
"Aku Mamanya, aku gak bisa"
"Ma..." Pak Adrian masih terus memohon.
"Pasti ada cara lain, pasti ada" Mama Mila juga tak kalah memohon pada suaminya.
"Sebelum Jason menikahi Shirleen, kita harus menyelesaikan semuanya, aku tidak bisa hidup dalam penyesalan dan ini akan sangat menyakiti Shirleen Ma" Pak Adrian masih dengan pendiriannya.
"Papa tau keinginan Jason harus selalu terpenuhi, ia tidak akan terima Pa, Shirleen adalah hidupnya, dan jika mereka harus berpisah itu malah akan membuat Jason murka"
Orang tua Jason masih terus berdebat, pemikiran dan pendapat yang berbeda belum juga mereka temui solusinya.
"Suka atau tidak aku tetap akan memisahkan Jason dari Shirleen, ini harus dihentikan" tegas Pak Adrian kemudian berlalu pergi.
Mama Mila hanya bisa menangis, bayang bayang masa kecil Jason yang selalu dimanja menari-nari di kepalanya, ia tidak akan sanggup melihat Jason menderita.
Jason adalah anak satu-satunya, sedari kecil semua kebutuhan putranya selalu ia penuhi, ia tidak pernah berkata tidak, karena baginya mendapatkan seorang Jason bukanlah hal yang mudah.
Ia sudah menikah selama sepuluh tahun waktu itu, namun Tuhan belum juga percaya padanya, berbagai cara tradisional dan modern sudah ia lakukan bersama sang suami, meminta dan memohon pada sang Khalik pemilik semesta ini, hampir tiap malam ia berserah diri duduk bersimpuh diatas sajadah, merayu-Nya untuk bisa memberi kepercayaan agar seorang malaikat kecil segera tumbuh dirahimnya.
Ia masih ingat itu, tidak akan pernah ia lupa bagaimana ia menangis memohon dikesunyian malam.
Hingga suatu hari kepercayaan itu datang padanya, ia sangat bahagia, Jason selalu ia jaga sejak dari dalam kandungannya, ia yang merasakannya, ia yang mengalaminya.
Mendekap tubuh mungil itu pertama kalinya, mendengar tangis pertamanya, ia berjanji akan selalu menuruti apa yang malaikat kecilnya inginkan, semua untuk kebahagian putranya.
Namun rupanya cara didiknyalah yang kini membentuk putranya seperti itu, selalu menuruti kemauan putranya malah semakin membuat putranya bertindak sesuka hati, tidak suka dibantah, dan segala kemauannya harus tercapai.
dan sekarang bagaimana ia bisa memisahkan apa yang sangat diinginkan oleh putranya, sungguh ia tidak akan sanggup menghadapi kemarahan dalam penderitaan anak semata wayangnya itu.
...###########...
"Papa, kapan adek bayinya keluar ?" tanya Misca.
"Nanti ya sekitar dua bulan lagi" Jawab Jason sambil memandang Shirleen penuh cinta.
"Misca udah nggak sabar pengen punya teman baru"
"Iya, kan sekarang Misca punya Papa, kita kan teman"
"Tapi Papa sekarang suka datengnya malem-malem, Misca kan udah tidur"
"Papa kan harus kerja, untuk Misca beli jajan, ice cream, mau apa lagi"
"Misca mau tas baru Pa, yang bentuk unicorn itu lho, teman-teman Misca udah banyak yang pake"
"Iya nanti weekend kita beli yaaa"
Jason mengecup sayang gadis kecil yang sebentar lagi akan menjadi putri sambungnya itu.
Kadang Jason bisa menjadi papa yang tegas, namun kadang juga malah menjadi teman yang baik, sungguh siapa yang akan menyangka pemuda berwajah tampan yang akan menjadi suaminya ini masih seorang pelajar SMA, cara pikirnya sungguh dewasa.
Mungkin benar apa kata Mama Mila, dewasa sebelum waktunya membuat Jason mudah mengerti dan bersahabat dengan keadaan.
Shirleen tersenyum manis menatap wajah kekasihnya itu, apa lagi yang harus ia ragukan, Jason begitu baik padanya, walau kadang agak mesum sih menurutnya.
Ia sangat bahagia menunggu kehadiran sang buah hati, didampingi sesorang yang selalu membawa kasih dan cinta untuknya.
Mempunyai Misca dalam hidupnya, mempunyai dua keluarga yang sangat menyayanginya. Sejenak ia melupakan tentang Athar dan masa lalunya, penghianatan itu perlahan telah memudar, seiring cinta yang selalu Jason sirami dihatinya.
Bolehkah ia serakah, memiliki Jason yang sempurna, dengan umur yang jauh dibawahnya, tidak apa kan, kali ini ia sungguh maruk, ia tidak mau kehilangan Jason, ia tidak akan sanggup.
Kumau dia...
Tak mau yang lain
Hanya dia yang slalu ada
Kala susah dan senangku
Kumau dia...
Walau banyak perbedaan
Kuingin dia bahagia hanyalah denganku
Bukan ku memaksa oh Tuhan
Tapi ku cinta dia...
Kumau dia*...
Ia teringat akan satu lagu dari ANDMESH, sepertinya cocok dengan suasana hatinya saat ini. saat ini ia hanya ingin Jason, cukup tidak mau yang lain.
Bersambung...
*
*
*
***Hai readers, jangan lupa selalu like, koment, dan vote karya ini yaaa
Happy reading*** !!!