Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
aura cantik bumil


pagi ini Shesa nampak lebih segar dari kemarin, resep yang diberikan oleh dokter Erick membuatnya lebih terlihat sehat, seperti biasa Shesa menyiapkan dirinya untuk segera berangkat ke sekolah, Vano mendapati Shesa yang terlihat ceria di hari itu.


"kau cantik sekali pagi ini sayang" ucap Vano mesra sembari menciumi tengkuk Shesa, itu adalah pemandangan biasa yang terjadi di pagi hari.


"mm....ayolah jangan mulai lagi, aku mau berangkat sekarang" ucap Shesa sembari mengusap lembut rambut Vano, pagi ini Vano berangkat ke kantor agak siang, ia menunggu Shesa berangkat dulu, baru dirinya yang akan berangkat.


"kamu hati-hati sayang, jaga anak kita baik-baik, aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada kalian berdua" ucap Vano sembari memegang pipi Shesa.


"jangan khawatir sayang, baby kita akan tetap aman bersamaku, percayalah aku akan menjaganya dengan sebaik mungkin" seru Shesa meyakinkan.


lantas Shesa akan segera pergi keluar kamar dan Vano memeluknya erat-erat.


"aku tak bisa jauh-jauh dari kalian berdua, cepat kembali ya" ucap Vano manja.


"ya ampun sayang, jangan berlebihan gitu dong, aku kan cuma sekolah, nanti siang aku pasti sudah pulang" seru Shesa tersenyum.


akhirnya Shesa keluar dari rumahnya dan menuju mobil khusus yang disediakan Vano untuknya.


Vano melihat Shesa dari arah balkon kamar mereka, ia harus memastikan keadaan istrinya dan calon buah hatinya tetap baik-baik saja.


Shesa terkejut ketika ada seorang wanita seusia kakaknya tengah datang menghampirinya, wanita dengan penampilan necis dan rapi sedang menghadapnya memberi hormat.


"selamat pagi nona muda" sapa wanita itu.


"selamat pagi" jawab Shesa terkejut.


"kamu siapa?" tanya Shesa penasaran.


"kenalkan nama saya Renata, cukup panggil saya Nata, saya adalah sopir pribadi Anda nona" ucap Nata ramah.


"sopir pribadi, ah baiklah, mari kita berangkat" ucap Shesa ramah


sementara Nata membukakan pintu mobil untuk Shesa, tanpa sengaja Shesa melihat Vano tengah mengawasinya lewat balkon kamar mereka yang berada dilantai atas. Shesa tersenyum pada suaminya yang tengah memberikan cium jauh untuk Shesa seorang.


dan akhirnya Shesa berada di dalam mobil mewah yang khusus Vano belikan untuknya, agar Shesa lebih mudah jika ia ingin pergi ke sekolah atau sekedar belanja atau hahgout dengan teman-temannya, dan tentunya agar Shesa tidak repot-repot menunggu Mario yang tengah sibuk dengan urusan sama bosnya itu, yaitu Vano.


"terimakasih sayang, kau sudah memberikan perhatian istimewamu untuk kami berdua " serunya dalam hati.


Vano melihat mobil Shesa sudah menghilang dari pandangannya, lantas Ia segera masuk ke kamar dan mengambil ponselnya yang berada diatas nakas.


"halo...apa semua sudah kau persiapkan?" kata Vano pada seseorang yang berada di dalam telepon.


dengan seksama Vano mendengarkan seseorang sedang menjelaskan tentang sesuatu kepadanya.


"baiklah, aku akan datang" ucap Vano yakin.


kemudian Vano menutup teleponnya dan segea membuka sebuah koper yang berisi alat-alat untuk menyamar.


"hm...aku akan datang sayang, tunggu aku disana" ucap Vano sembari memegang kulit sintesis yang akan ia gunakan untuk menyamar sebagai guru bahasa Inggris baru.


Vano berencana untuk mengawasi Shesa di sekolahnya, ia tak bisa melepaskan Shesa pergi keluar rumah tanpa dirinya, ia akan menjaga terus Shesa dan janin yang sedang Shesa kandung, meskipun harus merelakan tidak pergi ke kantor, namun Vano akan tetap mengawasi sendiri selama Shesa berada di sekolah, namun ia harus mencari cara agar kehadirannya tidak di ketahui oleh Shesa.


Mario memberikan ide kepada Vano dengan menyamar sebagai guru bahasa Inggris, menggantikan Siska yang sudah dipecat oleh Vano kemarin. Mario memberikan sebuah koper berisikan alat-alat untuk menyamar.


Vano mulai memakai alat-alat itu, wajah tampannya ia tutupi dengan kulit karet sintesis, perlahan namun pasti Vano sudah berubah sebagai pak Dante, guru baru bahasa Inggris yang sedang menggantikan Siska.


Vano memakai kumis palsu untuk menambah kesan sebagai guru yang dingin.


*******


Shesa telah sampai di sekolah pukul setengah tujuh pagi, kemudian ia turun dari mobil mewah itu, Shesa terkejut mendapati teman-temannya memberi hormat padanya.


"kok pada memberi hormat segala, aku kan bukan seorang raja" gumamnya dalam hati.


"hai Shesa"


"selamat pagi Shesa"


beberapa siswa menundukkan kepalanya disaat Shesa sedang lewat didepan mereka, dan tentu saja itu membuat Shesa sedikit tidak nyaman.


seluruh siswa yang berpapasan dengan Shesa selalu memberi hormat seolah-olah ia adalah orang penting, dan Shesa teringat kenapa seluruh teman-temannya memberi hormat kepadanya, karena mereka semua sudah tahu bahwa Shesa adalah istri dari Vano, pemilik yayasan sekolah ini.


Shesa mulai masuk ke dalam kelas, ia melihat Monic yang sedang berada di dalam kelas sendirian.


"hai Monic" sapa Shesa


"hai Shesa, gimana keadaanmu hari ini, aku lihat kamu udah klihatan seger, hmm nyonya Vano kelihatan lebih cantik ketika sedang hamil" seru Monic menggoda.


"oohh...jadi kemarin-kemarin aku kelihatan jelek dong, baru sekarang kamu bilang aku cantik" seru Shesa memutar bola matanya.


"bukan begitu, aura bumilnya tuh kliatan banget, kamu nampak lebih cantik dari hari-hari kemaren, bukan berarti yang kemarin kamu jelek, kalaupun kemaren kamu jelek mana mungkin pak Vano sampai tergila-gila kepadamu" ucap Monic selalu menggoda Shesa.


"ah...kamu bisa ajah, eh ngomong-ngomong Mita sama Nabila mana? kok belum kelihatan?" tanya Shesa yang tak mendapati kedua temannya berada dalam kelas.


" Mita, kedua orang tuanya sangat malu atas perbuatan Mita sama kamu, maka dari itu orangtua Mita memutuskan untuk memindahkan sekolahnya ditempat lain" ungkap Monic.


"pindah sekolah? terus Nabila apa dia juga ikut pindah juga" tanya Shesa.


"hufffttt....sepertinya begitu" ucap Monic sembari menarik nafas panjangnya.


Shesa duduk terdiam mendengar hal itu dari Monic.


"udahlah Sha, jangan terlalu dipikirin, yang penting kamu fokus belajar sama kandunganmu itu harus kau jaga" ucap Monic mengingatkan.


"kamu benar Monic, aku harus fokus menjaga kandunganku ini, terima kasih banyak atas dukunganmu selama ini Monic" seru Shesa sembari memegang tangan sahabatnya itu.


*******


bel masuk telah berbunyi, semua siswa masuk ke kelas masing-masing, hari ini kelas 12 A kedatangan seorang siswa baru dari Semarang, namanya Laura Anastasia, Laura mulai memasuki kelas 12 A dan memperkenalkan dirinya.


"silakan Laura, perkenalkan dirimu" seru bu Dewi pada gadis berparas manis itu.


" hai semua, perkenalkan namaku Laura Anastasia, panggil aja Laura, aku berasal dari SMA PancaSona Semarang, salam kenal untuk kalian semua" ucap Laura dengan senyum yang mengembang dibibirnya.


Shesa menatap wajah Laura yang tidak asing baginya, Shesa seolah pernah melihat wajah gadis ini.


"sepertinya aku pernah ketemu anak ini" seru Shesa mengingat-ingat.


"siapa?" sahut Monic


"ohh...ya ya, aku ingat sekarang, waktu itu kita ada kejuaraann lomba panjat tebing tingkat SMA dan dia menjadi rivalku, nggak nyangka dia bakal sekolah disini" ucap Shesa tersenyum.


BERSAMBUNG


🌻🌻🌻🌻🌻🌻