
Shirllen merasakan sesak pada tubuhnya, ia terbangun, diliriknya jam didinding kamar, waktu sudah menunjukkan pukul 05:03.
Ia ingin bangkit namun sebuah tangan kekar melingkar di perutnya, dilihatnya wajah seseorang yang membuat hatinya bergetar. Jason, yah mungkin Shirleen sudah sedikit membuka hatinya untuk si bocah tengil yang katanya akan menjadi ayah dari anaknya. Ia tidak ingin Jason mencintai sendirian sebisanya ia akan membalas.
Ia tidak menyangka pertemuannya dengan Jason yang tak begitu baik, akan menjadi awal dari segalanya, ia sampai ditahap ini dan mencoba menerima Jason yang sialnya berondong.
Jason begitu tampan baginya, wajahnya tidak ada kekurangan sedikitpun. sungguh kesempurnaan yang hanya milik Allah, namun mahluk-Nya ini diciptakan mendekati sempurna. Ia sungguh mengagumi ciptaan-Nya yang satu ini, wajar saja para netizen halu begitu menggilainya, dan ia sangat beruntung bisa menjadi seseorang yang ada dihati Jason saat ini.
*Bagaimana manusia sesempurna ini bisa ku katai maling dan orang yang sedang dikejar rentenir saat itu.
Bukannya waktu itu aku sangat setia, sampai tidak ada yang bisa mengalihkanku dari Athar sialan itu.
Setelah dicoba, mudah sekali aku jatuh cinta padanya*.
Namun ia segera tersadar, ia tidak boleh seperti ini, ia telah tidur dengan sengaja bersama kekasihnya ini, sungguh gara-gara si utun ia sampai bertindak diluar batas.
Shirleen lalu bangkit, dan segera mandi untuk sholat subuh terlebih dahulu, setelahnya ia akan menyiapkan sarapan untuk Misca dan kekasihnya.
...##########...
"Astagah Riana, jam segini kamu baru bangun tidur ?" Ibunya Athar saat ini sedang berkunjung kerumah anaknya, ia melihat menantunya itu tampak seperti baru bangun tidur padahal hari sudah menunjukkan pukul 10:15, sungguh kalau begini keadaannya bukankah jauh lebih baik Shirleen.
Riana hanya bisa mendengus kesal melihat kedatangan mertuanya.
Kenapa nenek lampir ini kesini sih, ganggu aja.
Ibunya Athar beralih ke dapur, dilihatnya piring kotor menumpuk, entah apa gerangan yang dilakukan menantunya itu selama dirumah.
"Kau akan membiarkannya seperti ini ?" Kesal Ibunya Athar kini sudah sampai keubun-ubun.
"Ya udah lah bu, biarin aja, ibu mau ngapain sih kesini ?" Riana tidak menanggapi ocehan mertuanya itu, ia tetap santai saja.
"Ya wajarlah Ibu berkunjung kerumah anak sendiri, kamu yang kenapa jam segini baru bangun, nanti suami kamu itu pasti pulang makan siang, kamu gak masak ?"
"Aku gak bisa masak, nanti aku bisa beli kalau untuk makan siang" Riana kini sudah duduk sambil memainkan ponselnya.
"Ya udah lah Bu, kalau Ibu kesini cuma untuk ngomel-ngomel, lebih baik ibu pulang, aku lagi hamil mood aku bener-bener hancur tau nggak Bu, liat ibu marah-marah" Protes Riana, ia memang dari dulu tidak menyukai Ibu mertuanya ini, kalau bukan karena kepincut anaknya yang saat itu masih berstatus suami orang, ia sungguh tidak sudi punya mertua kayak begini.
"Kurang ajar kamu, bisa-bisanya kamu ngusir ibu, emang nggak ada sopan santun kamu ya" Ibu Athar makin kesal dibuat menantunya yang nggak ada tau cara sopan santun dengan orang tua ini.
"Iya, udah ibu pergi aja" Usir Riana.
"Nggak, aku bakal aduin sikap kamu ini sama Athar" ancam Ibunya Athar.
"Oow ow ow, sudah berani ternyata, harus yah saya kasih rahasia kita dengan anak ibu tercinta itu, dan mas Athar akan tau betapa jahat ibunya ini, kalau aku sih tinggal bilang aja aku dipaksa" Riana tersenyum sinis.
"Lagian, aku sekarang lagi hamil, Mas Athar pasti bisa maafin aku, boleh dicoba kalau ibu sudah siap !" lanjutnya lagi.
Ibunya Athar terasa berat untuk melawan menantunya itu, ia kini sudah tau sifat asli sang menantu yang sungguh laknat ternyata.
Inikah yang dinamakan membuang biji berlian demi sebuah kerikil tak berarti.
Dulu ia begitu jahat dengan Shirleen, padahal Riana tidak ada seujung kuku pun seperti mantan mantunya itu. Shirleen hanya bisa diam dan menunduk saat ia mengoceh merendahkannya dulu.
Shirleen bukan kurang sabar menghadapinya, namun dirinya lah yang telah dibutakan oleh kebencian.
Ia pun berlalu pergi meninggalkan rumah anaknya itu, dadanya begitu sesak diperlakukan seperti itu, kini ia sudah mendatangkan ular kerumahnya, yang kapan saja siap untuk menggigitnya.
Bersambung...
*
*
*
***Hai readers, jangan lupa dukung karya ini dengan like, koment, dan vote yah
Happy reading*** !!!