Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
kriminal


Shesa berjalan menghampiri Vano yang masih berdiri dengan gaya khasnya, Vano menatap wajah serius Shesa.


"Saya baru tahu loh! Ternyata anda itu kriminal sekali ya" Shesa menatap Vano dengan tatapan kesal, lantas ia berlalu meninggalkan Vano, Shesa masuk lagi ke kelasnya dengan penuh rasa kecewa, dan Romi hanya bisa terkulai di lantai.


Vano dengan ekspresi marahnya, lantas pergi meninggalkan Romi dan lekas keluar dari sekolah tersebut.


Vano masuk kedalam mobil dengan perasaan kalut bercampur emosi, bagaimana tidak, Shesa bersikap seperti itu padanya, genggaman tangannya memukul-mukul pintu mobil, sehingga membuat Mario terkejut dan penasaran.


"Tuan muda kenapa?" tanya Mario sambil melihat keadaan Vano yg terlihat gelisah.


"Kakak dan adik sama saja, dua orang itu harus aku jauhkan dari keluarga istriku, ini tidak bisa dibiarkan" sahut Vano penuh kebencian.


"Apa maksud Anda Tuan muda?" sahut Mario yang masih belum mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Vano.


"Romi adalah adik Excel, dan Excel adalah dalang dibalik merosotnya perusahaan papa Dewa" jawaban dari Vano membuat Mario terkejut, jadi selama ini laki-laki yang mengejar Shesa adalah adik dari orang yang ingin menghancurkan perusahaan papanya.


"ttuan muda, Nona muda harus tahu semua ini" seru Mario.


"Tidak! Dia tidak perlu tahu" jawab Vano datar


"Tapi! Kalau Nona muda tidak mengetahui rahasia ini, dia akan terus menganggap pria itu pria yang baik, dan Tuan muda menjadi terlihat buruk di mata ntona muda" tukas Mario


"Memang sengaja aku biarkan dia tidak tahu, aku ingin mengetahui seberapa dalam perasaannya padaku, apakah ia lebih memilih temannya yang terlihat baik itu, atau suaminya yang terlihat kriminal ini" jelas Vano dengan suara berat.


Mario benar-benar tak habis pikir, dengan jalan pikiran Vano, yang lebih mengorbankan perasaannya demi seorang gadis yang masih duduk di bangku SMA.


*


*


*


Shesa kembali ke dalam kelasnya, perasaannya masih campur aduk dengan peristiwa hari ini, kemudian Monic datang menghampiri Shesa.


"Mereka kenapa ya kok berkelahi?" tanya Monic penasaran


"Mana ku tahu" jawab Shesa singkat.


"Jangan-jangan gara-gara kamu Sha?" tebak Monic menatap Shesa


"Hah...kok aku sih?" sahut Shesa terkejut.


"Coba pikir, apalagi yang mereka masalahin kalau bukan kamu, Romi suka sama kamu, pak Vano itu suami kamu, masuk akal kan?" tukas Monic


Shesa berfikir sejenak, ada benarnya apa yang dikatakan Monic padanya, Vano tidak menyukai jika Shesa dekat dengan Romi, sedangkan Romi selalu berusaha mendekatinya, Shesa menunduk, lantas ia menyandarkan tangannya pada keningnya, kepalanya terasa sedikit pusing.


Tiba-tiba bu bu Dewi datang ke kelas.


"Selamat siang anak-anak" sapa bu Dewi


"Siang bu" jawab seluruhnya.


"Ibu mau memberi tahukan satu pengumuman penting untuk kalian" seru bu Dewi


"Sekolah kita akan libur selama dua minggu, besok adalah pengumuman kelulusan kelas 12, setelah itu besoknya kalian bisa libur dan masuk kembali dua minggu kemudian" kata bu Dewi yang disambut gembira oleh seluruh siswa.


Pengumuman itu membuat seluruh siswa bersuka ria, setelah bu Dewi memberi informasi, beliau lantas membubarkan seluruh siswa untuk pulang, semua teman-teman Shesa bubar satu persatu, tinggal mereka berempat sambil membantu Shesa untuk berjalan.


"Yes...kita udah libur sekolah, rencana kita kemana nih liburannya?" seru Nabila


"Iya...ya ...kemana nih" sahut Mita


"Kamu rencana mau kemana Sha?" tanya Nabila


"Kalau Shesa, palingan juga di rumah mulu, dia lebih betah di rumah sekarang " goda Monic sambil melempar senyum pada Shesa.


"Oh iya Sha, hari ini kamu nggak dijemput?" tanya Nabila.


"Hmm...kayaknya nggak deh, sopirku nggak tahu kalau hari ini pulang cepat, aku naik taksi aja" jawab Shesa.


Tiba-tiba sebuah mobil sedan hitam berhenti tepat di depan Shesa dan teman-temannya, Shesa terkejut mobil itu berhenti di depan sekolah, agaknya ia masih mengenali mobil itu, iya...itu adalah mobil yang pernah dipakai Romi saat dirinya pulang bareng, pintu mobil mulai terbuka, Shesa terus memperhatikan orang tersebut.


"Bukannya itu mobil Romi?" gumam Shesa


Seorang pria tampan berdasi, seumuran dengan Vano, keluar dari mobil tersebut, Shesa masih terus memperhatikan pria itu.


"Ya ampun ganteng banget nih cowok" seru Nabila


"Dasar! Semuanya dibilang ganteng" sahut Mita


"Biarin....emang ganteng kan tuh cowok" sahut Nabila.


Pria itu berjalan menghampiri seseorang di belakang mereka berempat.


"Aku disini mas!" suara Romi tiba-tiba mengejutkan mereka berempat, ternyata Romi sudah ada di belakang mereka, dan laki-laki itu ternyata kakaknya Romi, tak lain adalah Excel yang menjemput Romi pulang, Romi menghubungi Excel untuk dijemput hari itu, karena badannya merasa sakit semua setelah di hajar Vano tadi.


Excel lantas menghampiri adiknya dan memapahnya naik ke dalam mobil, Romi yang mendapati Shesa masih berdiri di sana, lantas memberi tawaran tumpangan untuk pulang ke rumah, mengingat Shesa juga kakinya masih sakit karena terkilir tadi.


"Shesa! Kita pulang bareng yuk!" ajak Romi, Shesa langsung menolaknya, ia lebih memilih pulang bersama teman-temannya daripada ia harus menambah masalah lagi dengan Vano.


"Tidak...tidak usah, terima kasih banyak, biar aku pulang bersama mereka saja" balas Shesa sambil tersenyum, Excel yang mendengar itu lantas menoleh ke arah Shesa, ia penasaran dengan sosok gadis yang di gilai adiknya ini, Excel benar-benar terkejut saat melihat kemiripan wajah Shesa dengan Vera.


"Oh..iya Sha, kenalin ini mas Excel, kakakku satu-satunya" seru Romi memperkenalkan Exel pada Shesa, dan Excel pun mengulurkan tangannya


"Excel..."


"Shesa..."


Exyel benar-benar sangat terkejut dengan wajah Shesa yang mirip sekali dengan Vera, mantan kekasihnya.


"Shesa...ayo bareng kita!" ajak Excel


"Tidak perlu mas, saya bisa pulang sendiri, terima kasih" Shesa menolak ajakan mereka dengan lembut.


"Baiklah kalau begitu, kami pergi dulu" seru Excel


Tiba-tiba Shesa menghentikan langkah mereka.


"Tunggu!" Romi dan Excel berhenti sejenak


"Saya mita maaf atas perlakuan pak Vano pada Romi" seru Shesa memberanikan diri, Mita dan Nabila saling menatap kenapa Shesa harus meminta maaf atas kesalahan pak Vano.


"Kenapa kamu yang harus minta maaf" sahut Romi


"Em..iya..itu..anu...pak Vano kan juga bagian dari keluarga besar di sekolah ini, jadi atas nama beliau saya minta maaf yang sebesar-besarnya" ucap Shesa dengan nada gugup


"Shesa...kamu gadis yang baik, aku berharap kamu tidak memihak pada orang yang salah, Vano itu orang yang sangat keras dan kejam, dia bisa melakukan apa saja yang dia inginkan pada orang yang tidak disukainya" Excel mencoba menghasut Shesa.


Shesa tertunduk dan mulai berfikir, apa benar yang dikatakan Excel padanya?


*


*


*


BERSAMBUNG


🌷🌷🌷🌷🌷