Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Shakira...


By... "


Shirleen begitu sesak melihat keadaan suaminya, dari penampilan Jason yang berantakan, Shirleen menyimpulkan suaminya benar-benar rapuh saat ini.


"By, maafin aku" ucapnya, ia tidak menyangka Jason akan semenyedihkan ini.


"Hei, kau tidak perlu minta maaf By" ucap Jason, sebisa mungkin ia menetralkan caranya bicara, ia tidak ingin mendengar permintaan maaf keluar dari mulut istrinya. Sungguh ini semua bukan salah Shirleen.


"By, aku tidak maksud mengadakan pesta kecil-kecilan seperti ini, dan aku juga tidak menyangka perkataan maaf Papa bakalan bikin kamu kayak gini"


"Aku ? Kenapa aku ? Heh, sudahlah By, aku baik-baik saja, aku hanya butuh waktu untuk memaafkannya, bukan tidak akan memaafkannya" ucap Jason lagi, ia baru saja keluar dari kamar mandi, setelah terdengar suara istrinya yang terus menerus mengetuk hingar pintu kamar mandi.


Ia adalah seseorang yang paling tidak suka dikasihani, walau luka begitu mengena, namun itu bukan masalah baginya, ia akan tetap berdiri tegak tanpa ada yang bisa melumpuhkannya.


"Sekarang ayo kita kembali ke pesta, bukankah sangat tidak baik meninggalkan mereka semua disana" ucap Jason. Ia sudah bisa bersikap biasa saja, tidak perlu ada yang diperpanjang, dan untuk luka ini biarlah ia simpan lagi didasar hati.


"By..."


Namun tidak bagi Shirleen, mempertemukan Jason dengan Papanya itu adalah permintaannya, ia benar-benar tidak menyangka reaksi yang ditunjukkan Jason akan seperti itu saat Papanya meminta maaf.


Keduanya telah kembali, Jason sudah menampilkan senyumnya lagi, semua orang tidak ada yang berani menyinggung kejadian tadi dan memilih menikmati pesta saja, pun dengan Pak Adrian yang terlihat sudah asyik berbicara dengan besannya, mereka terlihat kompak.


Mama Mila dan Mama Nena sedang mengasuh kedua anak Shirleen bersama, mereka juga sibuk membicarakan masa depan Misca dan Jacob, Para Oma itu terlihat antusias sekali.


Lain halnya dengan kedua manusia yang tampak selalu berbeda pemikiran namun sepertinya masih tetap satu rasa.


Roy memandang sinis Shakira, bayang-bayang lamaran yang gagal masih membekas diingatannya namun ada juga kadang ia berpikir untuk mengulang kembali moment itu dan tentunya semoga yang kedua kalinya nanti Shakira tetap waras.


Lain halnya dengan Shakira, ia masih betah senyum-senyum sendiri melihat pujaan hatinya, yah tinggalkan saja harga diri karena wajah dihadapannya itu begitu mempesona baginya.


"Apa kau sudah gila sedari tadi senyum sendiri ?" Tanya Roy membuyarkan khayalan Shakira yang kesekian kalinya masih juga tentangnya.


"Iya" Shakira menjawab seadanya, kali ini ia tidak akan sungkan lagi, ia yakin sekali hari itu Roy benar melamarnya, jadi ia begitu percaya diri kalau pemuda dihadapannya ini pasti juga memiliki perasaan yang sama dengannya walaupun enggan mengakui.


"Cih" decih Roy, aahh sulit sekali rasanya berpura-pura karena harus menjunjung sebuah sifat yang bernamakan gengsi ini pikirnya.


"Roooooyyy..." ujar Shakira manja, masih dengan senyum termanis serta kerlingan mata menggoda.


Roy bergidik ngeri, Shakira adalah wanita cantik yang akan berubah tidak waras jika berhadapan dengannya. Sungguh bagaimana ia akan menjadikan Shakira ini seorang istri jika Shakira masih tetap begini pikirnya.


"Shakira" bentak Roy tegas.


"Apa ?" Shakira mengerucutkan bibirnya, kenapa Roy tidak bisa bersikap lembut jika dengannya.


Dibentak lagi, kalau dengan tuan muda saja kau bisa selembut sutra, kenapa kalau denganku malah sekasar aspal jalanan yang rusak.


"Kau melamun lagi, heh dasar tidak waras"


"Kau..." Shakira kemudian menghela nafasnya saat baru saja ingin mengumpati pujaan hatinya itu, ia langsung menyadari dibuku yang ia baca seorang pria akan menjauh jika ia berkata kasar.


"Roy, tidak bisakah kau memaafkan aku ?" ucap Shakira yang sepertinya penuh penyesalan.


"Maaf untuk apa ?" datar Roy.


"Untuk, untuuukk... yang malam itu" Shakira selalu gugup jika berhadapan dengan Roy, itulah kelemahannya.


Roy hanya diam tidak berniat menjawab, Shakira tidak bisa menggunakan seluruh kemampuannya untuk membaca isi pikiran Roy, Roy sangat sulit dimengerti baginya.


Lama keduanya terdiam, bermonolong dengan pikiran masing-masing. Shakira mulai jenuh, ia memilih menjauhi pujaan hatinya itu.


Shakira meninggalkan Roy, ia kemudian mengambil beberapa kue muffin dan minuman dingin untuk menemaninya dikesendirian, ia ingin menyepi dan makan banyak untuk menghilangkan gundah gulana dihatinya.


"Sendirian aja kak, butuh teman nggak ?" tanya Angga dengan tengilnya, dari tadi semenjak datang ia sudah memperhatikan Shakira, ia juga sempat protes dengan Jason kenapa selama ini tidak mengenalkannya dengan wanita secantik Shakira padahal Jason tau ia sudah lama menjomblo.


Shakira tidak menjawab, ia masih asik menikmati muffin berbagai rasa dihadapannya.


"Angga..." Angga mengulurkan tangannya, namun tangan itu sepertinya harus lama menggantung karena Shakira yang enggan menyambutnya.


Angga memaksakan senyumnya, walau ia tidak setampan Jason namun baru kali ini kehadirannya diacuhkan oleh seorang wanita.


Namun perangai Shakira yang seperti itu justru membuatnya semakin ingin mencoba mengenal wanita itu lebih jauh. Ia sudah biasa menerima perlakuan seperti ini saat bersama Jason, mudah saja baginya menghadapi yang seperti itu, ia tinggal bersikap tidak tau malu seperti biasanya saja.


"Kak, siapa namanya ?" tanya Angga lagi.


Shakira menoleh sejenak, tatapannya tidak bersahabat, malas sekali jika harus menanggapi bocil seperti ini pikirnya.


"Ayolah kak, kenalan saja bukan berarti aku mau dengan kakak kan" Angga tetap berusaha untuk mencairkan suasana yang dingin ini.


"Shakira" ucap Shakira singkat tanpa mengulurkan tangan kembali.


"Heemm Shakira, nama yang cantik, secantik orangnya" ucap Angga.


"Teman Jason, atau siapanya ?" tanyanya lagi.


Tidak ada jawaban, Shakira memang seperti itu, ia tidak banyak bicara dengan siapapun, sulit didekati, tidak peduli lawan biacaranya menganggapnya seperti apa sombong atau sejenisnya, dan sayangnya sifatnya ini sangat berbanding terbalik jika ia dihadapkan dengan Roy.


Shakira masih asik mengunyah menikmati manisnya muffin, cukuplah untuk melupakan sejenak apa yang dilakukan Roy tadi baginya.


Shakira hendak bangkit dari duduknya meninggalkan Angga, namun gaunnya yang panjang malah terinjak heelsnya sendiri, hal itu membuat ia hampir saja jatuh terduduk dilantai, beruntung Angga yang berada disampingnya dengan sigap menahan pinggang Shakira sebelum bokongnya bersentuhan dengan lantai.


Selain berhasil membuat Shakira tidak jatuh, rupanya adegan tersebut berhasil juga membuat panas seseorang yang tengah menatap Angga dan Shakira dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Maaf, aku tidak sengaja menyentuhmu" ucap Angga, meski ia menyukai wanita dihadapannya ini, namun ia sama sekali tidak ada niatan sembarang untuk menyentuhnya.


"Tidak apa, kalau tidak ada kau pasti aku sudah jatuh" ucap Shakira kali ini lembut sebagai bentuk terima kasih pada seseorang yang sudah menyelamatkannya.


Angga tersipu mendengar Shakira yang sudah berbicara padanya dengan lembut. Satu langkah sudah ia capai pikirnya.


"Duduklah, kamu terlalu terburu-buru, katakan kamu mau apa, biar aku ambilkan"


"Tidak usah, aku tidak mau merepotkan" tolak Shakira lembut lagi.


"Aahh tidak merepotkan, ayo katakan saja, sebagai tanda perkenalan akan aku ambilkan apapun yang kamu mau"


Shakira menghangat, beginilah jadinya jika ia bersikap lembut pada seorang pria, tidak akan pernah ada yang menolak pesonanya, ia pun masih belum mengerti mengapa Roy begitu sulit menerima kehadirannya sedang pemuda ini atau pria manapun kecuali tuan muda Jason tentunya, pasti akan melakukan apa saja untuknya.


"Shakira..."


Bersambung...


Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...


Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...


Happy reading !!!


Sssttttt, dan satu lagi, izinkan author halu ini promo novel baru, klik di profil author aja atau bisa langsung search di pencarian, judulnya Dia yang Berasal dari Langit. Ditunggu kedatangannya ya readers, jangan lupa juga bawa dukungan !!!