
Riana yang meradang tidak bisa lagi mengontrol emosinya, ia tidak terima dipermalukan mantan istri suaminya itu, Ia pun keluar mengejar Shirleen, dan menjambak rambut Shirleen dan menghentakkannya dengan kasar.
Shirleen yang merasa rambutnya ditarik tidak bisa lagi menyeimbangkan langkahnya, ia terjatuh dilantai.
Ia merasakan sakit teramat sangat diperutnya, namun Riana tidak perduli, Riana malah menyerangnya, Misca hanya bisa menangis melihat apa yang terjadi pada Bundanya.
Datanglah dua orang berpakaian seperti pengawal dengan cepat memisahkan dua wanita itu. Ya pengawal tersebut adalah orang suruhan Jason yang bertugas mengawasi Shirleen kemanapun, namun dua pengawal itu masih kalah cepat dengan penyerangan yang dilakukan Riana, sehingga jatuhnya Shirleen tidak bisa dihindari.
"Perut saya sakit pak, saya sedang hamil" Ucap Shirleen pada pengawal tersebut, ia tidak tahu kalau pengawal tersebut orang suruhan Jason.
Kedua pengawal tersebut langsung membawa Shirleen dan Misca kerumah sakit, dalam perjalanan salah satu pengawal itu segera menelpon Tuan Mudanya.
Jason yang sedang berada disekolah saat itupun terkejut mendengar berita penyerangan pacarnya.
Ia yang masih berada di kelas pun tidak perduli dengan kemarahan guru pelajarannya karena ia mengangkat telpon didalam kelas. Yang ia tau kalau orang suruhannya menelpon, ia hanya takut terjadi sesuatu dengan pacarnya, dan benar saja.
Ia segera menyandang tas nya dibahu dan segera pergi dari sekolahnya menuju rumah sakit tempat Shirleen akan dibawa.
Ia begitu takut saat ini, karena yang ia dengar dari pengawal Shirleen, pacarnya itu diserang dan terjatuh dilantai, Shirleen juga mengatakan perutnya sakit sekilas ia dengar saat ia sedang dalam panggilan pengawalnya tadi.
Ya Tuhan selamatkan dia dan bayi kami, aku tidak akan memaafkan perempuan ular itu.
Jason masih dalam kemarahannya. Ia tidak akan melepaskan siapa yang melakukan ini pada wanitanya.
Jason telah sampai dirumah sakit. ia segera menemui Shirleen di UGD, Ia begitu sakit saat melihat keadaan Shirleen yang tak henti hentinya menangis dan berkata sakit pada perutnya.
Ia melihat Misca, lalu memeluk anak kekasihnya itu, Misca masih sesegukan karena ia adalah saksi atas penyerangan Bundanya, ia masih shok dan tak berhenti menangis.
Jason memeluk Misca dan mencoba menenangkan. Sungguh biadab manusia yang telah berani melakukan ini pada kekasihnya.
"Sayang, Bunda akan baik-baik saja, Lihat Bang Jason, Bang Jason nggak pernah bohong kan sama Misca" Jason menenangkan Misca dalam peluknya.
Misca masih tidak bicara namun terus menangis, sungguh Jason sakit sekali melihat ini.
Kedua pengawal menghampirinya, dan menceritakan yang terjadi, Jason mengepalkan tangannya, ia bersumpah akan membalaskan apa yang terjadi dengan kekasihnya.
"Keluarga pasien..." Dokter yang menangani Shirleen mencari keberadaan keluarga Shirleen.
Jason pun tanpa pikir panjang menyahut panggilan dokter.
"Saya calon suaminya" Ucap Jason, yang sukses membuat dokter itu melongo, bagaimana mungkin seorang tuan muda pemilik rumah sakit ini adalah calon suami dari wanita yang sedang hamil ini.
"Tuan Muda anda..." Dokter wanita tersebut nampaknya masih belum bisa mencerna ucapak Jason dengan baik.
"Jangan banyak bertanya, langkah apa yang akan kalian ambil, selamatkan dia dan bayi kami" Sungguh kalau sedang kalut begini, Jason telah bicara diluar batas.
Kalau masalah datang dari pekerjaannya, walaupun didesak bagaimanapun Jason masih bisa berpikir jernih dan menyaring kata-katanya sebelum bertindak, maka dari itu ia bisa sukses dibidang bisnis negara ini. Namun untuk hal yang menyangkut tentang Shirleen, ia tidak bisa lagi berdamai dengan pikirannya, mulutnya terus mengatakan apa yang selama ini ia rahasiakan. Ia sendiri yang membuka rahasianya.
"Apa dia baik-baik saja ?" Tanya Jason.
"Ya sebentar lagi, Nona Shirleen akan dipindahkan keruang rawat, menjaga pola makannya, meminum obat dan vitamin akan membantunya cepat pulih" terang dokter.
"Boleh saya melihatnya ?" Tanya Jason yang kini telah mengangkat Misca kedalam gendongannya, dan lagi-lagi membuat dokter tersebut heran, sungguh banyak teka-teki tentang tuan mudanya itu.
"Untuk sementara ini, saya sarankan jangan dulu tuan muda, nanti setelah nona Shirleen dipindahkan keruang rawat, baru ia bisa dijenguk" ujar dokter.
"Ya baiklah, lakukan yang terbaik untuknya, dan juga jaga apa yang hari ini sudah kamu dengar, dia adalah pacar saya, tolong dirahasiakan, dia sedang hamil, saya tidak mau terjadi apa-apa dengannya dan bayi kami" Jason kini sudah tersadar, ia terlalu cemas hingga ia mengungkapkan rahasianya.
"Baik Tuan Muda" Ucap si Dokter.
Jason mendekati pengawalnya, ia menyuruh pengawalnya menjaga Shirleen dengan ketat, sementara ia akan kerumah orang tuanya untuk mengantarkan Misca, ia butuh bantuan mamanya untuk menenangkan Misca.
Ia menggendong Misca menuju pintu keluar, banyak orang yang berada dirumah sakit pun tidak melewatkan kesempatan untuk memfoto Jason yang tengah menggendong gadis kecil itu.
Sebentar lagi publik akan heboh dengan apa yang sedang mereka lihat saat ini.
Melihat itu, ia langsung menghubungi Roy untuk menuntaskan berita tentangnya.
*Urus berita tentangku yang sebentar lagi akan bermunculan.
^^^Baik Tuan Muda*^^^
Jason mendudukkan Misca di kursi disampingnya, memakaikan sabuk pengamannya. Sebentar lagi ia akan bermain-main lagi nampaknya.
Kau yang memulai perang ini !
Bersambung...
*
*
*
***Hai readers, author minta tolong untuk dukung karya ini dengan like, koment, atau vote yah
Yang ingin kasih hadiah, hayuk yuk boleh saja.
Semoga kalian suka dengan ceritanya dan terhibur yaaa..
Oh iya untuk visual, sebenarnya Author udah punya visualnya sih, tapi uploadnya susah banget, kalau disini banyak para author juga yang sudah bisa upload visual untuk novelnya, Author mau nanya, apa emang lama banget yaaa, atau karena sinyalnya ditempatku yang kurang kenceng, mohon dijawab yaaa !!!
Happy reading*** !!!