
Shirleen kini tengah berada dikamar mandi, ia tidak percaya Jason akan senekat ini, bocah itu memang gila, padahal beberapa hari ini ia sudah menerima kehadiran Jason, namun Jason malah bertindak melebihi tetangga ataupun teman.
Ia menghela nafasnya kasar, ia benar-benar takut dituduh berselingkuh dengan Jason.
"By, kamu ngapain nggak keluar-keluar dari kamar mandi" Jason bertanya didepan pintu kamar mandi.
Shirleen membukakan pintu, lalu ia keluar tanpa menghiraukan Jason, ia lalu menuju dapur untuk membuat sarapan.
Ia mulai mengenakan celemek, hari ini ia akan memasak nasi goreng ikan asin, ia rindu masakan Mbak Sekar pembantu di rumah orang tuanya.
"By, jangan marah... aku nggak ngapain kamu kok, cuma numpang tidur doang, sumpah By" Jason kini sudah duduk santai di kursi meja makan. Nampaknya ia akan meminta sarapan lagi.
"Apa tadi katanya, cuma numpang tidur doang, dia kira nih apartemen kosan esek-esek apa, gak ada status tiba-tiba aja tidur bareng memang minta ditabok panci nih anak" Shirleen menggerutu dalam batinnya.
Ia tidak berniat menanggapi pernyataan Jason, ia ingin mendiami Jason, mungkin dengan cara begitu Jason akan berhenti mengusiknya.
Kini Shirleen sudah selesai membuat sarapan, ia mulai menata masakannya dimeja makan, lalu ia pergi membangunkan Misca yang masih tertidur dikamarnya.
Jason bingung, kenapa Shirleen tidak lagi menyahutinya, tatapan Shirleen begitu membunuh dilihatnya. Sungguh sifat dingin Jason pada orang sekitar sudah terbalaskan dengan sifat dingin Shirleen saat ini. Tidak nyaman bukan.
Shirleen kini sudah kembali dari kamar Misca, ia cukup lama di kamar Misca, ia memandikan Misca dan lalu turun sarapan bersama. Ia melihat Jason belum juga pulang dari apartemennya.
"Heemm, ini bocah pasti mau numpang sarapan lagi" Batin Shirleen.
Dan benar saja, saat ia sudah mendekati Jason makan, Jason mulai manja seperti anak kecil.
"By, aku lapar mau makan" ucap Jason.
Tidak ada sahutan dari Shirleen, ia langsung menyendokkan nasi goreng untuk Misca, lalu untuknya, namun terlintas ide jahil di otaknya.
Ia lalu menyendokkan nasi goreng ke piring dengan porsi penuh, kemudian ia sodorkan pada Jason. Jason yang melihatnya pun melototkan matanya, mana mungkin ia bisa menghabiskan sebanyak itu. Shirleen memang tak main-main mengerjainya.
Namun Shirleen tidak perduli, ia menaikkan alisnya seolah berkata kenapa ada masalah !
Jason pun hanya bisa pasrah, ia lalu membaca doa sebelum makan dan tak lupa menambahkan permohonan supaya ia diberikan kekuatan bisa menghabiskan jatahnya kali ini.
Dibeberapa sendok terakhir, terlihat Jason yang mulai mual karena sudah tidak sanggup lagi, meski nasi gorengnya enak tapi Jason tidak biasa makan dengan porsi sebanyak ini.
Shirleen yang tak tega pun, memberikan Jason air minum, Jason segera mengambilnya.
"By, aku nggak kuat lagi" Kini Jason sudah berlari menuju kamar mandi dapur, ia segera memuntahkan isi perutnya yang kelebihan muatan.
Shirleen hanya bisa tersenyum geli, namun ia juga merasa bersalah telah membuat Jason seperti itu, tapi mengingat tingkah Jason yang suka semena-mena membuat ia menarik rasa bersalahnya itu. Ia sungguh kesal dibuat Jason.
Jason yang sudah keluar kamar mandi pun terlihat lemas seperti orang hamil yang mengalami muntah-muntah, Shirleen memang jahat menurutnya, namun rasa cinta Jason mengalahkan kekesalannya pada Shirleen. Ia dengan ikhlas menerima penderitaan ini.
Ia lalu mendekati Misca dan mengacak puncak kepala Misca dengan sayang.
"Bang Jason pergi dulu yaaa, nanti sekolah yang pinter ya sayang" Ucap Jason pada Misca yang tengah makan sarapannya.
Ia lalu berlalu keluar apartemen Shirleen menuju apartrmennya, ia harus bersiap-siap untuk sekolah.
"Dasar si ayang, mau bikin mampus gue heh tidak bisa, untung gue sayang" Batin Jason.
Bersambung...
***Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, koment, dan vote dukung karya ini yaaa
Happy reading*** !!!