Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Langkah yang diambil Mama Mila II


"Aku akan pergi jika itu yang terbaik untuk Jason Ma" Ucap Shirleen lirih, mulutnya berkata demikian namun tidak dengan hatinya.


"Aku tidak bisa mengancam hidupku jika Jason memang benar seperti itu Ma"


"Ma... Tolong katakan, sebenarnya apa yang dikatakan Papa itu tidak benar kan" Shirleen masih enggan percaya mendengar kabar kekasihnya adalah orang yang sangat keji seperti apa yang dituturkan Pak Adrian.


Mama Mila dalam kondisi serba salah, ia juga tidak yakin mengingat ia sudah mendengar kabar putranya sudah banyak mengendalikan kehidupan orang lain, bahkan yang ia tidak ingin dengar pun anaknya tidak segan membunuh rival yang bermasalah dengannya.


"Shirleen dengar Mama, Mama tanya, siapa Jason bagimu ?" tanya Mama Mila.


Shirleen membeku, nama Jason kini sudah bersemayam dihatinya, iya yakin akan itu.


Namun jika ia mengatakan tidak, mungkin akan lebih baik.


"Shirleen sayang, lepaskan semuanya, lepaskan pemikiran siapa Jason sebenarnya, Mama tanya hanya dengan pertimbangan sifat baik buruknya anak Mama, selama ini setelah melalui semuanya bersama, bagaimana perasaanmu pada Jason, sekali lagi kau harus memberi jawaban tanpa melihat siapa Jason sebenarnya" Tanya Mama Mila, ia ingin mendengar jawaban dari calon mantunya ini, barulah ia bisa bertindak seperti apa setelahnya.


Shirleen mendesah berat, kalau sudah begini, mengapa seperti kebahagiaan tidak pernah layak bersamanya.


Lama keduanya terdiam disaksikan Ipah yang sedang menjaga tidur Jacob tak jauh dari mereka sambil melirik kearah keduanya. Ia tidak ingin mendengar, tapi jarak yang lumayan dekat seolah memaksa telinganya terlibat.


"Aku... Aku, aaakku ya itu Ma, aku sama Jason sudah tunangan, seperti layaknya hubungan kami, aku pun memiliki harapan besar untuk kedepannya hidup dengan orang yang aku cintai Ma" suara parau Shirleen seperti berat mengatakan itu.


"Mama Tanya, apa kamu menyetujui niat Jason untuk menikahimu setelah Jacob lahir ?" Mama Mila memilih menanyakan itu, kalau jawaban Shirleen Ya berarti ia sudah tau langkah yang akan ia ambil.


"Aku, aku mencintai Jason Ma" Shirleen sudah menangis, ia bahkan memeluk Mama kekasihnya itu, ia tumpahkan segala kegundahannya, ia tidak bisa menahan lagi, ia tidak sanggup menahan ini sendirian, rasanya terlalu berat jika harus berpisah.


Melihat tindakan Shirleen yang seperti itu, seharusnya Mama Mila sudah mengetahui seberapa besar cinta keduanya.


"Apa itu salah Ma, kenapa tidak ada bahagia untukku" Shirleen mulai menyampaikan keluh kesahnya di sandaran bahu Mama Mila.


"Aku mencintai dia Ma, berapa kali aku menghindar dari rasa ini saat Jason mendekatiku, Mama tau berapa kali aku menolaknya, aku menutup hatiku untuknya karena kisah yang pernah gagal, hingga akhirnya aku sadar, aku menyadari aku sudah jatuh cinta Ma, aku mencintai dia Ma" Tangis Shirleen pecah, bahunya bergetar, ia terisak hebat.


Inilah yang ia butuhkan, ia yang rapuh ini butuh pelukan, butuh rangkulan, butuh didengarkan, ia butuh semua itu untuk sekedar menguatkannya, dan ia butuh itu agar ia tetap waras.


"Ya... Mama tau, mama sangat mengetahui itu" ucap Mama Mila pelan sambil terus mengusap lembut belakang Shirleen.


"Sekarang Mama tau apa yang harus kita lalukan" ucap Mama Mila lagi saat Shirleen sudah melonggarkan pelukannya.


"Maksud Mama ?"


"Dengar Mama, jika kamu benar-benar mencintai anak Mama, kamu harus berjuang sekali lagi"


"Berjuang, berjuang sekali lagi, maksud Mama apa ?" Shirleen tidak mengerti, baru saja Papa Jason menyuruhnya untuk meninggalkan putra mereka yang katanya dengan dalih demi kebaikan sang putra, namun mengapa Mama Jason menyuruhnya untuk berjuang sekali lagi, perjuangan apa lagi yang lebih baik, yang akan ia lakukan selain pergi dari hidup Jason selamanya, itu kan yang tadi Pak Adrian katakan, kata-kata yang teramat menusuk relung hatinya hingga hati itu hancur berkeping-keping.


"Sayang, dengar Mama, kita harus bisa merubah Jason, Mama punya rencana, kau turutilah apa keinginan Papa Jason, pergilah dari hidup Jason, tapi bukan untuk selamanya, hanya sementara, Mama yakin saat Jason kehilanganmu ia akan pelan-pelan menyadari bahwa apa yang telah ia lakukan selama ini itu salah"


"Hanya sementara, maksud Mama ?" Shirleen masih belum bisa mencerna niat Mama Mila dengan baik.


"Begini, kau beri ia kesempatan untuk berubah, beri kesempatan ia untuk merenungi hidupnya, dan beri ia harapan untuk seolah-olah kau akan kembali, Mama yakin Jason pasti bisa" ucap Mama Mila, walau ia tidak yakin ini akan berhasil, tapi baginya ini adalah cara terakhir.


"Seperti pergi namun tetap meninggalkan bekas dihati" ucapnya lagi.


Shirleen mengangguk paham, dengan begitu ia bisa merubah Jason walau ia harus pergi dengan harapan Jason masih mencintainya saat ia kembali.


Tunggu aku By, aku akan menemuimu jika kau berhasil merubah dirimu.


Flashback off.


Dan terbitlah sebuah surat yang saat ini Jason genggam, surat yang akan menguatkannya. Shirleen sebenarnya tidak benar-benar pergi, ia selalu dihati walau raga mereka jauh berpisah.


Surat itu Shirleen berikan pada Mama Mila, saat sehari sebelum kejadian.


Sebenarnya tanpa sepengetahuan Jason dan Papanya, ia dan Mama Mila sudah mempersiapkan segalanya.


Termasuk adegan seolah-olah Shirleen sangat trauma melihat kebejatan Jason, yaaah drama mereka mainkan dimulai dari peristiwa itu.


Bersambung...


Like, koment, gift, dan vote.