Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
"Jangan seperti ini By"


Jason Ares Adrian yang tertangkap basah sedang berbelanja kebutuhan rumah tangga dengan seorang wanita yang ternyata adalah istri orang, klik untuk melihat vidionya....


Apakah selama ini Jason Ares Adrian menjadi simpanan. Baca...


Potret kedekatan Jason Ares Adrian dengan wanita yang mempunyai anak satu. Baca...


Wanita yang dikabarkan dekat dengan Jason ares Adrian tenyata adalah istri orang, apakah Jason seorang Pebinor ? Baca...


Jason Ares Adrian menjadi Pebinor, wanita yang menjadi pacarnya belum resmi bercerai. Baca...


Belum resmi bercerai wanita ini dekat dengan Jason Ares Adrian. Baca...


Menggugat cerai suaminya, wanita ini ternyata main gila dengan Jason Ares Adrian.


Begitulah hasilnya, begitu banyak berita tentang Jason Ares Adrian dan Shirleen, trending topic dijagat maya maupun di dunia pertelevisian. Publik nampak begitu antusias mengkonsumsinya, terbukti dengan vidio unggahan salah satu pengunjung supermarket yang menjadi saksi kejadian pelabrakan tersebut, nampaknya sudah dishare ratusan kali. Jason memang sangat berpengaruh sebagai publik figur.


Namun berita itu hanya bertahan dua jam dari mulai vidio itu diunggah di media sosial, karena Roy telah mengurus segalanya dengan baik. ia sudah menuntaskan berita tuannya yang sedang viral itu.


Kini Roy tinggal mengurus Ibunya Athar, ia bingung harus melakukan apa terhadap orang tua itu mana yang akan dihadapinya ini seorang wanita tua lagi, karena jika saingan bisnis yang berulah biasanya tuannya akan menyuruhnya untuk menyandra mereka diruang bawah tanah tepat berada di bawa villa milik keluarga Adrian.


Roy bukanlah orang yang kejam, dia kadang hanya terpaksa menjadi kejam karena tuntutan pekerjaannya. Lain halnya dengan Jason, tuannya itu adalah orang yang paling kejam menurutnya, bahkan lebih kejam dari tuan Adrian papanya, karena Jason tidak akan kenal ampun dan kata maaf jika ia sudah marah, meski tawanannya sudah menjilat kakinya sekalipun.


Namun ia harus tetap melakukannya, baginya perintah tetaplah perintah.


Ia lalu menghubungi bodyguard yang bekerja dikeluarga Adrian, ia meminta untuk menculik Ibunya Athar, dan membawanya ketempat biasa.


Lalu ia bergegas pergi ke villa keluarga Adrian untuk menunggu hasil dari yang ia perintahkan.


Jason yang kini telah sampai di apartemennya pun memapah Shirleen yang terlihat sangat lemas, ia memapah Shirleen dengan tangan kanannya dan tangan kirinya memimpin Misca.


Ia membawa Shirleen dan Misca masuk kedalam lift dan memencet nomor lantai unit tempatnya dan Shirleen.


Shirleen dibawa masuk olehnya, semenjak berhenti menangis Shirleen hanya diam tanpa kata, ia begitu tertekan pastinya.


"Bang Jason, Bunda kenapa, kok Bunda nangis sih ?" Misca bertanya pada Jason yang saat ini tengah membuka sepatu Shirleen. Shirleen telah ia dudukkan di sofa ruang tamu apartemen Shirleen.


"Bunda nggak papa, Bunda cuma laper kali" Jason berbohong pada Misca. Namun bohongnya sungguh tidak masuk akal malah terlihat bodoh.


"Bunda nggak pernah nangis kalau laper, Bunda biasanya kalau lapar masak terus makan deh" Aduh Jason lupa bahwa Misca adalah anak pintar.


Jason hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ia begitu terlihat bodoh dihadapan anak kecil seperti Misca.


"Emm, iya deh Bang, Misca mandi dulu yaaa" Lalu Misca pun menuju kamarnya untuk mandi.


Kini Jason sedang memandangi wajah Shirleen yang begitu terlihat banyak beban, ia mengusap pipi pujaan hatinya itu.


"By, aku minta maaf..." Jason nampak sangat menyesal. Ia tidak menduga tindakannya akan mempengaruhi kehidupan Shirleen.


"Kenapa Jason, kenapa dia lakukan ini padaku, bukannya di kertas yang kamu berikan padaku itu terlihat bukti bahwa wanita itu tahu kalau suamiku berselingkuh, bahkan ia datang dan menyetujui pernikahan suamiku dengan madunya, kenapa dia berkata seperti itu dan sekarang seolah-olah aku yang salah, kenapa... aku tahu dia sangat membenciku, ia tidak pernah menyukaiku, namun bukannya aku sudah melepaskan anaknya seperti apa yang selama ini ia mau, lalu dimana salahku..." Shirleen mulai mengungkapkan apa yang ada difikirannya saat ini.


"Belum puaskah ia menyakitiku, menghancurkan rumah tanggaku dengan mengenalkan wanita lain pada suamiku, lalu segala penghianatan itu terjadi, itu sudah direncanakan olehnya Jason, kenapa... Kenapa dia bisa bertindak seperti itu, aku tidak akan mengganggunya lagi Jason, tapi setidaknya jangan lagi mengusikku, aku sudah melepaskan anaknya Jason..." Shirleen kini mulai meracau tak terkendali.


Jason lalu memegang tangan Shirleen untuk menenangkannya, namun Shirleen memberontak perlakuan Jason dan dengan terpaksa Jason harus memeluk Shirleen dengan paksaan, karena Shirleen sudah tidak bisa mengendalikan dirinya lagi.


"By, sayang... tenang... jangan seperti ini, aku sakit By liat kamu kayak gini" Jason merasakan begitu sakit dihatinya melihat pujaan hatinya meratapi nasibnya yang tidak beruntung karena ulah sang mertua dakjal.


Shirleen masih terus menangis dalam pelukan Jason.


"Kamu harus kuat By, mereka akan tertawa liat kamu kayak gini" Jason mengusap punggung Shirleen.


Namun beberapa saat kemudian, tangisan Shirleen berhenti, tidak ada lagi suara Shirleen membuat Jason melonggarkan pelukannya dan melihat wajah Shirleen, nampak Shirleen telah terkulai lemas, Jason bingung ia berfikir apakah Shirleen tertidur atau pingsan karena dua keadaan ini sangat memungkinkan jika orang sudah lelah menangis.


Ia menepuk pelan pipi Shirleen, namun Shirleen tidak kunjung bangun, dan ia menyadari Shirleen kini bukan tertidur namun pingsan.


Ia begitu panik melihat Shirleen tidak kunjung bangun.


"Sayang, hey hey, By, By, bangun jangan seperti ini By, By hey... Shirleen..." Jason memanggil Shirleen namun Shirleen masih tidak kunjung bangun.


Lalu ia membaringkan Shirleen disofa, dan memanggil Misca untuk meminta minyak kayu putih. Misca yang selesai mandi pun memberikan minyak kayu putihnya dan memberikan pada Jason tanpa bertanya, ia belum cukup mengerti untuk ukuran masalah orang dewasa.


Jason segera memakaikan minyak kayu putih di hidung Shirleen, di tangan dan kaki Shirleen, memijit pelipisnya pelan, dan menepuk nepuk pipi Shirleen. Shirleen pun memubuka matanya perlahan, samar-samar ia melihat wajah panik Jason, dan ia tersadar ternyata apa yang ia alami memang benar terjadi, hatinya kembali sakit.


"By, jangan seperti ini, aku bisa membunuh orang kalau kamu tersiksa seperti ini" Jason berkata dengan raut wajah kecemasannya.


"Hah" Shirleen yang baru tersadar pun terkejut, pasalnya apa hubungannya ia yang pingsan dan jason yang akan membunuh orang. Ia belum bisa mencerna apa yang dikatakan Jason dengan baik saat ini.


Jason beranjak menuju dapur mengambilkan Shirleen air minum, Ia kembali membawa nampan berisi air putih dan memberikan pada Shirleen.


Shirleen menghangat, ternyata bocah tengil dihadapannya ini begitu perhatian kepadanya, namun lagi-lagi ia segera menepis perasaannya.


Bersambung...