
"Maafkan aku Shirleen, maaf"
"Maafkan aku"
"Hiks hiks, aku tidak mau mati dengan sia-sia, hiks maafkanlah aku Shirleen"
"Ini semua karena ibunya Mas Athar itu, Mak Lampir itu menyuruhku untuk mendekati anaknya, padahal aku tau anaknya sudah punya istri"
"Maafkan aku Shirleen, aku juga ingin hidup mewah, aku merebut suamimu"
"Hiks hiks maafkan aku"
"Hahahaha, aku merebut suaminya"
"Hei kau tau, aku merebut suaminya"
Riana menangis tersedu sedu dengan tak hentinya berucap maaf, ia terus meracau, namun karena hatinya menolak mengutarakan permintaan maafnya jadilah ia juga tertawa girang seperti orang gila.
Dokter segera memeriksakan kondisinya, yah benar saja hasilnya Riana saat ini bisa dinyatakan sudah ditahap gila.
Dokter menyimpulkan penyebab pasiennya menjadi seperti itu karena frustasi sebab sakit yang dideritanya tak kunjung sembuh, dan mungkin ada kesalahan dimasa lalu sehingga membuatnya berucap maaf terus menerus.
Shakira yang setia menunggui Riana pun telah merekam aksi permintaan maaf Riana lewat kamera tersembunyi di pin bajunya.
Ingin sekali rasanya ia tertawa terbahak-bahak saat ini, namun ia tahan karena kondisi yang tak memungkinkan.
Dokter pun menyuntikkan obat penenang untuk Riana karena pasiennya itu masih saja mengoceh terus berkata maaf dengan tangis dan kemudian berganti tawa.
"Kalau bisa segera anda hubungi keluarganya, mengingat kondisinya yang sudah seperti ini" Dokter Rumah Sakit itu pun meminta Shakira untuk menghubungi Athar suami dari pasiennya.
"Baik Dok" Jawab Shakira.
Lalu Shakira segera menghubungi Athar, untuk secepatnya berangkat ke luar negeri.
Athar yang menerima kabar tidak menyenangkan dari istrinya itu segera mengajukan cuti untuk tiga hari kedepan. Ia akan mengunjungi istrinya.
Shakira meninggalkan Riana yang sedang terlelap, ia pergi ke ruangan sebelah dimana anak Riana dan Athar berada.
Yah Riana sudah melahirkan dua hari yang lalu, bayi perempuan itu terlihat sangat kecil karena kurangnya nutrisi.
Bayi itu diurus oleh Sri, pembantu yang juga diambil Athar dari tempat yang sama dengan Shakira, bedanya Sri murni seorang pembantu tidak ada embel-embel mata-mata seorang Jason seperti yang sekarang tengah Shakira kerjakan.
*Kasihan sekali kamu nak, harus lahir dari rahim wanita ular kayak dia.
Iiih, gue jadi ngeri sendiri, gimana nasib emaknya ntar*.
Shakira lalu mengelus manja tubuh mungil bayi perempuan itu.
*Oalah beb beb, gak ada nama yang kerenan dikit apa ?
Terlalu menjiwai banget sisi pembokatnya untuk gue yang cantik gini, tega banget untung sayang*.
Shakira merutuki nama samaran pemberian gebetannya itu, yang nampak bukan seleranya. Lagi lagi ada yang memanggilnya begitu setelah kepulangan Athar.
"Iya Sri, kamu rawatnya kudu bener ini, kurus banget ini bayi. kasian aku" Jawab Inem alias Shakira.
"Iya Nem, kamu juga yang bener rawat Bu Riana, ih ngeri aku rasanya Nem, kok bisa ada orang sakitnya kayak Bu Riana itu, kayak sinetron azab Nem" ucap Sri yang nampak memulai debut gosipnya.
*Ya bisalah, orang sakitnya dibuat
Gue lebih ngeri kalo gak bisa jalanin ini misi dengan baik, end gue langsung.
Mana tiap hari relain idung dengan bau koreng tuh wanita ular, kalo bukan demi cinta gak deh makasih uji nyali jadi pembokat kek gini*.
Shakira berharap saat ia bisa menjalani misi ini selesai dengan baik, Roy akan lebih percaya padanya, setelahnya barulah kencengin pepet si Roy jangan kasih kendor.
"Gak tau juga Sri, aku aja ngeri dia udah kayak orang gila tadi" Shakira meladeni Sri, nampaknya dua hari menjadi rekan membuat Shakira ketularan jadi biang gosip.
Lalu nampak dua orang beda kelas yang disatukan dalam bidang yang sama itu nampak seru berbincang tentang majikannya.
Diakhiri setelah Shakira mendapat pesan dari Roy menanyakan apa ada perkembangan Riana.
Shakira pun permisi ke toilet untuk menelpon gebetannya itu dengan berkedok laporan.
Ia menyalin vidio kegilaan Riana tadi ke ponselnya, dan mengirimkan vidio itu ke Roy.
"Good Job, ini akan menjadi hiburan untuk tuan muda"
Ucap Roy dari seberang sana sebelum memutus panggilan teleponnya.
Bersambung...
*
*
*
***Hai gaess, jangan lupa dukung selalu karya ini dengan like, koment, dan vote...
Dan yang mau kasih hadiah, boleh banget, seikhlasnya saja, tapi kalau mau banyak banyak juga yaahh author alhamdulillah menerima dengan senang hati.
Happy reading gaesss*** !!!