
seusai acara makan malam, Miss Liu dan Vano berbicara diruang kerja untuk membicarakan misi Miss Liu di sekolah itu.
"Vano...setelah aku selidiki, ternyata orang dalam yang sudah membocorkan data-data sekolah kita adalah Siska, dia sengaja melakukan itu untuk mencemarkan nama baikmu" ucap Miss Liu sembari memberikan bukti yang ia temukan.
"aku benar-benar tidak mengerti, kenapa Siska selalu saja mengganggu hidupku" seru Vano kesal.
"Siska sepertinya bekerja sama dengan seseorang, yang sama-sama punya tujuan untuk menghancurkanmu" ucap Miss Liu.
"yah...aku tahu orang itu, dia pasti Exel" seru Vano.
"apa? Exel? kau yakin itu dia?" ucap Miss Liu terkejut.
"aku tahu Exel memang temanmu, tapi dia berusaha untuk membalas dendam kepadaku" seru Vano mengingat kejadian saat ia memukuli Exel dicafe waktu itu.
"balas dendam untuk apa?" tanya Miss Liu.
"aku pernah memukulinya, mungkin karena itu dia tidak terima" ucap Vano.
"memukulinya? bukankah kalian adalah partner bisnis yang selalu bersama-sama" seru Miss Liu yang terkejut saat tahu Vano dan Exel saat ini sedang bermusuhan.
"dia sudah menghina istriku, aku tidak tahan jika ada orang yang merendahkan istriku, aku rela membunuh orang itu agar mulutnya bisa diam tidak menyebut istriku sembarangan" ucap Vano kesal ketika mengingat Exel sudah menjelek-jelekkan Shesa.
"aku yakin kalian pasti salah faham" seru Miss Liu menenangkan.
"Exel juga berusaha menghancurkan perusahaan papa Dewa, dia juga dendam kepada papa Dewa, karena menurutnya papa Dewa telah menabrak ayah Exel hingga meninggal" jelas Vano.
"parahnya lagi, Exel adalah laki-laki yang telah menodai Vera, kakak dari istriku...entahlah Exel memang ingin sekali menghancurkan keluarga istriku, dan kamu tahu siapa aku, siapapun yang berani mengusik orang-orang terdekatku, aku tidak akan tinggal diam" ucap Vano serius.
Miss Liu menghela nafas panjang mendengarkan penjelasan Vano, dirinya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi antara Exel teman baiknya dan Vano sepupunya sendiri.
"sekarang apa rencanamu?" tanya Miss Liu.
"aku fokus pada kehamilan istriku" jawab Vano.
"what? Shesa hamil, congrats ya Vano, akhirnya Vano junior akan hadir dirumah ini!" seru Miss Liu ikut senang.
"katakan padaku, kenapa kalian sampai bisa menikah, soalnya si Shesakan masih sekolah, kamu hamilin anak orang?" tanya Miss Liu sembari mengernyitkan dahinya.
"hamilin dia? kenal aja nggak!" jawab Vano cuek.
"lantas?"
"berawal dari perjodohan" jawab Vano singkat.
"om Hendra ngejodohin kamu, hmm...menarik, tapi aku lihat kamu terlihat sangat mencintainya, bukan begitu" ucap Miss Liu menggoda Vano.
mendengar itu, Vano lantas berdiri dari duduknya, ia melihat ke arah jendela, ia mengingat saat kali pertama bertemu Shesa hingga sekarang Shesa mengandung buah cinta mereka.
"aku mencintainya, karena aku sadar dia adalah gadis yang dikirim Tuhan untuk menemaniku, semua yang ada pada dirinya, aku mengaguminya, aku belum pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya, bahkan dengan Naina sekalipun" ucap Vano penuh arti.
"aku kagum pada gadis itu, pesonanya sudah merubah seorang Vano yang dingin dan angkuh, menjadi seorang Vano yang lembut dan penyayang" seru Miss Liu.
"aku permisi dulu, aku mau isirahat" pamit Miss Liu pada Vano yang masih menghadap ke jendela.
Shesa melihat suaminya yang sedang memperhatikannya dari jendela atas, lantas ia tersenyum pada Vano, saat itu Shesa sedang duduk di sebuah ayunan, sembari memegang kertas dan pensil, ia mencari inspirasi untuk mode terbarunya.
tiba-tiba saja Vano menghampirinya dan duduk di sampingnya, Shesa meminta pendapat sang suami untuk karya terbarunya.
"bagus nggak?" ujar Shesa sembari menunjukkan hasil desainnya.
"hm...baju hamil?" ucap Vano saat mengetahui Shesa mendesain baju bumil, ia terinspirasi oleh dirinya sendiri yang sedang hamil.
"bagus...tapi kurang cocok untuk wanita yang kurang tinggi" ucap Vano untuk memberi saran.
"emm...iya kamu bener, oh iya sayang aku mau bilang, besok aku ada Out Dor Learning di puncak, boleh ya aku ikut, cuma sehari semalam doang, boleh ya!" rengek Shesa untuk mengikuti kegiatan tersebut, sambil memeluk lengan Vano.
"iya...tapi ingat, tetap jaga kandunganmu" ucap Vano menyetujui, tentu saja ia menyetujui karena dia juga akan ikut dalam kegiatan tersebut sebagai pak Dante.
"aku akan tetap mengikutimu kemanapun kamu pergi sayang, aku akan terus menjagamu kapanpun dan dimanapun"
******
di apartemen Siska
"Laura, bagaimana sekolah pertamamu, semuanya berjalan lancar?" tanya Siska pada Laura yang sedang bermain dengan ponselnya.
"lancar sih tan, tadi aku hampir saja bikin Shesa terjatuh" ucap Laura sembari menatap Siska serius.
"benarkah, terus...apa gadis sialan itu terjatuh? mampus kamu Shesa!" ucap Siska penuh kebencian.
"tapi...ada yang nolongin Shesa!" seru Laura pelan, sehinggga membuat raut wajah Siska berubah.
"ada yang nolongin? siapa" tanya Siska penasaran.
"ada guru baru tan, guru bahasa Inggris baru yang menggantikan tante" ucap Laura polos.
"guru baru?" gumam Siska.
"dia baik banget tau nggak sih tante, ya ampun...namanya pak Dante, dia seumuran tante gituh, tapi dia cool banget, ya...meskipun tampangnya nggak setampan pak direktur Vano seperti yang tante ceritain ke aku" seru Laura.
"bagaimana caranya dia bisa nolongin Shesa?" Siska semakin penasaran.
"dia tiba-tiba datang gitu aja pas aku mau ngejatuhin tu cewek, dia menahan Shesa tan, jadi ya...gagal deh" ujar Laura
"tante nggak mau tahu ya, pokoknya kamu harus bisa bikin Shesa kehilangan bayinya, percuma dong, jauh-jauh tante datangin kamu ke Semarang, dan menyekolahkan kamu di sekolah elite itu, kalau misimu tidak berhasil" umpat Siska
"iya...iya...tante, Laura akan terus mencari celah untuk membuat Shesa celaka, tante nggak usah khawatir" seru Laura meyakinkan.
Mendengar itu Siska tersenyum senang, sejenak terlintas dalam pikiran jahatnya untuk menjebak Shesa dan guru baru itu.
"Laura...!"
"iya tante!" jawab Laura segera.
"tante punya ide!" seru Siska dengan rencana jahatnya.
"mulai besok, kamu foto kebersamaan antara Shesa dan guru baru itu, kemudian kamu berikan hasilnya kepada tante" ucap Siska dengan senyum liciknya.
"untuk apa tan?" tanya Laura penasaran
"kamu lakukan saja perintah tante, jangan banyak tanya" ucap Siska dengan tatapan yang penuh kebusukan.
**********
keesokan harinya....
hari itu Shesa dan seluruh kelas 12 mengikuti kegiatan ODL atau Out Dor Learning yang diadakan di puncak, Shesa dan Monic sudah bersiap-siap untuk keberangkatan mereka.
"Shesa, pak Vano izinin kamu?apa kamu yakin? soalnya kita di puncak loh" tanya Monic.
"nggak papa kok, toh kita juga ada di Villa, kita kan nggak mendaki gunung" ucap Shesa santai.
"hm...iya juga sih, ya kamu hati-hati ajah, hawanya dingin loh disana, pak Vano kan nggak ikut, jadi nggak ada yang meluk kamu " goda Monic tersenyum.
"iihh...Monic, apaan sih, udah deh nggak usah godain aku mulu" ucap Shesa sedikit cemberut.
"eh....bumil nggak boleh marah-marah loh, negefek nanti di dedenya, ikut-ikut marah entar kayak mamanya" tandas Monic.
"siapa juga yang marah" jawab Shesa sembari menggendong tas ranselnya.
BERSAMBUNG
🍁🍁🍁🍁🍁