Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
tembakan Veronica


Helena mulai tiba di desa tempat tinggal Nata dengan membawa bodyguard dan beberapa anak buah Vano, mereka berpencar dan mencari keberadaan Veronica dan anak buahnya, tak sulit bagi Helena menemukan titik lokasi dimana Veronica berada, ia melacak nomor ponsel yang digunakan Veronica, lantas Helena segera menghubungi Shesa yang tengah berada di rumah Nata.


Tampak ponsel Shesa berdering


"Helena" seru Shesa sembari menatap wajah sang suami.


"halo..."


"Shesa...aku sekarang berada di desa Sumber Waras, Mommy ku dan anak buahnya mencari seorang wanita yang diduga tante Leona, aku khawatir sekali, jadi aku memutuskan untuk mengikuti Mommy, takutnya Mommy akan menyakiti kalian juga" ucap Helena dalam teleponnya.


"Helena, aku sudah menemukan mama Leona, beliau sudah bersama kami" seru Shesa memberi tahukan kepada Helena tentang keadaan Leona yang masih hidup.


"benarkah, syukurlah aku ikut senang, tapi Shesa kamu harus hati-hati, karena Mommy benar-benar ingin mencelakai tante Leona, sebentar lagi aku akan datang" seru Helena


lantas Vano meminta ponsel Shesa dan berbicara pada Helena.


"Helena " seru Vano


"Vano, kalian jangan bergerak kemana-mana, anak buah Mommy sedang mencari kalian, tunggu kedatanganku, aku datang bersama anak buahmu, ada Mario juga bersamaku" seru Helena


"terimakasih Helena, entah apa yang bisa aku lakukan untuk membalas kebaikanmu kepada diriku!" ucap Vano terharu.


"aku tidak minta apa-apa darimu, aku cuma minta kau berjanji padaku, tolong apapun yang terjadi jangan sakiti Mommy...itu saja" ucap Helena sedih.


Vano terdiam, betapa perbuatan Veronica telah membuat Vano berpisah dari mamanya, namun rasa ibanya kepada Helena, membuatnya tak sanggup untuk menolak permintaan sepupunya itu.


"iya...aku janji padamu" ucap Vano sembari menghela nafas panjang.


"thanks brother" ucap Helena sembari menutup ponselnya.


"Mommy maafkan aku, aku tidak bisa membiarkan Mommy menyakiti mereka" gumam Helena sembari menuju lokasi dimana Veronica berada.


*******


Di kediaman Nata dan Ibunya.


"maaf ada yang saya bantu!" tanya bu Lasmi yang tidak mengenali siapa mereka.


"dimana suamimu menyembunyikan wanita itu?" tanya Veronica yang langsung memaksa bu Lasmi uuntuk mengatakan dimana Leona berada.


"apa maksud anda nyonya, saya tidak mengerti dengan apa yang anda katakan" ucap bu Lasmi mengelak


"kamu jangan menutup-nutupi keberadaan wanita itu, cepat katakan dimana Leona sekarang" seru Veronica memaksa.


tiba-tiba Nata menguping pembicaraan bu Lasmi dengan Veronica dibalik pintu, lantas ia segera mengatakan hal itu kepada Vano dan Shesa.


Nata berlari dan menghampiri Vano dan Shesa yang masih berada di dalam kamar Leona, dengan nafas yang ngos-ngosan Nata menyampaikan apa yang telah ia dengar.


"gawat tuan muda, nona...diluar ada yang mencari keberadaan nyonya Leona, ibu sedang menghalangi mereka, cepat sebaiknya kita pergi dari sini sebelum mereka menemukan nyonya Leona" seru Nata gugup.


"apa...pasti itu tante Veronica dan anak buahnya, sayang ayo kita segera pergi dari sini, sebelum mereka menemukan kita dan mama Leona" ucap Shesa yang sangat khawatir.


Vano kali ini tak punya pilihan lain selain pergi dari rumah Nata, sebelum Veronica dan anak buahnya melihat mereka.


"baiklah, kita pergi dari sini" ucap Vano.


"mama, ayo kita pergi dari sini, sebelum tante Veronica memisahkan kita lagi, aku akan selalu melindungi mama" seru Vano kepada sang mama yang masih belum mengingat apapun tentang Vano.


Vano menggendong tubuh Leona, sementara Shesa berjalan disamping suaminya.


"tuan muda, nona...kalian lewat sini, aku akan berusaha memalingkan perhatian mereka agar tidak bisa mengejar tuan muda dan nona" seru Nata


"tapi Nata, kamu tidak ikut bersama kami?" tanya Shesa khawatir


"nona jangan khawatir, Nata akan menghadang jalan mereka untuk mencari keberadaan anda, sudahlah non, lebih baik cepat segera pergi, sebelum mereka mulai masuk" seru Nata sambil menunjukkan jalan keluar dari rumah Nata yang tidak bisa terlihat oleh mereka


Akhirnya Vano dan Shesa pergi lewat jalan yang ditunjukkan olah Nata, jalan tersebut melewati beberapa ladang dan jalan yang sempit, jalan tersebut menghubungkan dengan jalan raya atau tempat keramaian.


******


"minggir, cepat geledah rumah ini, aku yakin mereka semua berada disini!" perintah Veronica kepada anak buahnya.


"baik bos"


anak buah Veronica mulai masuk kedalam rumah Nata dan mencari keberadaan Leona, namun sayang mereka tidak menemukan satu orangpun berada di dalam rumah bu Lasmi, hanya ada Nata yang berada di dalam kamar.


Namun anak buah Veronica terus mencari dan menggeedah seisi rumah, hingga akhirnya mereka menemukan sebuah pintu rahasia yang terletak di belakang rumah.


Nata berusaha menghadang agar mereka tidak masuk kedalam pintu itu.


"berhenti, kalian tidak boleh melewati pintu ini, ini kamar pribadiku" ucap Nata beralibi.


"minggir kamu, cepat katakan padaku, kemana Leona pergi, kalau tidak kau akan menyesal, apa kamu ingin ibumu mati sia-sia nak" seru Veronica menggertak Nata dengan mengancam akan menembak bu Lasmi.


Veronica membawa senjata yang ditodongkan pada bu Lasmi, dan itu membuat Nata sangat takut jika Veronica menyakiti ibunya.


"tidak...aku mohon jangan lakukan itu pada ibuku" ucap Nata ketakutan.


"baiklah kalau begitu, katakan dimana Leona?" tanya Veronica semakin memaksa


Nata terpaksa mengatakan kepada mereka ke mana Vano dan Shesa membawa Leona pergi, ia tak mau terjadi apa-apa pada ibunya.


Akhirnya dengan segera Veronica dan anak buahnya mengejar Shesa dan Vano.


"maafkan aku tuan muda, nona...aku terpaksa" sesal Nata karena ia telah memberi tahukan tentang keberadaan Vano dan Shesa.


"Nata...maafkan ibu, ibu tidak bisa berbuat apa-apa, semoga saja tuan muda dan nona Shesa, bisa selamat dari pengejaran mereka" ucap bu Lasmi sembari memeluk Nata.


tiba-tiba Helena datang bersama Mario dan anak buah Vano, Nata sangat terkejut dengan kedatangan mereka.


"Nata, dimana tuan muda dan nona?" tanya Mario yang tidak mendapati keberadaan Vano dan Shesa.


" Mario, syukurlah kalian segera datang, tuan muda dan non Shesa melewati arah jalan ini, sekarang mereka tengah dikejar oleh anak buah wanita itu" seru Nata ketakutan


"apa...Mommy sudah berhasil menemukan mereka, Mario kita harus cepat sebelum kita terlambat" seru Helena.


"baik non, saya akan menyuruh semua anak buah untuk segera mengejar tuan muda dan nona Shesa"


Akhirnya Helena dan Mario menyusul Vano dan Shesa.


*******


Hingga akhirnya Shesa tampak kelelahan, karena kondisinya yang tengah hamil, tidak memungkinkan Shesa untuk berlari sejauh mungkin, sedangkan untuk sampai ditempat tujuan membutuhkan waktu yang cukup lama.


"sayang...aku tidak kuat lagi untuk berjalan, lebih baik kamu bawa mama Leona pergi dari sini sebelum mereka datang, jangan khawatir aku tidak akan apa-apa" seru Shesa yang tampak sangat kelelahan.


Vano menurunkan sang mama dari gendongannya, lantas ia menghampiri sang istri yang tengah kelelahan.


"aku tidak akan membiarkanmu sendirian, jika memang seperti ini keadaannya, aku akan menghadapi mereka semua" ucap Vano


"kamu jangan bercanda sayang, ini keadaan yang sangat genting, aku tidak mau terjadi apa-apa sama kamu" seru Shesa khawatir.


tiba-tiba saja Veronica dan anak buahnya sudah berada di depan mereka.


"rupanya kalian ada disini, Vano keponakanku" seru Veronica dengan senjata yang berada ditangannya.


"tante Veronica" ucap Shesa terkejut.


Vano yang mendengar suara yang sangat ia kenal, lantas berdiri dan menghadapi Veronica yang siap untuk mencelakai mereka.


"hai Leona, rupanya kau masih bernafas sampai sekarang...ck ck ck" Veronica melihat Leona dibelakang Vano.


Shesa memeluk Leona, sedangkan Vano berusaha melindungi keduanya.


"harusnya aku bunuh saja dirimu saat itu, dengan begitu aku tidak perlu repot-repot melakukan pengejaran lagi seperti ini" ucap Veronica enteng.


"dan sekarang aku benar-benar senang melihat kalian berkumpul disini, sehingga aku dengan mudah bisa menghabisi kalian semuanya" ucap Veronica dengan sinis sambil menghampiri Shesa dan Leona yang berada dibelakang Vano.


"jangan sentuh mereka, sebelum tante menyentuh mereka, langkahi dulu mayatku" seru Vano penuh keberanian.


"wow...jadi itu maumu, okey...aku akan meluluskannya" seru Veronica dengan mengarahkan senjata ke arah Vano.


"sayang, jangan tinggalkan aku" ucap Shesa sedih sembari menggenggam tangan suaminya.


"kalian berdua adalah hidupku, aku rela mati demi kalian, jangan khawatir tidak akan terjadi apa-apa dengan diriku" ucap Vano menenangkan Shesa.


Vano melihat beberapa anak buahnya di belakang anak buah Veronica, Mario memberi isyarat agar Vano memancing Veronica agar mereka tidak melihat kehadiran anak buah Vano.


"bersiaplah untuk mati Vano...selamat tinggal!" Veronica menarik pelatuk nya dan dengan sekejap tembakan itu melesat.


tiba-tiba....


"jangan Mommy....aahhh"


"dorrrr"


tembakan Veronica telah mengenai tubuh seorang gadis, dan dia terjatuh.


BERSAMBUNG


otor ambil nafas dulu ya😉