Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Oh Selena


Lisa nampak membeku ditempatnya kala saat membukakan pintu, ia mendapati dua anggota kepolisian berdiri di depan pintunya.


"Saudara Ralisa Imanuella Syarif ?" Tanya salah satu Polisi.


"Ya, ada apa yaaa ?" Lisa masih dengan sandiwaranya, ia bersikap seolah tidak tau apa-apa.


"Anda harus ikut kami ke kantor, kasus yang menimpa saudara Selena Asyifa mengarah pada anda, ini surat perintah untuk kami membawa anda, anda sudah ditetapkan sebagai saksi dan harus menjelaskan perkaranya di kantor"


"Lho, kok saya sih Pak, saya aja nggak kenal dengan Selena Asyifa" elak Lisa.


"Silahkan menjelaskannya di kantor polisi nanti" ucap Pak Polisi.


Lisa hanya bisa pasrah dan mencoba mengikuti permainannya.


Ia tidak habis pikir, rasanya ia telah bermain secara bersih, namun kenapa ia bisa sampai terlibat juga sekarang.


Sementara di lain tempat, seorang wanita muda baru saja terbangun dari pingsannya. Ia mengerjabkan matanya, kini ia berada di ruangan gelap ditemani cahaya lampu yang temaram. Kaki dan tangannya terikat disebuah kursi yang sedang ia duduki. Ia berteriak meminta tolong namun tidak ada siapapun nampaknya, hanya pantulan suaranya sajalah yang kembali menyahutinya.


Ia mulai menerka apa yang terjadi padanya, ia mengingat saat terakhir ia dalam keadaan sadar sebelum berakhir ditempat ini.


Apakah ini ulah wanita itu lagi


Sekelebat bayangan sosok yang menganiayanya muncul memenuhi otaknya, apakah ia telah membuat marah wanita sinting itu dengan mengunggah vidio dirinya yang mengaku dianiaya di sosial media. Apakah aku sedang diculik olehnya saat ini pikir Selena.


Yah wanita muda itu pastinya adalah Selena Asyifa, yang akan menjadi korban permainan gila Jason selanjutnya.


Dasar sinting, dia sungguh tidak waras.


Lama Selena menunggu, pikirnya hanya tertuju pada wanita fans Jason yang ia pikir telah menculiknya kali ini, ia sudah letih berteriak meminta tolong, namun nampaknya disana tidak ada tanda tanda kehidupan.


Tak tak tak.


Langkah sepatu seseorang serasa memasuki ruangan itu. Selena dengan cepat mendongakkan kepalanya menoleh kearah sumber suara.


Deg...


Sang idola yang tengah digosipkan memiliki kedekatan dengannya, kini makin mendekat kearahnya.


"Sudah cukup mengambil keuntungan atas nama gue ?" tanya Jason dingin.


Selena terdiam, ia tidak berani untuk menjawab, bahkan menatap Jason pun saat ini adalah hal yang paling ia takutkan.


"Belum ?" tanya Jason lagi.


Wanita itu masih diam, ia seakan lumpuh otak dalam sekejap.


"Senang bukan, digosipin dengan gue ?"


Hening, hening dan hening, hanya ada keheningan yang melengkapi aura panas diruangan bawah tanah itu, membuat suasana semangkin mencekam.


"Bagaimana kalau gue minta komisi dari lo, semacam membayar segala yang lo udah dapat !"


"Heh, bahkan sekarang lo hanya bisa diam, sedangkan gue ngoceh sedari tadi, lo tau, lo beruntung bisa dengerin gue bicara banyak kek gini".


"Heh" Jason menyeringai "Gue mau darah" Tatapan membunuh Jason mampu menyesakkan dada Selena. Seakan nafas berhenti saat itu juga kakinya kini sudah gemetaran bukan main.


"Aa apa maksud lo ?" tanya Selena lagi, ia semakin takut ternyata berurusan dengan Jason lebih menakutkan dari penganiayaan fansnya tempo hari.


"Lo pasti udah tau hidup gue gak suka disentuh, rumor itu sudah beredar luas di kalangan masyarakat yang mengenal gue dan mungkin juga termasuk lo"


"Gue akan liatin secara gratis buat lo, bukti bahwa rumor itu ternyata emang benar"


Selena tertunduk, dalam diamnya ia terisak, ia sungguh tidak menyangka niatnya mendekati Jason akan begini jadinya, nyalinya yang hanya sebesar kotoran kuku itu tidak mampu membela dirinya.


Jason menepuk tangannya dua kali sebagai isyarat untuk pengawalnya.


Dilihatnya salah satu pengawalnya itu mulai menghidupkan layar besar yang entah kapan sudah berada didepan Selena.


"Aapa ini ?" Selena memberanikan diri menanyakan apa yang akan dilakukan Jason.


"Apa ? Memangnya lo mikirin apa ? Santai aja kali gue hanya ingin nonton film bareng lo !" Jawab Jason santai tanpa beban.


Sebuah film tentang penyiksaan manusia kini diputar pada layar lebar didepan Selena. Terlihat jelas bagaimana si pelaku memutilasi korbannya, menyayat memotong motong tubuh korban dengan bringas tanpa belas kasih.


Selena meneguk salivanya dengan berat, tenggorokannya terasa tercekat, hawa panas kini menyerang seluruh tubuhnya.


Apa maksudnya dia mau darah, gue bakalan berakhir kayak gini.


Selena bergidik ngeri, ia melihat Jason nampak santai menikmati tontonan dihadapannya. ia berada duduk tepat disamping Selena.


"Lo tau gue paling suka segala hal yang berbau darah" ucap Jason tiba-tiba seketika membuat jantung Selena marathon.


Benar kan, apa gue beneran bakal dimutilasi.


Selena nampak gugup, ia tidak berani menatap film yang sedang diputar ataupun Jason, keduanya sama-sama menyeramkan.


"Kenapa, sepertinya lo gugup, rileks saja, mau minum ?" Jason menawarkan minum untuk Selena.


Selena yang merasa sudah sangat kering tenggorokannya itu tanpa curiga meminum air mineral yang Jason tawarkan.


Jason menyeringai saat Selena sudah menghabiskan minumnya.


Aaah lo membuatnya lebih mudah ! Batin Jason.


Bersambung...


*


*


*


***Hai readers, jangan lupa dukung cerita ini dengan like, koment, dan vote yaaa


Happy reading*** !!!