Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Firasat Shakira.


"Kau harus bertanggung jawab By!" ucap Jason, dirinya memeluk Shirleen dari belakang dengan menempelkan sesuatu yang menegang tadi di bokong Shirleen.


Wajah Shirleen memerah, suaminya bukan orang yang mudah menyerah, seharusnya ia tau akan itu.


"Ayo kita lihat dan buktikan seberapa kuat suamimu ini!" sindir Jason.


Shirleen menegang, niat hati ingin menggoda namun kenapa malah dirinya yang berada di situasi tidak mengenakkan ini, wah kacau jadinya kan.


"Kenapa?" tanya Jason.


"Tidak apa!" jawab Shirleen.


"Katakan, kau ingin gaya seperti apa?" tanya Jason yang semakin gencar menggoda istrinya.


"By..." lirih Shirleen.


"OK, jangan katakan, kau baru saja membuatnya bereaksi, tolong jangan mengecewakan, lihatlah, ayo coba lihat dia!"


Semburat merah semakin menyeruak di pipi Shirleen, tidak meski sudah biasa bergulat di ranjang dengan suaminya, namun perbincangan semacam ini sungguh membuat darahnya berdesis hebat, perasaan macam apa ini? Semakin membicarakannya semakin pula Shirleen menegang.


"Kau menggesekkannya terus menerus bagaimana mungkin dia tidak bereaksi!" keluh Shirleen.


"Dia sudah bangun sedari kau menjamahnya tadi, jangan berlagak polos, maksudmu tadi apa? Dasar istri nakal!" Jason tidak mau kalah, karena memang benar, semua itu terjadi karena ulah Shirleen.


"Sudahlah jangan mencari-cari pekerjaan lain, jangan sok sibuk By!"


"Aku kan mau buat cemilan, bukannya sok sibuk!" protes Shirleen.


"Dasar yah!"


Jason menciumi leher Shirleen sembari memeluk istrinya itu dari belakang.


"Aku menginginkannya By, kau benar-benar harus bertanggung jawab."


Dengan cepat Jason membalikkan tubuh Shirleen menghadap padanya.


Mengedipkan mata genit, membuat Shirleen semakin menegang.


Apa sih aku? Selalu aja kek gini, perasaan saat bersama Mas Athar dulu aku nggak pernah gugup gini setiap mau nganu, padahalkan dia bocil, aku harusnya lebih unggul darinya.


Tanpa Shirleen sadari, kini dirinya sudah berada di atas meja makan, terduduk dihadapan Jason yang dengan lihai memainkan bibirnya.


"Hah hah hah!" Shirleen mencoba mengatur nafasnya, "By..." serunya.


Pergulatan panas kemudian terjadi, di Dapur, siapa yang berani larang? Shirleen tidak bisa menghindar, dirinya harus bertanggung jawab selain itu memang sudah sifatnya selalu saja terbuai, Jason bisa saja membuatnya lupa diri.


Senja pun tiba saat keduanya juga usai melakukan olah raga sore yang panas sekali, Jason kemudian membersihkan diri bersama sang istri, saling membersihkan, menggosok punggung bergantian, senyum mekar tak hentinya terbit dari bibir keduanya.


Nikmatnya punya pasangan.


"Sholat By..." ujar Shirleen mengingatkan.


"Iya... Yuk!" sahut Jason menyetujui.


Roy sedang gelisah saat ini, dari tadi dirinya mencari cara bagaimana supaya Nona Muda mereka tidak usah pergi menghadiri undangan makan malam itu.


"Kau kenapa sayang?" tanya Shakira.


"Kami akan makan malam, maksudku Tuan Muda dan Nona Muda di undang pada jamuan makan malam salah satu rekan bisnis, aku harus ikut, ini masalah tentang yang kita bahas kemarin, dalam sebuah rekaman yang dikirimkan Darwin, mereka akan memanfaatkan istrinya Tuan Muda, kau tau betul kan betapa polosnya Nona Muda, dia tidak pernah curiga sedikitpun pada orang lain." ungkap Roy.


"Mengapa masalah sebesar ini kau tidak menceritakan padaku?" kesal Shakira.


"Jam berapa undangannya?" tanyanya.


"Aku ikut!" pinta Shakira langsung saja, ia juga khawatir akan keselamatan Nona Muda mereka.


"Tidak tidak, kau di rumah saja." tolak Roy.


"Kenapa?"


"Aku dan Tuan Muda harus menjaga Nona Muda, kalau kau ikut aku juga jadi harus menjagamu, tolong jangan buat aku semakin merasa tidak tenang." ucap Roy.


"Aku ingin melindungi Nona Shirleen juga."


"Ada saatnya sayang, tidak sekarang!"


Shakira tampak lesu, namun dia sudah belajar dan meneguhkan hati untuk tidak pernah membantah apa yang diucapkan suaminya.


"Shakira sayang, kau di sini saja yah!" ucap Roy lembut, bagaimana bisa dirinya menyakiti hati wanita yang sangat ia cintai ini.


Shakira mengangguk, bagaimana pun dirinya harus menurut.


Roy kemudian bersiap-siap, dirinya memakai pakaian formal menunjukkan statusnya, anggap saja dirinya asisten pribadi sekaligus pengawal Tuan dan Nona Mudanya.


Shakira berada di toilet saat ini, entah mengapa hatinya tidak tenang kala mendengar penuturan suaminya tentang makan malam.


Walaupun dirinya selalu bersikap seadanya jika di hadapan istri Bosnya itu, irit bicara dan menjawab seperlunya jika ditanya, namun bukan berarti dirinya tidak perduli, bahkan dirinya sudah sangat menyayangi istri Bosnya itu, jika Tuan Muda dan Nona Muda mereka dijaga oleh suaminya, maka dirinya juga merasa berkewajiban untuk menjaga istri dari Bosnya itu.


"Mengapa perasaanku tidak nyaman?" gumam Shakira sembari memperhatikan wajah cemasnya di depan kaca wastafel.


Wanita itu menetralkan perasaannya, menarik nafas dalam lalu hembuskan, tarik nafas lagi kemudian hembuskan, Shakira melakukan itu berulang namun sekelebat bayangan istri Bosnya yang selalu saja bersikap ramah padanya malah semakin berkeliaran di otaknya, seolah semakin menekan jantungnya hingga dirinya tidak bisa diam barang sejenak.


Nafasnya memburu, dadanya berdebar, tidak Shakira tidak pernah sekhawatir ini.


"Aku ikut!" ucap Shakira pada Roy yang sedang memasang sepatu, tanpa basa-basi dirinya mengambil satu stel gaun pesta dan langsung memakainya.


"Tidak sayang!" bujuk Roy lagi.


"Aku merasa tidak nyaman suamiku, aku tidak bisa membiarkan diriku menunggu lama di sini sementara di sana kalian... Entah apa yang bisa dilakukan orang gila itu, aku tidak bisa membiarkan diriku berada dalam kecemasan terlalu lama."


"Tidak sayang, jangan, kami akan mengatasi ini!" bujuk Roy lagi.


"Shuttt, ketahuilah, aku sudah lebih dulu darimu mengenal Jason, dia sudah bagai adikku, meski kenyataannya dia adalah Bosku, mana mungkin aku bisa membiarkan istrinya bertaruh keselamatan, tidak tolong jangan halangi aku."


Roy terdiam, sebesar itu pengabdian istrinya pada Tuan Muda Jason, yah memang benar meski terlihat kejam namun begitulah Jason Ares Adrian, dan benar apa yang dikatakan Shakira, Jason juga sudah bagai adik baginya, itu sebabnya dia mencemaskan istri dari adiknya itu, karena Shirleen adalah nyawa dari adik kecil mereka.


"Aku akan menjaga diriku, sebisaku, tolong!" mohon Shakira.


Dengan berat hati Roy mengangguk, entah di setujui atau tidaknya keikutsertaan Shakira nanti akan mereka bicarakan saat sudah sampai di rumah Tuan Mudanya itu.


"Berjanjilah padaku, kita akan menjaga mereka bersama, dan sebisa mungkin jaga dirimu, aku juga akan menjagamu, tapi kau juga harus menjaga dirimu sendiri, tolong... Aku juga tidak akan bisa menerima jika saja sampai terjadi sesuatu padamu." ucap Roy, ia mengecup singkat bibir istrinya itu, entah mengapa rasanya berat mengajak Shakira pada misi kali ini, namun Shakira yang tidak pernah sekalipun membantahnya juga malah dengan tegas maju melangkah hanya untuk menemaninya kali ini.


Tidak ada jawaban, namun Shakira menggenggam erat tangan suaminya itu untuk sama-sama meyakinkan.


Bersambung...


*


*


*


Like, koment, and Vote !!!