Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Doorprize.


Semalaman Jason berpikir, bagaimana caranya ia bisa meninggalkan dunia yang telah menjadi separuh hidupnya itu, ia telah berjanji pada wanita yang tengah tertidur lelap disampingnya kini, walau Jason seseorang yang berkuasa, namun pantang baginya untuk mengingkari sebuah janji.


Setan memang sudah bersarang dibadannya, jiwa psikopatnya tidak bisa ia tanggalkan begitu saja, ia tidak yakin bisa menahan diri jika ada yang ingin bermain-main dengannya lagi setelah ini.


"Haaahh" Jason keluar kamar, ia menuju balkon untuk menghubungi seseorang.


"Darwin... Kau, Ben, dan Shakira datanglah ke markas besok siang, aku ingin membicarakan sesuatu pada kalian"


^^^"Baik Bos, apa ini perihal hengkangnya Bos"^^^


"Yaaa kau benar, persiapkan segalanya"


^^^"Oke Bos"^^^


Jason memandangi bintang yang menerangi malamnya dari balkon, mau bagaimana lagi ia sudah berjanji.


Cukup lama ia berdiam diri, larut dalam pesona pemandangan malam, ia baru masuk kedalam setelah mendengar suara Jacob seperti terbangun.


Jason mengambil asi dari kulkas yang berada di kamar, kulkas itu memang khusus untuk persediaan sumber makanan Jacob, tanpa berniat membangunkan Shirleen, Jason memberikan Jacob asi yang telah dihangatkan terlebih dahulu, menemani bayinya itu hingga kembali terlelap.


lalu ia mengecup singkat pipi Misca, mereka memang sengaja tidur berempat untuk malam pertama dirumah barunya, hanya saja Misca tidur di ranjang berbeda.


Ia kembali merebahkan diri, mengecup kening istrinya itu, apa lagi yang lebih beruntung baginya selain melihat segala yang dicintainya bahagia.


Pagi menjelang, Shirleen melaksanakan tugasnya seperti biasa saat mereka masih di apartemen, menyiapkan sarapan dan mengurus anak-anaknya dan lagi mulai hari ini spesial karena ia juga akan mengurus suaminya.


Aneh rasanya saat pakaian yang ia sediakan untuk suaminya bukan pakaian kantor melainkan seragam sekolah, apa ia terlihat seperti pedofil yang menikahi anak-anak.


Mengingat itu Shirleen jadi geli sendiri, ia bagai wanita yang tidak tau diri. Apa yaaa seperti tua-tua keladi menurutnya.


Tak lama Ipah pun datang, ia kembali bekerja seperti jadwalnya dulu, datang pagi sekali lalu pulang saat Tuan Mudanya sudah pulang bekerja.


Hari sudah mulai siang, Jason akan memulai aktivitasnya, sebentar lagi ia lulus SMA, sebentar lagi tidak perlu ada rahasia dalam hidupnya.


Lain halnya demgan tiga anak sekolahan yang sedang menunggu kedatangan seseorang di parkiran.


Begitu banyak tanda tanya pada otak mereka yang tidak akan mampu mencerna apa yang terjadi pada sahabatnya beberapa hari ini.


Semalam di grup chat 4 perjaka (PERkumpulan buJAng Kelas Atas) Jason, salah satu anggota mereka mengatakan hal yang tidak mereka duga, sahabat dengan bunyi andalan "Heemmm" itu bilang bahwa ia sudah menikah.


Dan beradanya mereka disini adalah untuk mencari kebenaran, entahlah setelah ini Jason masih akan menjadi anggota grup mereka atau tidak, karena jika sudah menikah bisa-bisa tidak layak masuk kriteria penghuni grup dengan nama yang mencirikan status itu.


"Yang ditunggu akhirnya datang juga" ucap Afik saat meilhat motor sport hitam milik Jason melewati pintu gerbang.


"Kira-kira udah diunboxing belum ya sama tante Shirleen"


"Unboxing, gak kebalik tuh ?"


"Hai Papa Muda..." canda Angga saat Jason sudah mendekat kearah mereka.


Jason menghentikan motornya tepat disamping para sahabatnya, ia sudah tau tujuan sahabatnya kali ini, menunggu sebuah jawaban.


Ia membuka helm full facenya, mendelik malas seolah berkata ada apa ?


"PeDe banget lo seolah gak ada yang perlu dijelasin, ehh kampret maksud lo apaan semalem, sialan paginya udah amnesia aja"


"Oohhh" jawab Jason singkat.


"Lambat banget mampusnya ini manusia, kita nungguin lo disini karena pernyataan lo semalem, anak Mama Mila emang beneran udah gitu, keciri dari muka sumringah baget ?"


Jason menatap songong kearah ketiganya, memang minta dikeroyok nampaknya Jason.


"Selamat, lo emang jantan bang jagooo" ucap Angga, ia turut bahagia dengan status baru Jason.


Jason senyum penuh arti seolah bangga atas pencapaiannya, menikah muda sebenarnya tidak pernah terpikirkan olehnya sebelum ia mengenal Shirleen, tapi prinsipnya berubah karena Shirleen, baginya jika ia mampu kenapa enggak, lagi pula ia ingin secepatnya mengikat Shirleen, dan kini ia sudah berhasil menjadikan Shirleen miliknya utuh.


"Eh jadi dong doorprizenya ?" tanya Afik yang seketika membuat ketiga sahabatnya menoleh serentak kearahnya.


"Canda, gitu aja serius" lanjutnya lagi.


"Doorprize apaan sih curut ?" tanya Angga.


"Ya itu, beli satu dapet tiga"


"Bwahahaha" Jason pun sama, kali ini sebagian orang dang terdeteksi berada tidak jauh darinya beruntung bisa melihat ia tertawa, benar kata Afik, ia memang bagai beli satu dapet tiga, ia menang banyak.


Keempat lelaki yang masih perjaka itu kompak tertawa. Siapa yang menyangka Jason juga masih perjaka weyyy.


Bersambung...


Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...


Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...


Happy reading !!!