Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
Pertemuan Hendra dan Leona


...Author peringatkan, sebelum membaca bab ini, siapkan tisu kalian, author takut nanti bikin kalian mewek๐Ÿ˜...


...Happy Reading๐Ÿ˜Š...


Spontan Dewa dan Anggi terkejut, dan menoleh kearah sumber suara, sementara Leona berdiri terpaku di tempatnya, seakan tak percaya suara siapa yang ia dengar.


"mas Hendra, benarkah itu kamu mas" gumam Leona meyakinkan dirinya.


Dewa dan Anggi saling menatap, mereka berdua hanya melihat kedatangan Hendra tanpa bisa berkata apa-apa, karena mereka berdua sadar Leona berada di hadapan mereka.


"hei Dewa, kenapa kau diam saja, peluk sahabatmu ini"


seru Hendra yang semakin membuat Leona yakin bahwa itu memang suara Hendra.


sementara Vano dan Shesa saling memandang, mereka harap-harap cemas, menunggu reaksi Hendra saat tahu, bahwa sang istri tercinta hadir kembali di hadapannya.


"itu memang mas Hendra, iya benar itu suara mas Hendra" gumam Leona dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Leona menatap Dewa, dan Dewa mengerti maksud Leona, Dewa mengangguk seolah mengatakan "iya itu adalah Hendra, suamimu".


Disaat Hendra hendak melangkahkan kakinya, nyatanya perlahan Leona membalikkan badan, Hendra berhenti, ditatapnya wanita yang tengah bersama Dewa dan Anggi.


Hendra mengerutkan dahinya, seolah ia mengenali postur tubuh wanita itu, wanita yang tak asing baginya.


Perlahan namun pasti Leona menampakkan wajahnya kepada sang suami, Leona memandang wajah Hendra yang tampak terperangah.


Shesa semakin erat memegang tangan Vano, semua yang hadir serasa ikut merasakan apa yang dialami pasangan tersebut, sejenak ruangan hening, padahal banyak undangan yang telah hadir, menyaksikan pertemuan dua insan yang bertahun-tahun telah terpisah.


Bagaikan terkena hujan di terik siang, Hendra sangat terkejut melihat wajah sang istri yang selama 15 tahun tidak pernah ia temui, Hendra terdiam, terpaku, bibinya kelu tak mampu berucap, tubuhnya merasa gemetar.


"Leona"


"mas Hendra"


dua hati yang saling berbicara, seakan tak percaya akan dipertemukan lagi.


Leona melangkahkan kakinya menghadap suami tercinta yang sangat ia rindukan, setiap langkah Leona adalah degupan jantung Hendra, Leona menatap sang suami penuh kerinduan, matanya berkaca-kaca saat ia mulai mendekat dengan raga sang suami.


Hendra masih terdiam, ia benar-benar seolah berada dalam mimpi, matanya tak berkedip, namun sorot mata itu menunjukkan betapa ia juga sangat merindukan istrinya.


Leona kini telah berada di depan suaminya, perlahan Leona mengangkat tangannya, dengan tangan yang gemetar, Leona mulai menyentuh wajah sang suami, mengusapnya dengan lembut, sentuhan itu membuat Hendra terpejam, Hendra merasakan sentuhan yang lama ia rindukan, iya sentuhan dari istrinya.


Airmata Leona tak terbendung, buliran bening itu jatuh begitu saja di wajah cantiknya, saat ia merasakan kalau pria yang ada didepannya saat ini adalah nyata suami yang tercinta.


"mas Hendra...mas Hendra...apa kamu tidak merindukan aku" ucap Leona lirih dengan nada bergetar, tangannya masih mengusap wajah Hendra, tampak tangan Hendra mulai meraih tangan sang istri, dingin dan lembut.


dengan mata yang masih terpejam, Hendra menyentuh tangan sang istri setelah sekian lama ia tak merasakan belaian lembut tangan sang istri.


Entah sejak kapan air mata itu tumpah, namun terlihat pada wajah Hendra yang telah dibasahi oleh airmata.


Semua yang ada di ruangan itu tampak tegang dan ikut terharu.


"Leona istriku, kau istriku"


seru Hendra sembari memeluk Leona dengan cepat, Hendra memeluk istrinya penuh kerinduan, ia mencium pipi, kening dan seluruh wajah sang istri, benar-benar nyata, Leona telah kembali dalam pelukannya.


"mas Hendra, aku sangat merindukanmu" ucap Leona yang masih dalam dekapan suaminya


"kamu pikir aku tidak merindukanmu, aku seperti orang gila saat tahu kau tiada, betapa aku dan Vano sangat kehilangan dirimu" ucap Hendra yang semakin erat mendekap tubuh sang istri, mencurahkan semua kepenatan dan kerinduan yang selama ini terpendam selama 15 tahun.


"mas Hendra maafkan aku" ucap Leona sedih.


Tak bisa dipungkiri kebahagiaan Hendra membuat seluruh yang hadir ikut terbius, segenap tamu dan kolega bisnis Vano ikut terharu melihat pertemuan Hendra dan Leona.


sejenak Hendra melepaskan pelukannya, ia kembali menatap wajah sang istri yang membuatnya semakin sendu.


"kau tahu sayang, entah kenapa sejak tadi aku sangat gelisah, saat aku melihat bunga lily ini, ternyata itu adalah pertanda bahwa kita akan dipertemukan kembali...Leona aku sangat memcintaimu, jangan tinggalkan kami lagi, berjanjilah padaku" seru Hendra memeluk kembali sang istri.


"aku janji, aku janji mas...aku tidak akan meninggalkan kalian lagi, aku sangat mencintaimu mas" ucap Leona yang diiringi tepuk tangan dari tamu yang hadir di ruangan itu.


Tampak Vano mengusap air matanya yang menetes, terharu melihat kedua orang tuanya yang kini telah bersatu, Shesa memeluk erat suaminya.


"kita berhasil sayang, akhirnya papa Hendra dan mama Leona bisa bersatu kembali" seru Shesa sembari memeluk Vano dengan mesra.


"kamu benar, dan ini semua tak luput dari usahamu mencari keberadaan mama, terimakasih sayang, aku sangat mencintaimu" ucap Vano sembari mengecup mesra puncak kepala sang istri.


Hendra dan Leona tersenyum bahagia, semua yang hadir pun ikut merasakan kebahagiaan mereka, Dewa dan Anggi pun ikut menitikkan air mata.


"bahagia sekali ya pa, melihat Hendra dan Leona bersatu kembali" ucap Anggi kepada Dewa.


"mama benar, Hendra sangat mencintai Leona, mama tahu, selama Leona tidak ada, Hendra tak pernah terpikirkan untuk mencari pengganti Leona, karena Hendra yakin bahwa Leona adalah cinta sejatinya, tak akan ada wanita yang bisa menggantikan posisi Leona, dan ternyata Tuhan mengabulkan doa dan ketulusan hati Hendra, ia dipertemukan kembali dengan istri yang sangat dicintainya" ucap Dewa yang tampak mengusap buliran bening di sudut matanya.


Perlahan Vano dan Shesa menghampiri Hendra dan Leona.


"pa...maafkan Vano, jika Vano menyembunyikan rahasia jika mama masih hidup, itu semua sengaja Vano lakukan untuk membuat kejutan di hari ulang tahun papa, selamat ulang tahun pa" seru Vano menatap sendu kepada Hendra.


"Vano anakku, ini adalah hadiah terindah untuk papa, papa seolah hidup kembali setelah sekian tahun papa merasa mati, terimakasih nak, papa sangat bahagia" ucap Hendra sembari merangkul Vano.


"semua ini berkat menantu kita mas, Shesa yang selama ini berkorban untuk kita, dia berusaha mencari keberadaanku, dia yakin bahwa aku masih hidup, hingga akhirnya kita dipertemukan kembali dalam suasana yang bahagia ini" seru Leona sembari memeluk sang menantu.


"Shesa sayang, papa tidak tahu apa yang harus papa ucapkan kepadamu, sudah banyak hal yang kau lakukan pada keluarga ini, kau bukan hanya putri sahabat papa, namun kau juga putri papa, putri yang pemberani...terimakasih nak...papa berhutang budi kepadamu" ucap Hendra sembari merapatkan kedua telapak tangannya.


Sontak Shesa meraih tangan Hendra.


"papa, aku mohon jangan bicara seperti itu, Shesa ikhlas, keluarga suamiku adalah keluargaku juga, sudah kewajiban ku untuk membahagiakan keluarga ini, kalian berdua sudah kuanggap seperti orang tuaku sendiri, aku sangat menyayangi kalian berdua" ucap Shesa yang diiringi pelukan dari Hendra dan Leona.


"kami sangat beruntung memiliki menantu sepertimu nak, kami sangat menyayangimu" ucap Hendra penuh kasih.


BERSAMBUNG


๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป