Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Membalas Riana


Jason mengecup punggung tangan kekasihnya yang sedang terbaring lemah saat ini, Shirleen belum juga sadar dari pengaruh obat biusnya.


Ia nikmati pemandangan indah dihadapannya kini, sebenarnya Shirleen adalah wanita tangguh, ia masih bisa memberi pelajaran padahal hatinya pasti begitu sakit.


Ya Jason sebelumnya sudah menelusuri perkara sebenarnya, kenapa sampai wanita ular itu menyerang pacarnya.


"By kau harus bangun, kalau kau tidak mau aku membunuh orang" Dielusnya perut Shirleen yang mulai menonjol, dikecupnya perlahan "Sayangnya Papa, kamu didalam juga harus kuat, bantuin mama boar cepat sadar".


Hari ini ia tidak akan masuk kantor, ia sudah bilang pada Roy untuk mengurus semuanya termasuk mengurus istri Athar itu.


Riana hari ini sangat senang, setelah membalaskan perbuatan Shirleen padanya, ia juga mendapatkan tas branded yang ia inginkan secara cuma-cuma. Ya karena Shirleen yang sudah merasakan sakit luar biasa pada perutnya, ia tidak lagi memperdulikan tas yang sempat menjadi perebutan itu, Riana yang melihat tas yang sangat diinginkannya itu tergeletak dilantai dengan tanpa bersalah malah mengambil yang sudah dimiliki Shirleen.


Aku memang suka merebut apa yang kau miliki, dan sekali lagi untuk yang ini.


Riana tersenyum puas, tanpa mengeluarkan uang sepeserpun ia berhasil mendapatkannya, kini ia bisa berbelanja lagi sepuasnya.


Setelah puas berbelanja, ia memutuskan untuk makan direstoran jepang yang letaknya disamping mall XXX. Ia tidak menyadari segala gerak geriknya telah diikuti orang suruhan Roy.


Orang suruhan Roy tersebut mulai mendekati Riana, ia menawarkan beberapa produk minuman sehat untuk wanita hamil, dan katanya hari ini sedang diskon. Roana nampak tertarik, karena pernah melihat iklan minuman itu di tivi yang katanya memang bagus untuk kehamilan.


Sales suruhan Roy tersebut memberikan tester minuman kepada Riana, Riana pun dengan antusias mencobanya, sangat enak sekilas rasanya memang tidak ada yang aneh.


Tanpa ia ketahui, didalam minuman tester tersebut telah dicampurkan zat yang akan melemahkan sistem imunnya, zat itu akan menyebabkan kelumpuhan secara pelan-pelan dalam kurun waktu tiga bulan, karena sistem imunitas tubuh yang lemah menyebabkan tidak bisa mengatasi zat berbahaya yang kini telahasuk ketubuhnya. Kelumpuhan dimulai dari tulang yang melemah tidak bisa lagi menopang tubuhnya nanti.


Sales tersebut yersenyum smirk, ia tidak menyangka semudah ini menjalankan tugasnya, ternyata targetnya hanya orang bodoh yang mudah diperdayai.


Riana kini pulang dengan wajah yang berbinar, sudah mendapatkan tas branded secara cuma-cuma, berbelanja sepuasnya dan membeli minuman kehamilan yang sangat diinginkannya dengan harga lebih murah. Lengkap sudah rasanya hari ini.


Mama Mila sedang menyuapi Misca makan malam, sampai sekarang Misca belum juga mau bicara.


"Ma, bagaimana keadaan calon mantu kita ?" Papa Jason yang baru sampai rumah mendekati istrinya dan Misca.


"Kata Jason sih nggak papa, cuma ya belum bangun aja" jelas Mama Mila.


"Nanti papa akan menjenguk Shirleen sebentar. Mama disinilah jagain Misca" ujar Pak Adrian.


"Iya, nanti kalau papa jenguk Shirleen, dan misalnya Shirleen sudah bangun, langsung telpn Mama yah, barang kali aja Misca mau bicara kalau sudah dengar suara Bundanya"


"Iya, Papa mau mandi dulu sebentar" Pak Adrian berlalu menuju kamarnya, ia merasa kasihan dengan calon mantunya itu, sungguh masalah selalu saja datang padanya.


Shirleen membuka matanya pelan, dilihatnya dengan blur wajah Jason, apakah Jason menungguinya dari tadi batinnya.


"Jason, bayiku..." Shirleen panik seingatnya ia merasakan sakit yang teramat sangat pada perutnya setelah lalu ia tidak sadarkan diri.


"Tenanglah, tidak terjadi apa-apa dengan bayi kita, cuma kamu harus bed rest total, jadi jangan ngeyel sekarang gak boleh capek-capek" ucap Jason.


Shirleen bersyukur tidak terjadi apa-apa dengan bayinya. Ia kini bisa bernafas lega.


"By, aku akui kamu memang jagoan, tapi memancing kemarahan seseorang itu akan membahayakan kamu nantinya, coba aja tadi kamu gak segera ketolong, aku gak bisa bayangin kalau kegilangan dia apalago sampai kehilangan kamu" Ujar Jason sambil mengusap perut Shirleen.


Bagaimana si tengil ini bisa tau aku buat marah si ular, ah iya lupa diakan punya seribu mata dan banyak tangan. Shirleen.


"Iya aku minta maaf, abis aku gerem aja rasanya liat dia, gara-gara mulut busuknya kan aku jadi kayak orang yang beneran selingkuh dihadapan Athar waktu itu" Cemberut Shirleen.


"Ya gak papa lah, selingkuh sama aku kan" Jason menaik turunkan alisnya.


"Ngaco kamu, citra aku jadi buruk tau nggak, padahal kan jelas-jelas dia yang selingkuh, lagian kamu nempel mulu kek kutil waktu itu" Protes Shirleen.


"Ya namanya juga cinta By, ya nempel mulu lah"


"Bucin..."


Keduanya kini tertawa, ada baik dan buruknya dalam setiap peristiwa, maka bijaklah dalam menyikapinya.


Bersambung...


*


*


*


***Hai readers, bab ini sempat direvisi yah, soalnya nggak tau kenapa tiba-tiba kehapus jadinya author bikin ulang deh.


kalau ada yang baru baca trus nggak nemu ep. Membalas Riana, yah maklum yahhh pasti ceritanya akan ada yang kurang.


Terima kasih sudah dukung karya receh author ini.


Happy reading*** !!!