
Sesampainya di rumah, Vano mengantarkan mamanya untuk istirahat.
"mama istirahat dulu, Vano akan menyuruh pelayan untuk mengantarkan makanan kemari " seru Vano sembari menuntun mamanya duduk di atas tempat tidur, kemudian Vano beranjak keluar kamar untuk memanggil pelayan, namun tiba-tiba tangannya di tahan oleh Leona.
"Vano"
tiba-tiba Leona menyebut nama Vano dengan jelas, dan tentu saja itu membuat Vano benar - benar terkejut bercampur senang, sang mama untuk pertama kalinya memanggil namanya.
Vano langsung duduk bersimpuh di hadapan Leona, matanya berkaca-kaca saat Leona menyebut nama dirinya.
"katakan sekali lagi mama, aku ingin mendengar mama memanggil namaku sekali lagi" ucap Vano sembari memegang tangan Leona.
Leona tersenyum dan mengusap puncak kepala Vano dengan lembut.
"Vano...Vano" seru Leona menyebut nama putranya, meskipun ingatannya belum kembali normal, namun hatinya merasa sangat dekat dengan Vano.
Vano menangis di pangkuan sang ibunda, mencurahkan segala kerinduan yang selama ini ia pendam, tanpa Vano sadari Shesa melihat sang suami yang begitu manja dengan ibunya, Shesa bahagia bisa melihat kembali kebahagiaan pada diri suaminya, dibalik pintu Shesa tersenyum melihat pemandangan yang indah itu.
Shesa berbalik dan segera pergi dari tempat itu, membiarkan suaminya melepaskan rindu kepada sang mama, namun tiba-tiba Leona menyebut nama dirinya.
"Shesa"
Shesa menghentikan langkahnya, matanya membulat, bibirnya bergetar saat suara lembut itu memanggilnya dari dalam kamar.
sejenak Shesa berhenti dan berbalik kearah pintu yang sedikit terbuka, perlahan ia melihat Leona tersenyum dan menatap sang menantu dengan bahagia.
lantas Leona berjalan menghampiri Shesa yang masih berdiri di depan pintu, kemudian dengan lembut Leona meraih tangan Shesa dan membawanya ke dalam kamar.
Vano melihat pemandangan itu dengan sangat bahagia.
"mama...mama memanggil namaku!" seru Shesa sembari menatap wajah sang ibu mertua yang meneduhkan itu.
Leona tersenyum dan mengusap lembut wajah cantik sang menantu, Leona memeluknya penuh kasih, layaknya anak kandung sendiri.
Shesa merasa tenang saat sang ibu mertua memeluknya, tanpa terasa Shesa menitikkan air mata, Vano mengusap air mata sang istri yang tiba-tiba jatuh tanpa di suruh, Vano datang dan memeluk keduanya, dua wanita yang membuatnya semangat untuk hidup, yang memberikan warna dalam hidupnya.
tiba-tiba ponsel Vano berdering, lantas ia segera melihat layar ponselnya
"papa"
Vano langsung mengangkat telepon dari papanya.
"halo pa"
"halo Vano! bagaimana keadaan di sana, semua baik-baik saja?" ucap Hendra
"tentu saja pa, semua baik-baik saja bahkan sangat baik" ujar Vano senang
"oh iya pa, minggu ini papa bisa pulang kan, Vano berencana merayakan ulang tahun papa, dan sekalian untuk merayakan syukuran kehamilan istri Vano, papa harus datang " seru Vano
"iya papa lihat dulu jadwalnya, kalau tidak ada rapat penting papa pasti datang, oh iya bagaimana keadaan cucu papa, kehamilan istrimu baik-baik saja kan? awas saja kalau kamu tidak menjaganya dengan baik" seru Hendrawan menasehati sang putra.
"papa nggak usah khawatir, cucu papa akan segera datang dan memanggil papa dengan kakek" ucap Vano
"papa akan menanti waktu itu tiba Vano, seandainya mamamu masih ada, pasti kebahagiaan keluarga kita akan semakin sempurna" ucap Hendra mengingat istrinya.
"papa tidak usah bersedih, Vano akan memberi kejutan untuk papa, hari ulang tahun papa kali ini akan menjadi hari ulang tahun yang sangat berkesan" ucap Vano senang.
********
sementara Vano masih sibuk dengan teleponnya, Shesa dan Leona saking bercengkrama.
baru kali ini selama Leona mengalami kecelakaan, ia mau membuka suaranya, hanya didepan Vano dan Shesa, Leona membuka suaranya.
Leona melihat Shesa tampak memijit kepalanya, Leona meraih tangan sang menantu dan menyuruhnya duduk di sebelahnya, ia melihat aura wajah Shesa yang berbeda, kemudian entah kenapa Leona memegang perut Shesa lantas tersenyum saat tangan Leona meraba perut sang menantu.
Shesa merasa bingung dengan apa yang dilakukan ibu mertuanya.
"Hamil...Shesa Hamil?" seru Leona yang merasakan getaran berbeda saat menyentuh perut sang menantu.
"mama...mama bisa tahu aku hamil" seru Shesa yang terkejut Leona bisa mengetahui kehamilannya.
Leona juga seorang wanita, ia juga pernah mengalami hal yang sama seperti Shesa, terlintas di ingatan Leona, saat-saat dirinya mengandung Vano, aura wajahnya seperti sang menantu, wajahnya kelihatan lebih bulat dan berseri, lebih berbinar dari biasa.
"kamu cantik nak, bayi ini pasti akan menjadi penerang, penyejuk mata kedua orang tuanya" ucap Leona lirih.
"mama...ini adalah cucu mama, iya cucu mama" seru Shesa bahagia.
"entahlah, aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, kehadiran kalian seolah membuatku damai, mungkin dulu aku pernah tinggal disini, tapi aku belum ingat apapun, hanya bayangan seseorang yang selalu datang dalam mimpiku, entah siapa itu" ucap Leona
"apa yang dimaksud mama, adalah papa Hendra" gumam Shesa.
Shesa berinisiatif untuk mengingatkan kembali ingatan Leona dengan menunjukkan foto-foto kenangan mereka di sosmed.
"mama...coba lihat, apa mama masih ingat foto-foto ini?" seru Shesa sembari menunjukkan foto Leona yang masih terpasang di sosial media milik Leona.
Leona sempat terkejut melihat wajah nya ada di deretan foto -foto yang di tunjukkan Shesa.
Leona menatap foto masa lalunya penuh seksama, ia melihat foto seorang laki-laki yang tengah bersamanya dan seorang anak laki-laki yang berada di antara mereka, Leona berusaha mengingat siapa mereka, terlintas bayangan dan suara seseorang yang memanggilnya "sayang ".
"mama...mama kenapa?" tanya Shesa yang melihat Leona sedikit tegang, lantas Shesa segera menyimpan ponselnya dan menyuruh Leona untuk istirahat.
"sebaiknya mama istirahat dulu, aku tidak akan memaksa mama untuk mengingatnya, kita lakukan itu pelan-pelan, supaya mama bisa mengingat dengan maksimal " ucap Shesa sembari memegang tangan ibu mertuanya.
*****
"baiklah Vano, papa tutup dulu telepon nya, nanti papa telepon lagi, papa harus melanjutkan pekerjaan yang masih tertunda, jaga nenek dan istrimu, minggu depan papa akan usahakan datang ke Indonesia " seru Hendra.
"baiklah pa, Vano tunggu kedatangan papa" ucap Vano penuh harap.
Vano tidak sabar mempertemukan Hendrawan dan Leona, lantas Vano menghampiri Shesa yang masih berada di kamar Leona.
Vano melihat sang ibu sudah tertidur, sementara Shesa masih setia disamping ibu mertuanya, menatap wajah cantik sang mertua membuat Shesa tak bosan untuk menemaninya.
"mama cantik sekali, sangat cantik " puji Shesa kepada ibu mertuanya.
"kamu juga cantik, bidadari cintaku" ucap Vano yang tiba-tiba membuat Shesa terkejut.
"sayang..."
BERSAMBUNG
💖💖💖💖💖