Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Lipstik


Sampailah Shirleen di apartemennya, diiringi dengan Jason dibelakang mengendarai motornya.


Dilihatnya wajah kekasihnya itu, datar namun Shirleen masih bisa melihat raut kemarahan yang tertahan disana.


Apa dia sedang cemburu ?


Jason memilih membawa Misca ke kamar untuk menidurkannya. Hal yang sebenarnya adalah ia ingin segera menghindar, kemarahan ini bisa meledak kapan saja.


Kalau ia tidak meninjau cafenya tadi, ia tidak tau sama sekali kalau kekasihnya itu bertemu mantan, entah kemana duo curut yang ia tugaskan mengawasi gerak-gerik Shirleen saat keluar rumah.


Cih, gue rasa memang mau mati dua makhluk itu.


Misca sudah terlelap sempurna, Jason menuju dapur untuk menemui kekasihnya itu. Dilihatnya Shirleen sedang memasak makan siang. Ah iya sepertinya ia akan numpang makan lagi.


"By... Kau masak apa ?" tanya Jason yang kini sudah memeluk Shirleen dari belakang.


"Masak ayam mentega, nanti kamu cobain yah"


"Heemm... Apa sudah akan selesai ?"


"Sebentar lagi, kenapa kau lapar ?"


"Iya, aku sangat lapar saat ini !" Jawab Jason dengan seringainya.


Baru saja Shirleen mematikan kompornya, Jason sudah menggendong Shirleen bak karung beras menuju kamar, padahal celemek masih terikat dengan baik di pinggangnya.


Jason tidak perduli, ia lapar dan ingin segera memberi Shirleen hukuman.


"By... Apa yang kau lakukan ?" Shirleen meronta di gendongan Jason.


"Shuttt... Diam !!!" Jason kini mendudukkan Shirleen di ranjang dengan tatapan tajamnya hingga mampu membuat Shirleen meneguk salivanya kelat.


"Kau tau apa kesalahanmu ?" tanyanya lagi.


Shirleen menggeleng cepat, ia sungguh tidak tau apa kesalahannya, ia hanya ingin mempertemukan Misca dengan ayah kandungnya, apa itu patut disebut sebuah kesalahan.


"Kau tidak tau ?" Jason semakin medekati Shirleen.


Lagi-lagi Shirleen menggeleng.


Jason mengusap wajahnya kasar, ia ingin marah saat ini, bahkan semua orang tau ia bukanlah orang yang handal dalam menahan kemarahan.


Jason terus mendekati Shirleen, Shirleen menegang karena posisi yang diciptakan Jason. Sudah hampir tidak ada jarak lagi antara mereka berdua.


Dalam keadaan yang genting ini Shirleen memberanikan diri mengungkapkan apa yang ditebaknya. "By... Apa kau sedang cemburu ?"


Sungguh, kalau sampai iya dia cemburu, kenapa aku yang membuat kesalahan, salahkan saja dirinya sendiri yang berlebihan.


"Heeemm" Jawaban Jason sungguh diluar dugaan.


Jason beralih menyandarkan dirinya di kepala ranjang, ia terpejam. Ia benar-benar mencoba menahan amarahnya. Ia menarik nafasnya pelan berkali-kali, sungguh ini tidak baik bagi kesehatan jantungnya, menahan marah kurang lebih sama saja dengan menahan sesuatu yang bergejolak dibawah sana.


Ia menjentikkan jarinya, menyuruh kekasihnya itu mendekat. Dan Shirleen pun menurut.


"Cium aku !"


Sebuah ucapan yang membuat Shirleen melongo.


"Cepat !!!"


Shirleen segera mengecup pipi kanan Jason singkat.


Jason masih memejamkan matanya.


Statusnya saja janda, membedakan ciuman dan kecupan saja payah.


"Cium aku !!!"


Lagi dan lagi Jason membuat Shirleen ujian sabar.


Sabar Shirleen, yang kau hadapi saat ini seorang bocah yang kadang suka tidak tau malu.


Jason membuka matanya, ia melihat wajah Shirleen seperti menahan kesal.


"Aku beri penawaran, cium aku atau kau akan melakukan ini berkali-kali ?" Jason masih memasang raut dinginnya. Ngeri itu yang Shirleen rasakan di aura kamarnya yang tiba-tiba disulap Jason seperti rumah setan.


Shirleen nampak tidak mengerti, ia seakan ingin menguji kemarahan Jason saja, padahal ia sama sekali tidak mengerti arah ucapan Jason.


"Baiklah, kau yang memutuskannya"


Kening Shirleen mengkerut, apa lagi ini batinnya.


"Eemm, lipstik ?" Dengan hati-hati Shirleen menjawab.


"Heemm, ya cepatlah !!!" perintah Jason


Untuk apa si tengil ini membutuhkan lipstik, ada ada saja.


Dalam hatinya menanyakan keganjalan itu, namun ia tetap menurut.


"Ambil yang warna merah terang !" ucap Jason saat melihat Shirleen sedang memilih beberapa lipstiknya.


Shirleen menghembuskan nafasnya kasar, ada apa lagi ini, apakah bocah SMA bermain dengan lipstik sekarang, biasanya tidak kan.


Shirleen memberikan lipstik warna merah menyala miliknya pada Jason, ia sungguh tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Ia tidak bisa mencerna dengan baik pemikirannya untuk apa Jason bermain dengan lipstik.


"Pakai !!!" ucap Jason lagi.


Apa dia menyuruhku memakaikan lipstik ini padanya.


Shirleen membuka lipstiknya, dan hendak mengoleskan ke bibir Jason. Namun Jason segera menangkap pergerakan tangannya.


"Pakai dibibirmu !!!" Jason menatap Shirleen tajam, membuat Shirleen menciut.


Namun Shirleen masih menurut, ia terlalu malas untuk berdebat dengan pacar bocahnya.


Lipstik merah menyala kini sudah bersemayam sexy di bibir manis Shirleen, membuat Jason tersenyum devil.


Jason langsung membuka jaketnya, dan kemudian membuka seragam sekolahnya, hingga terlihat kini tubuhnya yang berisikan roti sobek, dan dada pelukablenya.


"Tunggu, jangan dibuka, kamu mau ngapain sih By ?" tanya Shirleen, ia mulai waspada. Ia ingat kata-kata legendaris dari bang Napi, ingat kejahatan bukan hanya terjadi karena ada niat pelakunya, tapi juga karena adanya kesempatan, dan apa-apaan lagi ini dihadapannya sekarang mungkin Jason ada niat dan juga ada kesempatan. Oh tidak ini tidak bisa dibiarkan.


Otak Shirleen mulai tidak dapat bekerja dengan baik.


"Cium seperti tadi, disini disini disini disini, semuanya" ucap Jason sungguh membuat wajah Shirleen panas dan memerah karena malu, bagaimana tidak Jason menyuruhnya menciumi dada bidangnya keseluruhan.


"Apa itu tidak terlalu berlebihan ?" Shirleen mencoba memberi penawaran.


"Hubungan yang panas, bisa kita mulai sekarang kalau kamu tidak bisa melakukan ini, aku akan dengan senang hati menanamkan bibit unggulku" Jason menyeringai lagi.


Shirleen bergidik ngeri, apa-apaan ini selalu saja seperti ini, ia selalu membisu jika Jason menggodanya dengan seperti itu. Apa yang ingin ia ucapkan serasa ambyar, yang ada ia hanya bisa menurut lagi seperti ini.


Shirleen mulai mengecup singkat dada bidang Jason hingga meninggalkan banyak bekas kemerahan akibat lipstiknya.


"Tambah lagi" ucap Jason yang dapat diartikan warna lipstiknya sudah berkurang kau harus menambahkannya lagi biar lebih terang.


Lagi dan lagi Shirleen menurut.


Hingga terciptalah maha karya Shirleen yang begitu memukau, tubuh Jason kini bak macan tutul berbelang merah menyala. Jason puas sekali rasanya ia mengerjai kekasihnya itu.


Shirleen hanya bisa mengerucutkan bibirnya tanda ia sangat kesal dengan kelakuan Jason yang tak pernah sama sekali ia duga.


Jason yang sungguh tidak tahan melihat bibir Shirleen mengerucut itu menganggur, ia langsung melahap penuh bibir merah menyala Shirleen, ******* lembut benda kenyal itu, manis sekali rasanya. Bibir Shirleen bagai candu baginya.


Shirleen juga membalas, ia lagi-lagi menurut atas tindakan Jason. Tubuhnya seperti tersihir menerima segala perlakuan Jason.


"Terima kasih vitaminnya, manis sekali By" Jason menggoda Shirleen yang kini tampak mengerjabkan mata menetralkan jantungnya. Ia menyudahi ciumannya, karena akan sangat bahaya jika dilanjutkan.


Entah sihir apa yang dituntut Jason hingga Shirleen begitu terbuai.


Oh yang sebenarnya Shirleen tidak pernah mengalami keuwuan ini saat pacaran dengan Athar dahulu.


Apakah seperti ini gaya pacaran anak muda sekarang ?


Mari kita biarkan Shirleen dengan segenap kebingungan dan bibir merahnya.


Bersambung...


*


*


*


***Like, koment, dan vote yaaa


Happy reading*** !!!