Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
Berdamai


Romi mencoba tersenyum menghadapi kenyataan ini, meskipun sebenarnya hatinya sangat sakit dan kecewa, bukan hanya penolakan yang diberikan Shesa untuknya, tapi sebuah kekecewaan yang teramat dalam, harapannya untuk kembali mengambil hati gadis pujaan hatinya, telah hilang begitu saja.


Akhirnya Romi dan Laura pamit untuk pergi, Romi merasa sudah gerah berlama-lama di tempat itu.


"Laura, ayo kita pergi, biarkan pak Vano dan Shesa berdua, kita jangan ganggu mereka" ucap Romi kepada Laura sembari menggandeng tangan Laura.


"Kami berdua permisi dulu, maaf kalau sudah menggangu waktu bapak" pinta Romi sembari beranjak dari tempat itu.


Namun tidak semudah itu Vano mengizinkan Romi dan Laura pergi, justru Vano ingin mengajak keduanya untuk makan siang, sebagai tanda hubungan baik diantara mereka.


"Tunggu dulu, kalian tidak boleh kemana-mana" seru Vano yang membuat Shesa membulatkan matanya.


"Aduuh apalagi ini" gumam Shesa khawatir


Romi dan Laura berhenti melangkah kakinya, keduanya melihat kearah Vano yang tampak tersenyum kepada keduanya.


"Aku mengajak kalian makan siang, aku berharap kalian berdua tidak menolaknya" seru Vano yang membuat Shesa terkejut.


Vano menatap istrinya yang tampak khawatir, dengan senyumnya Vano mencoba meyakinkan Shesa bahwa ini semua akan baik-baik saja.


"Tenang sayang, aku tidak akan marah kepadamu, aku tahu kekhawatiran mu, ini semua akan baik-baik saja, aku dan Romi tidak akan saling bermusuhan lagi, karena sebentar lagi Romi juga akan menjadi keluarga kita" ucap Vano sembari mencium kening istrinya.


Tentu saja penuturan Vano membuat Romi terkejut.


"Apa maksud pak Vano? kita akan menjadi keluarga? maksudnya?" tanya Romi yang semakin tidak mengerti.


Vano tersenyum dan berjalan kearah Romi.


"Excel sebentar lagi akan menjadi kakak ipar kami, dia akan menikah dengan kakak istriku" kata Vano sembari menepuk pundak Romi.


"Apa? jadi kak Vera itu adalah kakak nya Shesa?" ucap Romi terkejut.


"Hm" Vano mengangguk


Selama ini Romi belum mengetahui tentang siapa calon istri kakaknya, yang ia tahu Vera adalah pacar Excel yang pernah ditinggalkan Excel hampir 3 tahun yang lalu.


Romi menatap wajah Vano begitu serius, begitu pun Vano yang dengan elegan nya masih menunjukkan pesonanya yang begitu mengagumkan.


Sedangkan Shesa dibuat deg degan dengan dua pria tampan yang saling berhadapan, dua pria yang sama-sama mencintainya, Shesa takut jika Vano bisa saja lepas kendali, mengingat Vano sangat cemburu jika Shesa di dekati Romi.


Laura mendekati Shesa yang tampak khawatir.


"Shesa, kamu kenapa? kok tegang gitu sih?" tanya Laura yang terkejut melihat ekspresi Shesa yang tampak cemas.


"Laura, aku takut mereka akan..." belum selesai bicara Shesa sudah disuguhi pemandangan yang sangat membuatnya terperangah. Vano dan Romi saling merangkul satu sama lain, terlihat adanya kedamaian dalam dua pria tampan itu.


"Akan apa Sha? mereka berdua baik-baik saja, nggak ada yang perlu dikhawatirkan" ucap Laura senang.


"Mereka berdua sudah berdamai" gumam Shesa senang.


"Mulai saat ini, tidak akan ada dendam diantara kita, Romi...kita adalah satu keluarga, aku berharap hubungan baik ini akan terus terjalin" ucap Vano.


"Tentu saja pak Vano, kita akan selalu menjadi rekan yang baik" balas Romi tersenyum.


Akhirnya Shesa bisa tersenyum lega, apa yang menjadi bebannya selama ini akan terlepas dari pundaknya.


******


Akhirnya mereka memutuskan untuk makan siang di sebuah restoran di tempat itu. Tampak Shesa duduk disebelah Vano, dan Romi bersama Laura, mereka berempat tampak bahagia.


Tampak dari kejauhan seseorang melihat keakraban mereka berempat.


"Waduh nggak salah lihat nih, pak Vano, Shesa, Laura dan Romi...eh itu benar nggak sih si Romi, bukannya dia di Jerman?" seru Monic yang tiba-tiba melihat pemandangan langka di seberang jalan.


Monic dan Mario baru saja keluar dari sebuah toko di seberang jalan di depan restoran tempat Vano dan lainnya makan.


"Eh...coba lihat deh, di seberang jalan itu, itu bukannya pak Vano sama Shesa kan? trus yang didepan mereka itu Laura dan Romi!" jawab Monic sembari menunjuk kearah mereka.


Mario membulatkan matanya saat mengetahui pemandangan eksotis itu, Monic dan Mario saling menatap, bagaimana bisa Vano dan Romi berada dalam satu meja, tidak ada sama sekali adegan perang Baratayudha ataupun pencak silat, tampak akur dan damai seperti tidak ada apa-apa.


"Itu berarti Romi pulang ke Indonesia? trus ngapain Laura disitu bersama Romi?" tanya Monic penasaran.


"Ooo aku tahu, bisa jadi orang yang dimaksud Laura tadi adalah Romi, hm...iya aku faham sekarang" kata Monic mengingat kembali saat Laura buru-buru pulang sekolah.


"Itu berarti Romi sudah tahu dong kalau Shesa udah nikah sama pak Vano?" ucap Monic sembari melihat kearah Mario dengan serius.


"Yeee .. kalau lihat jangan gitu juga kali Yank, aku kan takut" sahut Mario


"Hehe iya iya maaf, soalnya aku kepo banget, kita kesana yuk" ajak Monic sembari menarik tangan Mario.


"E..e..e ngapain?" sahut Mario sambil menahan lengan bajunya yang ditarik oleh Monic.


"Kita kesana Yank, aku takut pak Vano berantem sama Romi, soalnya pak Vano tuh nggak suka Romi deket-deket sama Shesa, tahu sendiri kan pak Vano tuh gimana" seru Moni.


"Halah biarin aja, lagipula nggak ada yang aneh kok, tampaknya mereka baik-baik saja" balas Mario


"Kalau mereka berantem gimana hayo? disitu nggak ada yang misah, bisa-bisa pak Vano menghajar Romi habis-habisan" ujar Monic yang terus memaksa Mario untuk menghampiri mereka.


"Terus kita ngapain disana?" tanya Mario.


"Ngamen!" jawab Monic singkat


"Hah ngamen?" kata Mario terkejut


Monic menepuk jidatnya.


"Aduuh, ya nggaklah... kita samperin mereka, paling nggak kita waspada aja, mengantisipasi hal yang tidak diinginkan" jawab Monic menjelaskan


"Oke oke...kita kesana" sahut Mario sambil melajukan motornya ke seberang jalan dimana Vano dan Romi berada.


Tak berselang lama Monic dan Mario menghampiri mereka berempat.


"Eh ada pak Vano, Shesa... kebetulan banget kita bertemu disini, eh ada Laura juga... Romi? kamu disini? bukannya kamu masih berada di Jerman?" ucap Monic berbasa-basi, tampak Mario senyum senyum dibelakang Monic.


"Monic, Mario kalian dari mana?" tanya Shesa kepada keduanya


"Kami dari toko aksesoris diseberang jalan itu, kebetulan kami lihat kalian disini, jadi kita samperin aja sekalian, iya nggak Yank" ucap Monic sembari menarik lengan baju Mario.


"Ho...iya tentu saja" jawab Mario tersenyum.


"Hm... kalau begitu, duduklah bersama kami" seru Vano sembari memanggil pelayan.


"Silahkan kalian pesan makanan nya" ucap Vano


Tidak usah pak, kami tidak mau merepotkan pak Vano, biar kami duduk di meja sebelah saja" ucap Monic


"Hari ini kami sedang merayakan kegembiraan, alangkah senangnya jika kalian ikut duduk bersama kami, bukankah kalian juga adalah teman istriku" ucap Vano tersenyum.


"Tapi saya bukan pak" kata Mario yang tiba-tiba, membuat Shesa, Monic dan Laura tampak tertawa.


"Iya iya...kamu tetuahnya" Jawab Vano yang diiringi gelak tawa mereka.


BERSAMBUNG


❤️❤️❤️❤️❤️


YUHUUU ... JANGAN LUPA SAJENNYA YA, BUNGA SETAMAN DAN VOTE KALIAN 🤭🤭