Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
pdkt


keesokan harinya, Vano beserta istrinya datang ke rumah sakit untuk membawa Leona chek up, serta mengabarkan tentang keadaan Veronica, Helena terlihat duduk di sebuah di sebuah bangku, hari itu ia sengaja keluar dari kamarnya karena merasa bosan tinggal di dalam terus, ia ingin melihat suasana yang berbeda.


Tampak seorang pria berbaju putih tengah menghampirinya, dengan tangan yang dimasukkan kedalam saku bajunya, menghampiri Helena yang sedang termenung, pria itu menyapa Helena dengan lembut.


"apa yang kau lakukan disini?" sapa dokter Erick sembari melempar senyum untuk Helena.


Helena sangat terkejut melihat dokter Erick yang tiba-tiba berada di sampingnya.


"dokter Erick, maaf saya tidak tahu kalau Anda disini" seru Helena tersenyum


"gadis secantik kamu, jangan keseringan melamun, nggak baik" ucap dokter Erick menggoda.


"saya bosan di dalam kamar terus dok, saya ingin merasakan suasana yang berbeda" ucap Helena


"silahkan duduk dok, maaf sampai lupa sudah membuat dokter berdiri terus" seru Helena mempersilahkan dokter Erick untuk duduk disampingnya.


dokter Erick mulai duduk disamping Helena, sesekali mereka curi-curi pandang, terlihat rona malu-malu saat keduanya saling menatap.


"em...bagaimana lukamu, apa masih sakit?" tanya dokter Erick basa basi.


"sudah agak mendingan, terima kasih banyak dokter sudah mau merawat saya, kapan saya bisa pulang dokter? apa harus menunggu tekanan darah saya normal kembali?" seru Helena yang merasa keadaannya mulai membaik.


"i.. iya...itu salah satu syaratnya" jawab dokter Erick gugup.


"kenapa aku tidak rela jika Helena harus pulang dari rumah sakit, aku ingin melihatnya terus disini" gumam dokter Erick sembari menatap dalam-dalam wajah Helena.


"ya Tuhan, kenapa aku merasa tekanan darahku tidak akan bisa turun, jika dokter Erick selalu bersamaku, dia selalu membuat jantungku semakin berdebar" ucap Helena dalam hati


keduanya saling menatap satu sama lain, hingga akhirnya suara seseorang mengejutkan mereka berdua.


"gitu ya...dicari-cari nggak ada, ternyata kalian berdua pacaran disini" suara Vano tiba-tiba menengahi suasana di antara Helena dan dokter Erick.


dokter Erick lantas berdiri dan melihat Vano yang tengah berdiri dibelakangnya, Vano menatap mereka berdua yang tengah duduk berdua di taman rumah sakit.


"eh...kamu bro, sudah lama nunggu!" ucap dokter Erick gugup, wajahnya memerah melihat Vano memergoki mereka berdua.


Shesa tersenyum di samping Leona, lantas ia menghampiri Helena yang masih duduk di bangku.


"Helena apa kabar?" sapa Shesa sembari mencium pipi Helena.


"aku baik-baik saja" ucap Helena tersenyum


"bagaimana dengan lukamu?" tanya Shesa


"sudah agak mendingan, oh iya bagaimana keadaan kalian?" seru Helena menanyakan balik keadaan Shesa dan suaminya.


"kami baik-baik saja, seperti yang kau lihat" ucap Shesa tersenyum, sejenak Helena melihat Leona yang tengah berdiri tersenyum kepadanya, wajahnya yang teduh membuat Helena mengerti bahwa wanita yang tengah tersenyum padanya adalah Leona.


"tante Leona!" seru Helena beranjak berdiri menghampiri Leona, namun tiba-tiba Leona menahan Helena yang masih terlihat lemah.


"hati-hati nak, kamu terlihat masih lemas" ucap Leona yang membuat Helena sangat terharu.


"tante Leona, aku sangat senang bisa melihat tante masih hidup, tante sangat cantik dan baik, pantas saja om Hendrawan sangat mencintai tante" ucap Helena tersenyum.


"Hendrawan?" seru Leona terkejut


"iya...om Hendrawan, dia suami tante, papanya Vano, apa tante tidak ingat?" tanya Helena yang masih belum mengetahui bahwa Leona masih hilang ingatan.


Helena menatap Leona yang tampak kebingungan, lantas Helena menatap Vano, Vano hanya menggelengkan kepalanya, kemudian ia menatap Shesa, mencoba mencari jawaban, Shesa hanya tertunduk.


"apa? jadi tante Leona tidak bisa mengingat siapapun?" ucap Helena terharu


"beliau pasti sembuh, cuma butuh waktu lama, hari ini kita lihat hasil CT scan dari tante Leona, supaya kita bisa mengetahui bagaimana upaya untuk mempercepat penyembuhan memori tante Leona" seru dokter Erick menjelaskan.


"astaga...kasihan tante Leona, ini semua gara-gara Mommy, kalau saja Mommy tidak jahat sama tante Leona, pasti tante Leona tidak semenderita ini, selama 15 tahun tante Leona mencari jati dirinya, Mommy benar-benar jahat" sesal Helena mengingat perlakuan Veronica kepada Leona.


Vano mendekati sepupunya dan berkata


"aku tahu tante Veronica sudah berbuat jahat kepada mama, tapi bagaimana pun juga dia adalah ibumu, setiap orang pasti punya kesalahan dalam hidupnya, apa yang dilakukan tante Veronica hanyalah rasa ketidak puasan atas apa yang ia miliki, Helena...aku datang kemari untuk memberi tahukan kepadamu, bahwa tante Veronica sedang sakit, dia mencarimu" ucap Vano sembari menepuk bahu Helena.


"Mommy sakit?" ucap Helena sedih.


"Helena, tante Veronica membutuhkan dukunganmu, datanglah padanya, tante Veronica pasti sangat bahagia melihatmu" seru Shesa memberi semangat kepada Helena.


Helena tertunduk, tak bisa dipungkiri ia juga sangat merindukan Mommy nya.


tiba-tiba saja dokter Erick mendekati Helena dan berkata kepada gadis incarannya itu.


"izin kan aku menemanimu, sekaligus aku akan memeriksa keadaan Mommy mu!" ucap dokter Erick menawarkan jasanya.


"terimakasih dok, tapi maaf saya tidak bermaksud merepotkan dokter!" seru Helena


"tentu saja tidak, saya malah senang bisa membantumu dan juga Mommy mu" ujar dokter Erick tersenyum


tiba-tiba....


"ehem...ehem...yang lagi pdkt...mencoba merayu calon mertua rupanya" sindir Vano sembari menyenggol sikut dokter Erick.


"sialan kamu bro..." ucap dokter Erick malu malu.


Helena tersenyum malu saat dokter Erick berucap itu padanya, Shesa dan Leona ikut tersenyum melihat tingkah mereka.


"baiklah sekarang kita lihat hasil CT scan dari tante Leona" ucap dokter Erick.


*******


setelah beberapa saat Vano, Shesa dan Leona sudah sampai di ruangan dokter Erick, terlihat seorang perawat membawa hasil CT scan yang diminta dokter Erick.


"ini dok" seru perawat sembari memberikan amplop besar berisi laporan pemeriksaan CT scan.


"terimakasih" dokter Erick menerima amplop tersebut dan segera membukanya.


kemudian dokter Erick membaca hasil dari Pemeriksaan kemarin, tampak ia mengerutkan dahinya saat membaca hasil CT scan tersebut.


"bagaimana? apa hasilnya?" seru Vano yang sudah penasaran dengan hasil nya


"menurut hasil pemeriksaan, tante Leona mengalami Retrograde Amnesia, dimana seseorang tidak bisa mengingat peristiwa -peristiwa masa lalu yang terjadi sesudah mengalami amnesia, mungkin benturan yang cukup keras pada kecelakaan itu, membuat cidera otak di kepala tante Leona itu adalah penyebabnya" ungkap dokter Erick.


"bagaimana caranya agar ingatan mama cepat kembali?" tanya Vano serius.


"butuh waktu untuk membuat ingatan tante Leona kembali, setidaknya kita harus mengingatkan kepada beliau tentang peristiwa masa lalunya, dengan menunjukkan foto-foto lama dan memori tentang seseorang yang sangat dekat dengan tante Leona" lugas dokter Erick menjelaskan.


"papa...mungkin kehadiran papa akan membuat mama ingat semuanya" ucap Vano lirih.


BERSAMBUNG


💖💖💖💖💖