Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Kejutan Pagi


"Kamu mau kemana lagi nak" Mama Mila bertanya saat melihat putranya melewatinya seperti hendak pergi lagi.


"Hari ini aku akan tidur di apartemenku Ma, aku sudah membeli unit apartemen di sebelah unitnya Shirleen" Jawab Jason.


"Ya ampun nak, sebegitunya" Mama Mila terperangah mendengar jawaban Jason, haruskah seperti itu baginya


"Pa, anakmu itu bener-bener" Mama mila kini mengadukan Jason pada suaminya.


"heemm, biarkanlah Ma, ia baru sekali merasakan jatuh cinta, lagian wanita itu juga sudah akan bercerai" sungguh diluar dugaan Jason, Jason langsung menoleh kearah Papanya karena tiba-tiba sang papa membelanya.


"Pa, kok dibiarin sih" Mamanya tidak setuju, baginya Shirleen masih banyak luka saat ini, Shirleen harus mengistirahatkan hatinya dahulu.


"Tenang saja Pa Ma, aku hanya tidur di apartemenku, tidak akan mengganggunya, aku akan menemuinya besok pagi" ucap Jason meyakinkan.


"Ya udah, jangan bertindak melebihi batas, walaupun ia sudah pernah menikah tapi tetap saja jaga batasanmu" Mama Mila memperingati anaknya itu.


"iya Ma" Jason pun mengecup pipi mamanya dan keluar dari rumahnya.


Kini ia sudah berada di kamar apartemennya, namun seharian ini ia tidak melihat pujaan hatinya itu, ia sangat mengantuk namun ia tidak bisa tidur.


Ia pun berniat untuk menemui Shirleen disebelah, meski hari sudah larut malam namun ia tidak bisa menahan rindunya itu sampai pagi.


Ia menekan bel apartemen Shirleen, tidak ada sahutan, ia lalu membuka pintu dengan caranya. Sungguh Jason memang cocok jadi maling.


Sepi, seperti itulah keadaan apartemen Shirleen, dibukanya pintu kamar Shirleen yang ternyata tidak terkunci, terlihat Shirleen sedang tidur pulas mengenakan daster rumahan yang sedikit tersingkap dibagian dadanya. Jason pun harus meneguk salivanya melihat pemandangan yang menggoda imannya.


Ia berjalan mendekati Shirleen, menunduk dan melihat setiap inci wajah wanita yang sudah ia klaim menjadi kekasihnya itu. Diusapnya pipi Shirleen, ia begitu mengagumi wanita didepannya itu bagaimana mungkin rasanya ia dan Shirleen terpaut sebelas tahun, wajah Shirleen yang begitu cantik ternyata tidak termakan usia, yah wanita didepannya ini lebih cocok untuk jadi tantenya, namun ia malah jatuh cinta saat pandangan pertama.


Ia lalu naik ke ranjang dan mulai membaringkan dirinya disebelah Shirleen, ia memeluk tubuh Shirleen dari belakang, dibenamkan wajahnya di ceruk leher Shirleen, senyumnya mengembang saat menghirup aroma tubuh Shirleen yang begitu wangi, Shirleen pun menggeliat merasa terganggu tidurnya.


Pikirannya mulai menerawang, ia sudah tidak sabar menjadikan Shirleen miliknya, ia ingin seperti ini saja rasanya.


Tanpa ia sadari, kantuk mulai menyerangnya, ia pun tertidur dikamar Shirleen, dengan posisi memeluk Shirleen dari belakang. Dua insan yang berbeda perasaan itu tidak menyadari apa yang telah terjadi. Sekali lagi Jason melupakan batasannya.


Ia merasakan berat ditubuhnya, samar-samar ia melihat sebuah tangan kekar yang melingkar dibadannya, ia langsung membuka matanya lebar-lebar, menyingkirkan tangan kekar itu dan berbalik melihat empuhnya.


Alangkah terkejutnya ia, Jason lagi batinnya.


Fix, Jason memang gila.


Ia pun membangunkan Jason yang dengan tanpa dosa tidur dikamar orang tanpa permisi, ia mengguncang kasar tubuh Jason. Jason pun terbangun dan alangkah terkejutnya ia begitu bangun telah disuguhkan wajah Shirleen yang amat menakutkan baginya.


Ia meneguk salivanya saat ini, namun kali ini bukan tergoda oleh Shirleen tapi karena ia takut wajah Shirleen sudah seperti ingin mecabik-cabiknya.


Tidak ada yang bisa ia lakukan, ia hanya bisa memberikan senyum termanisnya berharap Shirleen akan luluh seperti wanita pada umumnya, namun sayang itu tidak berhasil.


"Sudahlah terima saja kalau malaikat pencabut nyawa ini mau marah, toh semuanya sudah terjadi tetap saja aku yang menang, hahaha" Batin Jason


Ia kini mengubah ekspresi wajahnya menjadi santai, tampaknya Jason yang tengil sudah kembali ketubuhnya.


"Yaelah By, cuma peluk doang, belum aku buntingin !" ucap mesum Jason dengan tanpa dosa. bahkan ia masih sempat mengedipkan matanya genit.


"Kamu... Errrrgghh" Shirleen begitu geram akan tingah Jason yang suka semaunya.


Bersambung...


*


*


*


***Hai readers jangan lupa dukungannya drngan like, koment, dan vote yaaa


Selamat membaca semoga terhibur***...