
"Hueekkk, Hueekkk"
Shirleen lagi-lagi memuntahkan makanan yang sudah masuk keperutnya, perutnya sakit karena isinya sudah terkuras habis ia muntahkan, pagi ini ia sudah lima kali muntah-muntah, ia sudah lemas berbaring dikamarnya.
Jason yang tidak mendapatkan tanggapan saat menekan bel apartemen Shirleen pun segera masuk dengan caranya, ia mendengar suara Shirleen muntah-muntah dari kamarnya, ia membuka kamar Shirleen dan melihat Misca yang sedang merawat bundanya.
"Bang Jason, tadi Misca uda mau telpon bang Jason, tapi nggak disuruh sama Bunda katanya bang Jason lagi kerja gak boleh ganggu, Bunda dari tadi muntah terus" Misca mengadu pada Jason.
Misca memang sudah dekat dengan Jason, karena Jason nampak sangat menyayangi Misca.
"By, kamu kenapa jadi kayak gini ?" Tanya Jason yang saat ini sudah menghampiri Shirleen.
"Aku cuma masuk angin Jason, aku pusing banget, bawaannya pengen mual, kamu mau nggak kusuruh beli obat ke apotik" ucap Shirleen.
"Enggak, kita kerumah sakit sekarang, aku takut kamu kenapa-napa, periksa dulu dirumah sakit" Jason kini sudah sangat khawatir melihat Shirleen yang lemas.
"Enggak, aku nggak mau, palingan cuma asam lambungku naik, kemaren aku telat makan kayaknya" sanggah Shirleen.
"Shirleen, nurut, aku nggak mau kamu kenapa-kenapa !" Jason kekeh ingin membawa Shirleen kerumah sakit.
Lalu Jason kembali ke apartemennya, ia mengambil masker dan kacamata hitam yang selalu ia pakai untuk bepergian dengan Shirleen. Setelah itu ia kembali ke apartemen Shirleen.
Ia lalu menggendong Shirleen ala bridal, Misca ia suruh duluan agar ia bisa mengamati jalan Misca sambil menggendong Shirleen.
Jason mengemudikan mobilnya, ia menuju rumahnya terlebih dahulu sebelum kerumah sakit, ia ingin menitipkan Misca pada mamanya.
Sesampainya dirumah keluarga Adrian, Jason mengajak Misca turun, ia meninggalkan Shirleen dimobil sebentar, Shirleen hendak turun namun dicegah oleh Jason, Jason bilang ia hanya sebentar.
"Ma, aku mau titip Misca sebentar, aku mau bawa Bundanya dulu kerumah sakit" ucap Jason pada mamanya.
"Shirleen sakit apa ?" tanya Mama Mila.
"Muntah-muntah Ma, aku takutnya ia keracunan atau apa ?" ucap Jason khawatir.
Mama Mila tersenyum melihat kelakuan putranya, walau ia belum pernah bertemu dengan Shirleen, namun ia yakin Shirleen adalah wanita yang baik, karena keluarga Adrian sudah mengetahui semua informasi tentang Shirleen saat anak semata wayang mereka mengatakan mencintai wanita itu keluarga Adria langsung menyelidiki latar belakang Shirleen Damla Julian.
Kini Jason sudah sampai dirumah sakit, ia yang sudah membuat janji pada tantenya yang bekerja dirumah sakit milik keluarga Adrian itu tidak perlu mengantri seperti pengunjung lainnya.
Shirleen kini tengah diperiksa oleh Dokter Silvi, adiknya Mama Mila, dokter Silvi tampak tersenyum, ia memang sudah mengetahui kedekatan keponakannya dengan wanita yang bernama Shirleen, namun ia tidak menyangka kedekatannya sampai sedekat ini.
"Gimana Tante, pacar saya sakit apa ?" Tanya Jason cemas.
Shirleen terkejut saat Jason mengatakan ia pacarnya, ia sungguh malu, ia seperti pedofil saja yang berpacaran dengan anak kecil, padahal kapan ia resmi pacaran dengan Jason, rasanya Shirleen makin pusing memikirkan Jason yang bertindak seenak jidat.
"Pacarmu tidak sakit, coba ajak ia periksa ke dokter kandungan" Ucap dokter Silvi.
"Hah" Jason sungguh terkejut, begitupun dengan Shirleen, sungguh mereka berdua tidak memikirkannya sampai kesitu, apa benar begitu.
Shirleen mulai menangis, ia nampaknya sudah mengerti dengan apa yang terjadi. Namun ia belum percaya sepenuhnya, jadi ia menyetujui saran dokter Silvi untuk meriksakan diri ke dokter kandungan.
"Tidak, tidak mungkin..." Batin Shirleen.
Bersambung...
***Hai readers, jangan lupa like, koment, dan vote yah dukung karya ini.
Happy reading***...