudi melihat wajah Riska ataupun mantan ipar Shirleen yang lainnya. Dan untuk Athar, ia memang sengaja ingin mengundang lelaki itu, supaya bisa memperlihatkan bahwa berlian yang dulu laki-laki itu buang kini sudah ada yang menyambutnya, supaya Athar tidak perlu cemas dan khawatir akan bagaimana kelangsungan hidup Shirleen, serta membuat Athar mengerti untuk jangan pernah berharap menginginkan miliknya.


"Ada apa kok boleh ?" tanya Shirleen heran.


"Ya biar dia tau, kamu itu milik aku" ucap Jason.


"Bukannya semua orang juga akan tau"


Ternyata ini anak mau pamer maksudnya, cih dasar bocil.


"Dia terkhusus, nanti akan aku masukkin di undangan VIP biar bisa salaman sama kita" ucap Jason, ia benar-benar ingin pamer ternyata.


"Cih, kamu nggak malu apa ?" tanya Shirleen, ia benar-benar heran, Jason mendapatkannya bak menang lotre sampe segitu senangnya, secara dia sudah tua, sudah punya anak dua, tapi Jason malah seolah sangat merasa beruntung, kadang hal itu membuatnya narsis sendiri di depan cermin, melihat gambar diri sambari tersenyum menang, apa iya dirinya begitu cantik pikirnya, ah apa mata Jason yang sudah minus, seringkali juga ia memikirkan pilihan kedua untuk apa alasan Jason memilihnya.


"Malu ? Kenapa harus malu ?" tanya balik Jason.


"Yaaa nggak papa sih"


Jason tersenyum manis memandangi wajah istrinya itu.


"Lah malah sok imut dia" ucap Shirleen, walau nyatanya Jason memang imut sih, imut, tampan dan tiada duanya.


"Heehh, ah iya aku pernah ketemu temen aku By, waktu hari yang kamu bikin acara sama anak-anak itu lho" ujar Jason yang sepertinya akan mulai bercerita.


"Kenapa emangnya ?"


"Dia juga sama, nikah muda kayak aku" jelas Jason.


"Terus ?"


"Istrinya panggil dia Mas, Mas Dareen" ungkap Jason.


"Hah" bingung Shirleen, apa maksudnya menceritakan itu semua.


"Hah he hah he, kamu kok nggak pernah panggil aku Mas sih By ?" tanya Jason, yang sukses membuat Shirleen menautkan kedua alisnya.


"Heemm, lucu... Ya ya memang lucu dasar payah, memangnya aku mengharapkan apa" imbuh Jason ia rasanya tidak ikhlas istrinya sampai tertawa seperti itu mendengar pertanyaanya.


"Lagian aneh-aneh aja kamu By" ucap Shirleen dengan masih setengah tertawa.


"Aneh, ooh jadi aneh" sindir Jason.


"Ya bukan gitu By, ya udah ya udah semisal nih aku panggil kamu Mas, hai Mas Jasooonn" Shirleen mencoba melakukannya, sembari matanya berkedip-kedip menggoda sang suami.


"Ih kok geli By" Jason malah bergidik ngeri, entahlah karena memang geli mendengar panggilan Mas atau geli karena ekspresi wajah Shirleen yang tidak mendukung.


"Mas Jasooonn" sapa Shirleen lagi manja.


"By, kok merinding aku" ucap Jason, benar sekali seketika bulu tangannya berdiri mungkin bereaksi akan kegelian ini. "Perasaan si Dareen di panggil Mas sama istrinya kedengarannya bagus-bagus aja, kok aku malah nggak sedap di dengar" gumamnya.


"Kenapa By ?" tanya Shirleen, percayalah saat ini ia sedang berusaha menahan tawanya "Eh salah lagi kan, kenapa Mas ?" lanjutnya senang sekali.


"Udah ah By, jangan panggil Mas" Jason menyerah, ternyata setelah di coba panggilan itu malah tidak mengenakan baginya.


"Lho kenapa... Mas Jason" sengaja ia tekankan supaya feelnya lebih dapet, dapet ngerinya maksudnya.


"By..."


"Iya Mas Jason"


"Sekali lagi panggil gitu aku cium kamu" ancam Jason.


"Ah cuma segitu ancamannya, aku nggak takut Mas Jason" ucap Shirleen, kemudian ia bangkit dari duduknya untuk berlari meninggalkan Jason.


Jason yang menyadari pergerakan Shirleen dengan cepat mencegah semua itu terjadi, dengan kecepatan tangannya ia berhasil meraih tangan istrinya itu, dan membawanya kedalam pelukan.


"Mau lari kemana Baby" kini Shirleen yang dibuat merinding, ia bahkan bisa merasakan nafas suaminya yang berhembus pelan di area leher jenjangnya.


Dasar, nggak etis banget deh, aku kan harusnya lari, baru juga mau kabur udah ketangkep, drama macam apa sih ini.


"Mau kabur tapi udah ketangkep, puasss" jawab Shirleen.


"Oohh, jadi gimana ini" ucap Jason.


"Apanya ?"


"Katanya nggak takut sama ancamannya"


"Yaa emang gak takut, kenapa harus takut orang di cium suami sendiri"


"Eemm, gak takut kan" tantang Jason.


"Cup cup cup cup cup"Jason mengecupi seluruh wajah dan leher Shirleen, membuat Shirleen menggeliat menahan sensasinya.


"Udah By, udah By, geli aku" keluh Shirleen.


"Gak bakal aku lepasin, siapa tadi yang nantangin" Jason malah melakukan lebih, tangannya sudah menggelitiki tubuh istrinya itu.


"Udah By, ini penyiksaan namanya" protes Shirleen.


"Katanya cuma, cuma segitu hemm" ucap Jason lagi.


"By, aaah udah aku marah nih" bentak Shirleen.


"Gak mempan By, pake ngancam balik lagi"


Jason lalu membawa istrinya itu keatas ranjang, mengukung Shirleen dan mulai menciumi lagi wajah istrinya itu.


"Udah By, udah... Boleh nyerah nggak ini" tanya Shirleen dengan nafas yang tersengal, ia sudah tidak tahan lagi, dikecupi di seluruh wajah membuatnya malah geli geli sedap.


"Boleh, tapi ada syaratnya" pancing Jason.


"Apa ?" spontan langsung saja Shirleen bertanya.


"Woman on top !!!"


"Hah ?"


"Mari menunggang kuda" ucap Jason, sembari menaik turunkan alisnya.


Bersambung...


Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...


Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...


Happy reading !!!