
Monic duduk diantara Shesa dan Laura, sedangkan Mario duduk diantara Vano dan Romi, tampak mereka semua menikmati kebersamaan, tiba-tiba Monic menanyakan suatu hal kepada Romi.
"Oh iya Rom, kamu kok bisa kenal sama Laura? bukannya kalian belum pernah ketemu sama sekali?" tanya Monic kepada Romi.
"Oh... waktu itu kita nggak sengaja ketemu di jalan!" jawab Romi
"Iya, si Romi ini katanya mau datang ke sekolah Harapan Bangsa, aku nggak tahu kalau waktu itu Romi adalah alumni sekolah, katanya ada seseorang yang ingin dia temui, pasti dia sangat istimewa, jauh-jauh dari Jerman hanya untuk menemui orang tersebut, iya kan Rom?" sahut Laura bercanda
Tampak ucapan Laura, membuat Shesa merasa ingin pergi dari percakapan itu, ia meminta izin untuk pergi ke kamar kecil.
"Maaf aku ke kamar mandi sebentar" ucapnya sembari beranjak pergi dari meja makan, sementara Vano sedang mendapat telepon dari sekretaris Jimmy, Vano terlihat sedang berbicara dengan sekretaris Jimmy diluar restoran.
Disaat Shesa sedang ke kamar mandi dan Vano tengah menerima telepon, Monic memberanikan diri untuk bertanya kepada Laura dan Romi
"Seseorang?" gumam Monic mencoba menebak, Monic tahu siapa yang dimaksud oleh Laura yang tak lain adalah Shesa.
"Trus, kenapa kalian bisa berada disini bersama mereka?" tanya Monic penasaran.
"Dan kamu Rom! Kenapa kamu bisa kembali ke Indonesia? mendingan kamu disana ajah, daripada kamu kembali ke sini tapi hatimu sakit! uppss" ucap Monic yang tak sengaja membuat Laura terkejut.
"Apa maksudmu Mon! sakit hati, siapa yang sakit hati?" ucap Laura penuh tanya.
"Apa sih Monic, sudah jangan dengarkan dia, Monic cuma bercanda" seru Romi menenangkan Laura
Tampak Laura masih penasaran dengan apa yang dimaksudkan oleh Monic.
"Jujur ya Rom, sebenarnya kamu sudah tahu tidak, tentang hubungan Shesa dan pak Vano? kok tiba-tiba saja kalian berada dalam satu meja, yaa kita takut aja kalau pak Vano bakal apa-apain kamu, makanya kita samperin kemari!" ucap Monic
Laura tampak bingung saat Monic mengatakan itu kepada Romi, ia mencoba mendengarkan.
"Sebenarnya Romi sama Shesa ada hubungan apa sih? kok Monic kek serius gitu, Romi bakal di apa-apain, maksudnya apa aku benar-benar belum mengerti" gumam Laura
"Iya...aku sudah tahu" jawab Romi pelan.
"Kamu harus sabar Rom, Tuan muda dan Nona Shesa itu sebenarnya sudah lama menikah" sahut Mario yang berada di sebelah Romi
Pernyataan Mario membuat Romi semakin terkejut.
"Sudah lama menikah? maksudnya?" tanya Romi penasaran
"Iya, mereka berdua sudah menikah sebelum kamu lulus sekolah, dan mereka sengaja merahasiakan pernikahannya karena permintaan Nona Shesa" Penjelasan Mario membuat Romi menghela nafasnya dalam-dalam.
"Ya...ya...aku mengerti sekarang" ucap Romi pelan yang akhirnya tahu kenapa Shesa terus menjauhinya, ternyata saat itu Shesa sudah terikat tali pernikahan dengan Vano.
Dan akhirnya pertanyaan Romi terjawab sudah, ternyata selama ini ia sudah berharap kepada orang yang salah, gadis itu bukan jodohnya, Laura mencoba mencerna kenapa Romi terlihat terpukul saat tahu Shesa adalah istrinya Vano, apa jangan-jangan mereka pernah terlibat suatu hubungan, kenapa tiba-tiba saja raut muka Romi menjadi berubah saat ia memberi tahukan tentang hubungan Shesa dan Vano.
Sejenak Laura belum menyadari, namun perlahan ia mulai menyadari tentang ucapan Romi kemarin, yang sengaja datang ke sekolah Harapan Bangsa untuk menemui seseorang yang istimewa.
"deg"
"Apa jangan-jangan yang ingin ditemui oleh Romi di sekolah kemarin adalah Shesa?" gumam Laura yang mulai membuat ekspresi wajahnya mulai berubah.
"Oh God... apa yang sudah aku lakukan, tanpa sengaja aku sudah membuat Romi terluka, ih dasar bodoh bodoh" gumam Laura sembari menggenggam tangannya dan memukulkan nya pada meja, tampak ekspresi wajahnya yang terlihat cemas.
Sontak apa yang dilakukan Laura membuat Romi, Monic dan Mario terkejut.
"Laura! kamu kenapa?" tanya Monic yang terkejut melihat tingkah Laura yang mendadak memukul-mukul meja.
"Hah...tidak, tidak apa-apa" jawab Laura gugup.
"Ah ... tidak ada, aku baik-baik saja" ucap Laura mencoba tenang.
"Maafkan aku Rom, aku tidak tahu kalau kalian pernah ada hubungan" gumam Laura
Sementara Shesa masih berada di dalam kamar mandi, ia membasuh wajah nya dan mencoba merilekskan pikiran nya, ia pasti tahu apa yang sedang dibicarakan teman-temannya diluar.
Setelah beberapa saat Shesa keluar dari kamar mandi, alangkah terkejutnya saat ia membuka pintu, Vano sudah berada di hadapannya.
"Sayang, kamu bikin aku kaget saja" ucapnya sembari menghela nafas.
"Aku melihatmu berjalan kekamar mandi, jadi aku kemari hanya ingin memastikan bahwa istriku baik-baik saja" seru Vano sembari meraih pinggang Shesa.
"Aku baik-baik saja, kamu tidak usah khawatir" balas Shesa tersenyum
"Ayo kita kembali, mereka pasti sudah menunggu kita" ucap Vano sembari menggandeng tangan Shesa, namun tiba-tiba Shesa menghentikan langkahnya, dan itu membuat Vano sedikit terkejut.
"Ada apa?" tanya Vano
"Sayang, maafkan aku" ucap Shesa
"Maaf! untuk apa?" Vano mengerutkan dahinya.
"Maaf, jika tadi aku tidak sengaja bertemu dengan Romi, aku tidak tahu jika dia ada disitu juga, aku takut saja jika kamu masih marah!" jawab Shesa sembari menundukkan wajahnya.
Vano tersenyum dan mengangkat dagu istrinya dengan tangan lembutnya.
"Untuk apa aku marah, itu lebih baik, biarkan Romi tahu yang sebenarnya, untuk apa lagi kita sembunyikan ini dari dia, kamu tidak perlu khawatir, aku sudah bilang, semuanya akan baik-baik saja" ucap Vano sembari mencium tangan istrinya.
"Terimakasih sayang, kamu baik banget"
Shesa memeluk hangat sang suami, kemudian mereka berdua beranjak menuju meja makan.
****
Setelah beberapa saat, Vano dan Shesa tiba di meja makan, tampak mereka berempat sedikit terkejut melihat kedatangan keduanya.
Vano dan Shesa duduk kembali di kursinya, Shesa melihat wajah tegang dari Laura.
"Laura, kamu kenapa? kamu sakit?" tanya Shesa yang melihat ekspresi wajah Laura yang tampak pucat.
"Hah... aku...em Shesa, pak Vano, saya permisi pulang, tiba-tiba saja saya merasa tidak enak badan, maafkan saya sudah merepotkan kalian berdua, terimakasih atas jamuannya...Monic, Mario, Romi ..aku pulang duluan... permisi" tiba-tiba saja Laura memutuskan untuk meninggalkan mereka, ia merasa sangat tidak tenang bersama Romi, ia merasa sudah membuat Romi terluka dengan memberi tahukan kebenaran tentang pernikahan Shesa dan Vano, karena Laura merasa Shesa adalah orang yang istimewa di hati Romi.
Romi yang terkejut karena tiba-tiba Laura izin pulang, lantas ia segera mengikuti Laura, karena bagaimanapun juga Laura pergi bersamanya, maka Romi bertanggung jawab untuk mengantarkan Laura pulang.
"Maaf, saya juga permisi... terimakasih banyak atas makan siangnya, pak Vano, Shesa!" ucap Romi sembari mengikuti Laura
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
...TERIMAKASIH SAYANG SUDAH MEMANTAU KISAH VANO DAN SHESA SAMPAI BAB INI, MOHON MAAF SEKALI LAGI YA, JIKA ADA YANG TIDAK SESUAI DENGAN KEHIDUPAN NYATA, ATAU MASIH ADA TYPO, MOHON DIMAKLUMI DENGAN BIJAK🤭...
...VOTE KALIAN AUTHOR TUNGGU 🥰🥰...
...TERIMAKASIH...