
"Kamu cantik sekali By!" ucap Jason. Menatap Shirleen penuh cinta, Shirleen tidak percaya malam ini mereka benar-benar mengadakan makan malam romantis di balkon kamar mereka.
Bahkan Jacob dan Misca sudah diantarkan terlebih dahulu oleh Jason bersama dengan Ipah ke rumah orang tuanya.
"Aku tersanjung!" sahut Shirleen.
"Ada acara apa sih By? Hemm, anniversary kayaknya belum deh, kenapa?" tanya Shirleen.
"Kenapa? Kenapa harus kenapa? Memangnya nggak boleh aku romantis kayak gini?" tanya balik Jason.
"Yaaa boleh, tapi setidaknya kali aja ada alasan!"
"Tidak, aku hanya ingin menghabiskan waktu berdua denganmu malam ini, mendengarmu meneriakkan namaku dan..."
"By..." wajah Shirleen memerah, tolong... Dirinya mengerti apa yang dimaksudkan Jason, namun meski begitu mengapa rasanya masih saja malu.
"Dan sekarang, mari makanlah, spesial untuk istri cantikku!" Jason menyuruh Shirleen makan, dirinya menyuapkan potongan Salmon en Croute sebagai menu makan malam mereka pada Shirleen.
Shirleen tidak tau kapan Jason menyiapkan semua ini, suaminya itu sedikit misterius, karena satu jam yang lalu tidak terjadi apapun di balkon kamar mereka, namun apa yang terjadi kini? Jason sudah menyulap balkon mereka menjadi tempat yang begitu romantis dengan tema candle light dinner, Jason memang sungguh penuh kejutan.
"Kau sungguh penuh kejutan By!" puji Shirleen.
"Kau suka?" tanya Jason.
Shirleen mengangguk, sudah lama sekali rasanya dirinya tidak kencan manis begini dengan suaminya.
Long dress dengan belahan samping yang tinggi itu mampu mengekspose paha mulus Shirleen, pemilihan busana yang sangat tepat, Shirleen nampak begitu cantik dan mempesona malam ini.
Makan malam mereka lewati dengan perbincangan ringan tentang seputar parenting, saling melempar senyuman kadang diselingi oleh gombalan Jason yang tak habis-habisnya menggoda Shirleen.
"Kamu tuh ya, nggak tau malu banget, pasti Mas Athar mikirnya udah macem-macem kan, liat bantal ditumpuk gitu, tempat tidur acak-acakan!" ucap Shirleen, mereka sedang membahas kejadian di rumah sakit waktu itu.
"Apa peduliku?" ucap Jason santai. Yah, apa peduli Jason, bodo amat! Bahkan memang itulah yang dirinya inginkan, melihat Athar yang pastinya merasa tidak nyaman karena kenyataannya kehadirannya hanya mengganggu.
"Ish By, bukannya waktu itu udah aku beresin!" protes Shirleen.
"Aku hanya ingin mantan suamimu itu tau, bahwa kedatangannya sangat tidak tepat!" ucap Jason, dirinya mengambil desert untuk menetralkan rasa kesalnya, kesal pada sang istri yang secara tidak langsung masih saja memikirkan perasaan Athar si mantan suami.
Shirleen menghela nafasnya pelan, sudahi saja, mengalah saja, biarkan saja, berdebat dengan Jason jika untuk masalah hati pasti tidak akan pernah ada habisnya, Jason terlalu perasa dan pencemburu, mengajaknya beradu pendapat hanya akan memperburuk suasana hati Jason.
"Kau puas?" tanya Shirleen, kali ini diiringi tawa renyah supaya keadaan bisa menjadi lebih baik.
"Aku masih bisa melakukan lebih!" ucap Jason tanpa dosa.
"Yah lakukan saja!" tantang Shirleen.
"Kau tau, kau manis sekali By jika sedang menantangku begitu, aku jadi memikirkan sesuatu!" ucap Jason, dia mendekati istrinya, mata mereka bertemu, Jason memberikan minuman pada Shirleen sebagai penutup makan malam mereka supaya tenggorokan Shirleen aman saja.
"Apa?" tanya Shirleen tanpa ragu.
"Cup!" Jason mengecup candunya dengan sigap, dirinya tidak akan melepaskan Shirleen malam ini.
Jason membawa Shirleen masuk ke kamar mereka, dirinya ingin memulai acara inti yang sudah direncanakannya.
Shirleen selalu saja terbuai, ia menatap lekat sang suami, malam ini dirinya juga akan membahagiakan Jasonnya dengan sepenuh hati.
"Apa ini By!" Shirleen kembali menegang, kala melihat apa yang sudah terjadi dengan kamarnya, seingatnya tadi saat dirinya berada di kamar dan lalu menuju balkon untuk merayakan makan malam, kamarnya itu tampak masih biasa saja.
Namun kali ini, entah bagaimana Jason melakukannya, kamar itu sudah di sulap seperti kamar pengantin baru, taburan kelopak bunga mawar berbentuk hati menghiasi seprei putih yang entah kapan sudah diganti.
"Kenapa?" tanya Jason.
"Kau melakukan semua ini, aku tidak tau sama sekali bagaimana bisa kau melakukan semua ini, bagaimana bisa kau mempersiapkan semua ini dengan cepat, apa lagi sesempurna ini." ucap Shirleen takjub.
"Mau minum?" tanya Jason. Dirinya menuangkan wine yang sudah tersedia di meja sofa, sementara untuk Shirleen, suaminya itu malah beralih ke susu hamil yang ternyata juga sudah disiapkan oleh Jason, ruang kamar telah dihias dengan mendominasi warna merah, pencahayaan yang redup akan menambah gairah keduanya malam ini.
"Malam ini kau milikku By!" ucap Jason.
Shirleen tersenyum, dirinya mengangguk pelan, sudah tentu, dirinya juga pasti akan sangat menikmati segala kebersamaan ini.
Dengan malas namun mau tak mau Shirleen mengambil satu gelas susu hamil yang diberikan Jason.
"Aku pikir kau akan memberikan aku wine juga By!" ucap Shirleen.
"Tidak, aku tidak mau terjadi sesuatu dengan bayiku!" ucap Jason.
"Tapi ini tidak cocok sekali, aku diberikan minuman rasa stroberi ini, ini kan acara romantis!" dengus Shirleen kesal.
"Masih saja memikirkan itu, kau akan menikmatinya nanti, aku memang menyiapkan wine ini untuk kita!" Jason mengedipkan matanya genit, dia sudah memikirkan sesuatu di kepalanya.
"Bukannya tidak boleh?" tanya Shirleen.
"Tidak boleh jika diminum!"
"Maksudnya?"
"By, mau mencoba sesuatu?" tanya balik Jason.
"Apa?"
"Percayalah, akan sangat menyenangkan!" yakin Jason.
"Kau jangan macam-macam By?"
Jasin beralih pada perut Shirleen, dirinya mencium lembut perut buncit istrinya itu, mengusapnya sayang memberikan sedikit sentuhan hingga Shirleen pelan terbuai.
Dalam kenikmatan Shirleen tidak menyadari kalau tubuhnya sudah diangkat oleh Jason menuju pembaringan.
"I love you By!" seru Jason.
"I love you too By!" sahut Shirleen.
"Kau ingin mencobanya?" tanya Jason lagi.
Shirleen yang sedang berada pada node terbuai itu pun jelas saja mengangguk tanpa pemikiran curiga sedikitpun, dirinya sudah pasrah, Shirleen hanya tau dirinya akan merasakan kenikmatan malam ini saat menyatu dengan suaminya.
Jason ******* bibir istrinya, memberikan sensasi ciuman lembut namun menuntut, seringnya berciuman membuat keduanya sudah sama-sama lihai melakukannya.
Hembusan nafas keduanya terdengar bersahutan, ciuman penuh gairah, mendebarkan, dan tentunya penuh cinta.
"Kau semakin handal By!" puji Jason saat dirinya melepaskan sebentar ciumannya lalu kemudian mulai lagi.
Tangan Jason mulai nakal, jari-jari itu mulai menari mencari-cari sesuatu untuk digenggam, Shirleen masih memakai long dress, jadi sedikit sulit untuk mencapai dua bukit yang rencananya akan dirinya daki itu.
Jason menjamah dan mere*mas bukit kembar itu dari luar, sembari terus melancarkan ciumannya, malam ini dirinya akan memuaskan hastr*tnya pada istri tercinta, setelah melewati berbagai masalah bisakah dirinya mencapai kenikmatan surga dunia bersama istrinya.
Bersambung...
*
*
*
Like, koment, and Vote !!!