
Di sisi lain, Naina tidak mengerti kenapa Vano mengejar gadis itu, ada hubungan apa antara Shesa dan Vano? Naina berusaha mencari tahu, tanpa sengaja Naina mendengarkan percakapan beberapa penonton, bahwa Vano telah menikah diam- diam, ia menikahi gadis SMA yg fotonya mulai beredar luas dimedsos.
Naina berusaha mencari informasi itu, ia membuka ponselnya, dan benar saja foto antara Shesa dan Vano mulai beredar di akun tweeter milik fotografer Edo, foto prewedding yg begitu romantis, membuat kepala Naina menjadi mendidih.
"Apa-apaan ini? jadi Shesa...gadis itu, adalah istrinya Vano" gumamnya sembari melihat ke arah mereka Shesa dan Vano.
"Pantas saja...awas kamu Shesa" menatap tajam ke arah Shesa.
******
Shesa terus diam, mengacuhkan Vano yg berada di sampingnya, tangan Vano terus menggenggam Shesa yg masih kesal kepadanya.
"Aku mau pulang" tiba-tiba Shesa beranjak pergi meninggalkan Vano.
Vano masih melihat situasi yg tidak memungkinkan untuk mengejar Shesa, ia menunggu agar para audience tak melihatnya seolah-olah sedang mengejar Shesa, karena mereka duduk di kursi paling depan, yg tentu saja sorot lampu mengarah kepada mereka berdua.
Shesa mulai keluar dari gedung pagelaran, tiba-tiba Naina menghadang langkah Shesa, Shesa yg merasa terkejut terpaksa menghentikan langkah kakinya .
"Eh mbak Naina, kebetulan mbak ada disini, sebelumnya saya berterima kasih sekali pada mbak, karena mbak sudah membantu saya untuk mempromosikan karya-karya saya" seru Shesa sembari tersenyum.
" Hm..." menyunggingkan bibirnya.
"Dan saya juga minta maaf, atas kelancangan saya tadi pas di ruang ganti, saya tidak tahu kalau mbak Naina punya hubungan sama pak Vano" seru Shesa sembari menundukkan wajahnya.
Naina berjalan mengitari Shesa dengan menyilangkan kedua tangannya, Shesa nampak kebingungan dengan apa yg dilakukan Naina, bola mata Shesa mengikuti kemanapun Naina pergi.
"Kamu tahu siapa aku?" seru Naina dengan percaya diri.
"Maksud mbak Naina apa, siapa sih yang nggak kenal sama mbk, mbak Naina adalah supermodel yang terkenal" jawab Shesa polos.
"aku dan Vano adalah sepasang kekasih" seru Naina sembari menatap tajam kearah Shesa.
"Apa?"
Shesa membulatkan matanya saat ia tahu hubungan antara Vano dan Naina.
"klKami akan berencana untuk menikah secepatnya, tapi ...karena suatu hal kami harus menangguhkan dulu rencana itu" tukas Naina
"Tapi sayang...kamu datang diwaktu yang tidak tepat, entah kenapa Vano yang dulu sangat mencintaiku, tiba- tiba ia bersikap dingin terhadapku" sambung Naina dengan sedikit meninggikan nada suaranya.
"Kamu tahu, dia memutuskanku tiba-tiba, ya ...itu semua gara-gara kamu" Naina benar- benar meluapkan emosinya dengan mendorong Shesa hingga ia hendak terjatuh, namun tiba- tiba ada tangan yang kuat, yang menahan tubuh Shesa dari dorongan Naina, hingga Shesa tidak terjatuh.
"Vano?" mata Naina membulat sempurna saat ia tahu, Vano datang diwaktu yang tepat, Shesa melihat suaminya mendekap tubuhnya dengan lembut, lantas Vano berdiri menghampiri Naina.
"Dia tidak bersalah, kamu ya sudah meninggalkan aku, kamu sudah sangat egois sekali Naina, beruntung aku tidak jadi menikahimu, wanita sepertimu memang pantas aku tinggalkan" seru Vano dengan tatapan yg tajam.
"Shesa adalah istriku, dan aku sangat mencintainya, dan kamu jangan coba-coba sakiti dia, atau hidupmu tidak akan bisa tenang" Vano dengan sangat tegas mengatakan hal itu didepan wajah Naina.
Shesa melihat kesungguhan dimata Vano, ia memang tidak tahu menahu soal masalah mereka berdua, namun ia merasa sedikit bersalah telah merebut hati Vano dari Naina.
Naina mulai berderai air mata, harapannya sudah hancur untuk memiliki Vano beserta hartanya, namun bagaimana lagi, Vano sudah benar- benar membuangnya.
Vano dan Shesa pun pergi meninggalkan Naina yg berdiri sendirian.
"Ayo sayang kita pulang" ajak Vano sembari menggandeng tangan Shesa.
"taku bisa jalan sendiri" seru Shesa sembari melepaskan tangannya dari Vano.
Shesa melihat banyak mata yg melihat mereka berdua, ia takut rahasia pernikahannya terbongkar, meskipun tanpa ia sadari rahasia itu perlahan mulai mencuat.
Vano yang menyadari itu, lebih memilih diam dan tenang, ia tahu apa yang harus ia lakukan.
Setelah beberapa menit, mereka telah sampai di rumah mewah milik Vano, keduanya disambut oleh nenek.
"Vano...bukannya kamu sedang berada di Kuala Lumpur sekarang?" seru nenek yg terkejut dengan kehadiran Vano.
"Iya nek, Vano terpaksa pulang lebih awal" jawab Vano singkat.
"Aku ke kamar dulu nek" pamit Shesa, lantas ia segera berlari ke atas.
Nenek merasa terkejut dengan sikap Shesa yg aneh, lantas ia menanyakan hal itu pada Vano.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya nenek penasaran.
Vano mengajak nenek berbincang-bincang sebentar, lantas ia menjelaskan semuanya pada nenek tentang apa yang terjadi.
"Naina ...kenapa gadis itu masih saja mengganggumu?" seru nenek yang telah mengetahui seluk beluk siapa Naina sebenarnya.
"Pergilah...temui istrimu, jelaskan padanya, nenek rasa Shesa butuh penjelasan tentang hubunganmu dengan Naina" seru Nenek menenangkan hati cucu kesayangan itu.
"Iya nek...Vano sayang nenek...muach" Vano mencium tangan nenek kesayangannya itu, nenek pun membalasnya dengan senyuman.
*
*
*
*
Di dalam kamar, Shesa nampak murung, ia berdiri di balkon kamar mewahnya, sembari menatap cahaya bintang yang terlihat terang di malam itu.
Vano memperhatikan istrinya yang sedang merajuk, perlahan ia mendekatinya dan turut memandang Kerlip bintang nan jauh di sana.
"Indah ya pemandangannya" Vano mulai basa- basi dan mencoba mencairkan suasana, Shesa menoleh ke arah suaminya, sungguh pesona seorang Vano memang tidak bisa di ragukan lagi, kali ini ia kelihatan tampan sekali di bawah sinar temaram di malam itu, wangi khas yang dimilikinya membuat Shesa merasa nyaman saat di sampingnya.
"Kanu tahu, banyak sekali bintang yang berkerlipan, kamu lihat di sana?" Vano menunjuk satu bintang yg sinarnya lebih terang dari yg lainnya.
Shesa dengan tatapan sendunya mengikuti arah telunjuk Vano pada satu bintang yang berwarna merah menyala.
"Itu adalah kamu" Vano mengucapkan itu dengan nada mesra, dan Shesa pun menatap mata Vano yamg terlihat seperti magnet yamlng menarik sebuah batang besi.
"Dengarkan aku sayang, sekarang kamu adalah istriku satu-satunya, kamu seperti bintang yang bersinar paling terang diantara bintang yang lainnya, meskipun diluar sana banyak perempuan yang datang kepadaku, namun aku Rayvano Adiputra Perkasa, berjanji akan selalu bersamamu, akan selalu melindungimu, karena aku sangat mencintaimu, sangatttt....." ungkap Vano sembari merapatkan keningnya pada kening Shesa.
dan Shesa pun terpejam saat Vano begitu dekat dengannya, sejenak Shesa membuka matanya, tatapan yang sendu dari seorang gadis membuat Vano tak bisa berhenti untuk melepas pelukannya.
"Aku tidak mau ini terulang lagi, aku tak sanggup jika aku melihatmu bersama wanita lain, karena aku sudah terlanjur memberikan cintaku kepadamu" seru Shesa dengan mata yg berkaca-kaca.
"Tidak akan ...aku berjanji padamu" sahut Vano dengan senyuman, lantas ia mengecup bibir Shesa yang merekah, keduanya larut dalam suasana malam itu, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yg memperhatikan mereka sedari tadi.
"Ya ampun....tuan muda, kalau udah jatuh cinta, nggak pandang tempat, nggak tahu apa ada aku disini....hmm" seru Mario yg melihat adegan romantis majikannya itu dari arah bawah.
BERSAMBUNG
💝💝💝💝💝