Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Resepsi.


Dasar cowok...


"Apa kok liatin gue sampe segitunya ?"


"Mas Dareen, besok kan acara resepsinya si Jason temen Mas Dareen itu..."


"Hemm terus ?" tanya Dareen malah memotong ucapan Sri.


"Ih dengerin dulu kali Mas"


"Iya kenapa emangnya sama Jason ?"


"Sebenarnya aku nggak punya baju buat pergi ke acaranya lho Mas, mau pinjam gamis punya Ibu tapi nggak bakalan muat" ucap Sri malu-malu, ia sebenarnya malas meminta, dia pun ada kok uangnya jika hanya sekedar mau membeli baju atau gamis baru, tapi masalahnya bukan karena uang, tapi ia harus izin suami dulu untuk pergi berbelanja, selain karena kewajiban namun juga karena ia tidak tau seluk beluk yang namanya Jakarta ditambah kalau bisa dia ingin pergi bersama suaminya juga.


"Heemm kirain apaan, gitu aja tinggal bilang kali Sri" ucap Dareen, teryata simpel sekali alasan kegelisahan istrinya itu dari pagi tadi.


"Ya aku kan malu Mas"


"Ya udah ayok, ini titip Fahira sama Ibu, jangan diajak dia masih rentan" ujar Dareen.


"Tunggu ya Mas"


Sri pun segera membawa Fahira ke dapur, karena tadi ia sempat melihat mertuanya itu sedang berada di dapur entah apa yang dilakukan.


...#############...


Besoknya di rumah Jason dan Shirleen.


Warna putih dan hijau serta hijau pastel terlihat dominan memenuhi halaman rumah Jason dan Shirleen, mereka berdua memang sengaja nengadakan resepsi pernikahan mereka di rumah, halaman yang sangat luas bisa mereka gunakan sebaik-baiknya, apa lagi tema yang mereka pilih adalah garden.


Shirleen tampak sangat cantik, sangat serasi disandingkan dengan Jason yang tampan dan juga gagah, pasangan beda usia itu terlihat bisa mengimbangi, umur bukan masalah bagi mereka.


Shirleen masih bisa di katakan seperti anak kuliahan meski sebentar lagi umurnya memasuki kepala tiga, dan Jason ia bisa mengimbangi istrinya dengan gaya busana seperti itu siapa juga yang akan mengira bahwa mempelai prianya baru saja akan lulus SMA.


"Kamu kenapa Wen, dari tadi pucat gitu ?" tanya Shirleen, saat ini ia, Weni dan tim MUA sedang berada di kamar Shirleen, Weni sedang mengatur gaun pengantin yang sedang dikenakan Shirleen, banyak yang memuji hasil karyanya, sebenarnya ia beruntung sekali bisa bertemu dengan MUA yang merias Shirleen, karena MUA tersebut adalah MUA paling banyak diminati para kalangan artis dan sudah terkenal dimana-mana, sehingga saat mereka mengatakan akan membantu promo bisnis butiknya ia harusnya bisa berbangga hati, namun karena kondisi hatinya sedang tidak bersahabat ia hanya bisa menanggapi dengan senyum seadanya. Selebihnya ia tampak murung.


"Nggak papa, kamu udah nikah dua kali, nah aku satu aja belum" Dusta Weni sambil cengengesan tidak jelas, ia tidak ingin menambah beban Shirleen, hanya karena kegundah gulanaan hatinya.


"Heemm kirain apaan, seharusnya kan situ ikut bahagia mbak" ucap asisten MUA yang sedang membenarkan riasan Shirleen agar supaya terlihat lebih sempurna.


"Ya ini juga saya bahagia Mbak, gak mungkin kali saya nggak bahagia" ucap Weni, ia tidak mungkin tidak bahagia atas pernikahan sahabatnya, baginya Shirleen terlalu banyak menderita, sudahlah semoga kebahagiaan selalu berlimpah pada Shirleen ucapnya dalam hati.


"Bukannya kalau ditanya soal nikah, kamu selalu bilang akan menikah kalau sudah waktunya" ucap Shirleen, ia mengulang apa yang sering dikatakan Weni saat ditanya perihal kapan akan menikah.


"Len, aku disini aja yaaa, aku pusing banget ini" ucap Weni mengalihkan topik.


Sebenarnya Weni malas sekali jika harus bertemu Yudha lagi di acara Shirleen nanti, apa lagi mengingat kejadian kemarin, ia bergidik ngeri membayangkannya.


"Lho kok gitu, katanya kan mau dampingin aku, ah kamu mah" protes Shirleen, Weni sudah janji padanya akan menemaninya nanti dan mengantarkannya pada Jason.


"Kamu diantar Mama Nena aja yaaa, aku pusing banget ini Len" untuk melancarkan aksi bohongnya, Weni malah sudah bersikap seakan lemas seperti tidak makan seharian.


"Emang pusing banget yaaa, disini ada dokter Eri kalau kamu mau aku bisa suruh Ipah panggilin" tanya Shirleen.


"Iya, awas jangan sampe ileran" canda Shirleen.


"Dih aku mah bersih ya, kamu aja yang jorok" balas Weni nggak mau kalah, ia menuju ranjang Shirleen dan langsung merebahkan diri.


Tak lama Shirleen pun turun menghampiri Jason, tidak banyak acara yang di gelar, mereka hanya sekedar menjadi pengantin saja.


Tamu undangan mulai berdatangan, Jason dan Shirleen sudah siap menjadi pajangan satu hari penuh karena acara ini memang akan diselenggarakan sampai malam harinya nanti.


Jacob anteng bersama Ipah dan Misca, sementara Mama Nena dan Mama Mila sibuk mengurus apa saja bersama juga keluarga Shirleen dari Turki, Mama Nena juga bertambah profesi menjadi penerjemah.


"Aku mulai pegel nih By" ucap Shirleen, baru juga sekitar tiga jam mereka berdua berada dipelaminan, namun Shirleen sudah mengeluh.


Jason mengganti heels yang dikenakan Shirleen dengan sandal jepit yang sudah ia siapkan, atas saran Shakira ia bisa mengantisipasi hal sekecil itu.


"Kok kamu bisa nyiapin sih" tanya Shirleen, saat ia sudah selesai mengganti alas kakinya.


"Kata Shakira, wanita itu suka pegel kalo lama-lama pake heels, jadi deh aku siapin ini" jawab Jason.


"Oohh jadi karena Shakira, kirain kemauan dari pemikiran kamu sendiri" sindir Shirleen.


"Ya bukan gitu By, ya aku memang nanya sama Shakira biasanya cewek itu apa keluhannya, aku kan harus nanya sama siapa kalau bukan sama dia, dia itu temen cewekku satu-satunya, dan lagi aku nanya atas dasar kesadaran aku sendiri kok untuk kebaikan kamu" bela Jason pada dirinya, jangan sampai ada kesalahpahaman diantara mereka, ia masih ingin mengambil banyak foto pernikahan mereka, Shirleen kalau sudah marah susah dibujuk.


"Kenapa nggak tanya aku langsung" tanya Shirleen, ekspresi wajahnya sudah cemberut.


"Yaelah By, pikirnya aku itu mau bikin hal kecil sederhana namun berkesan, hari ini kan hari spesial kita, hal apa coba yang bisa kamu inget moment selain ciuman plus cip*kan sama aku" ucap tengil Jason masih sempat-sempatnya.


"Jason malu tau, gimana kalau ada yang denger" bisik Shirleen, ia begitu heran, jika menyangkut hal mesum suaminya ini memang tidak ada malu-malunya.


"Ya nggak papa kali By, udah sah juga"


"By..."


"Iya maaf" ucap Jason, salah lagi pikirnya.


"Masih marah nggak ?" tanya Jason lagi, setelah perdebatan mereka tadi terjeda karena adanya tamu yang ingin bersalaman.


"Enggak By, lagian aku cuma becanda kok tadi, aku pecaya kalau sama Shakira" ujar Shirleen.


"Ya iyalah harus percaya, orang dia udah bini orang" ucap ceplos Jason.


"Apa, Shakira udah nikah, sama siapa, kok nggak ngundang aku ?" kaget Shirleen, bagaimana bisa ia tidak diajak kondangan sahabat suaminya itu, dan juga semenjak hari itu Shirleen sudah menganggap Shakira juga temannya, lalu kenapa ia bisa tidak tau Shakira sudah menikah.


Bersambung...


Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...


Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...


Happy reading !!!