
Shesa berpamitan pada Anggi dan Dewa, ia lantas menuju mobil yang telah dipersiapkan khusus untuknya.
"Mario kita ke toko souvenir dulu, aku ingin membeli sesuatu untuk suamiku" perintah Shesa pada Mario.
"Baik nona!" balas Mario, kemudian Mario melajukan mobilnya menuju toko yang dimaksud Shesa, setelah beberapa menit mobil mewah itu telah sampai di depan toko, Shesa turun dari mobil dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam toko.
"Ada yang perlu saya bantu mbak?" tanya salah seorang pelayan
"Hm, saya mencari jam tangan yang bagus untuk su...maksud saya untuk kakak saya!" jawab Shesa dengan gugup, hampir saja ia keceplosan mengatakan untuk suaminya, mengingat ia masih memakai seragam sekolah hari ini.
"Ini...silakan dipilih!" seru pelayan sambil menunjukkan beberapa koleksi di toko itu, tanpa sengaja seorang wanita cantik, muda, berambut panjang, tinggi dan langsing sedang sibuk memilih jam tangan juga, Shesa tak sengaja menyenggol tangan wanita itu.
"Ah...maaf saya tidak sengaja" seru Shesa sambil minta maaf.
"Oh...tidak apa" balas wanita itu ramah.
"Em...bukankah Anda artis dan model terkenal itu ya? Naina Permata?" seru Shesa kegirangan melihat model terkenal seperti Naina.
"Iya...betul" jawab Naina dengan senyuman.
"Perkenalkan nama saya Shesa, saya ngefans banget loh sama mbak Naina" seru Shesa senang.
"Terima kasih" Naina balas senyum.
"Selain cantik ternyata mbak Naina orangnya baik ya!" tukas Shesa memuji.
"Ah...kamu bisa ajah...eh kamu sekolah di SMK Harapan Bangsa?" tanya Naina yang melihat simbol di seragam Shesa.
"Iya...saya sekolah di sana jurusan tata busana" jawab Shesa bangga.
"Wahh...calon desainer dong!" sahut Naina senang, Shesa membalas dengan tersenyum simpul.
"Udah menghasilkan berapa karya?" tanya Naina sekali lagi.
Shesa terkejut Naina menanyakan itu, kebanggaan buatnya jika seandainya Naina mau memakai gaun rancangannya.
"Lumayan banyak, sekitar 10 gaun" jawab Shesa malu.
"Kamu mau nggak aku tawarin untuk memasarkan hasil karyamu?" seru Naina menawarkan pekerjaan untuk Shesa.
"Mau banget apa itu mbak?" balas Shesa sumringah.
"Ini...disini ada brosur pameran minggu depan, aku salah satu model yang akan memperagakan beberapa gaun, kamu boleh ikut partisipasi, nanti gaunmu akan aku pakai untuk mempromosikan hasil karyamu, gimana kamu tertarik?" ucap Naina.
"Wah...aku tertarik banget mbak, sumpah ini adalah event yang langka buatku, seorang supermodel berkenan memakai gaun buatanku, wahh suatu kehormatan, terima kasih banyak mbak Naina!" seru Shesa yang tak henti-hentinya menahan bahagia.
Naina tersenyum tipis melihat Shesa yang senang dengan tawaranya.
"Hm..ngomong-ngomong kamu sedang membeli jam tangan untuk siapa?" tanya Naina
"Oh...ini aku lagi nyari jam tangan buat kakakku, iya kakakku" jawab Shesa berbohong.
"Ohhh...." balas Naina singkat.
Tiba-tiba Naina mengeluarkan sebuah kotak berisi jam tangan mewah merk desainer dunia, yang harganya ditaksir ratusan juta rupiah.
"Mbak, aku mau jual jam ini" seru Naina sambil menyodorkan kotak jam tangan mewah itu, Shesa yang melihatnya merasa aneh, kenapa model secantik Naina membeli jam tangan cowok dan untuk apa dijual kembali?.
"Mbak Naina maaf kalau saya ikut campur, kenapa jamnya dijual mbak? Kan sayang itu jam mahal dan limited edition loh" tanya Shesa penasaran.
"Ohh...iya mending aku jual ajah, daripada nggak ada yg pakai" jawab Naina datar.
"Sebenarnya ini aku belikan buat calon suamiku, tapi ternyata dia ninggalin aku begitu saja, dan ia kembalikan jam ini lewat sopirnya, ngeselin nggak sih" seru Naina kesal. Shesa terdiam dan menyimak apa yang di bicarakan Naina. Shesa lantas membayar jam tangan yang sudah ia pesan tadi ke kasir.
"Terima kasih mbak, mudah-mudahan Anda puas dengan pelayanan kami" seru pelayan toko saat Shesa beranjak keluar dari toko.
Sebelum beranjak keluar toko Shesa menyapa Naina yang masih sibuk mengurusi administrasi jam mewahnya tersebut.
"Mbak Naina! Aku pulang duluan" sapa Shesa
"Oh iya hati-hati! Jangan sampai nggak datang loh ya, soalnya aku cuma sebentar di Indonesia, bulan depan aku sudah terbang ke perancis, jadi jangan sia-siakan kesempatan ini oke!" balas Naina mengingatkan
"Tentu saja mbak aku tidak akan lupa, sampai jumpa" seru Shesa
"Sampai jumpa" balas Naina.
Shesa sudah masuk ke dalam mobil, sebelum Mario melajukan mobilnya, ia melihat Naina berjalan keluar dari dalam toko, ia mengernyitkan dahinya.
"Mario ayo jalan kenapa berhenti?" tanya Shesa penasaran.
"Itu...ada orang lewat Nona" jawab Mario sambil menunjuk Naina berjalan keluar dari toko.
"Ohh...itu kan Naina Permata, model terkenal itu" seru Shesa
"Tadi aku ketemu dia didalam" sambung Shesa
"Dia orangnya baik ya ternyata" sambung Shesa memuji Naina.
"Sebaiknya Nona muda tidak berteman dengan wanita seperti dia" seru Mario
"Maksudmu..?" tanya Shesa terkejut.
"Eh...maksud saya, Naina itu kan seorang model dan artis terkenal, kita tahu kehidupan artis dan model itu kadang sangat liar Nona, saya takut saja Nona jadi ikut-ikut seperti mereka." jelas Mario
"Ohhh...kamu nggak perlu khawatir, aku dan dia bekerja secara profesional kok, aku yakin suamiku pasti setuju, jika aku berteman dengan Naina" sahut Shesa percaya diri.
"*Nona...andai nona muda tahu siapa Naina yg sebenarnya, pasti nona berfikir dua kali sebelum berteman dengan wanita itu*" gumam Mario dalam hati, lantas ia melajukan kendaraannya.
Jam menunjukkan pukul 9 malam, Shesa terlihat gusar karena Vano belum juga pulang, ia sudah menghubungi ponselnya, tapi ponsel Vano tidak aktif.
"Sebenarnya dia kemana sih? Bukannya sekarang waktunya pulang? Selalu saja bikin orang khawatir" gumam Shesa
"Padahal aku udah persiapkan ini untuk dia, eh ...yang ditunggu nggak nongol-nongol juga, ih sebel" umpat Shesa.
Tiba-tiba.
"Hmm...kenapa istriku ini marah-marah?" suara bariton Vano mengejutkan Shesa, Vano memeluknya dari belakang dan mencium tengkuk Shesa dengan hangat. Shesa terdiam dan kemudian ia membalikkan badannya, dengan wajah sedikit cemberut ia bertanya pada suami tampannya itu.
"Kamu dari mana saja? jam segini baru pulang, aku udah ngantuk nih" seru Shesa manja yang membuat Vano tak tahan untuk tidak menciumnya.
"Mmpptt...." sejenak bibir mereka bertautan, lantas Shesa melepaskan pagutan mesra suaminya, dan melangkah sedikit menjauh dari posisi Vano sekarang.
"Kenapa sayang? Kamu marah padaku ya?" seru Vano sambil melingkarkan tangannya pada pinggang Shesa yang ramping, dan ia berbisik lirih di telinga Shesa.
"Aku punya surprise untukmu" deru nafas Vano yang berbisik di telinga Shesa, membuatnya geli dan mencoba menghindarinya.
"Surprise?" tanya Shesa sambil menatap wajah suaminya yang tampan bak pangeran arab.
"Hmm....pakai ini?" sahut Vano sembari memberikan sebuah kado.
"Apa ini? Tanya Shesa penasaran, lantas ia membuka kado yang sudah diberikan Vano kepadanya.
"Lingerie? Apa aku harus memakai ini lagi?" tanya Shesa yang melihat lingerie warna pink yang baru saja Vano belikan untuknya.
"Aku ingin setiap aku pulang kerja, kamu memakainya tiap malam" bisik Vano dengan mesra. Shesa benar-benar tersipu malu dibuatnya.
"Cepat pakai! Setelah itu ada surprise yang lebih besar lagi daripada ini, kau pasti sangat menyukainya hm!" goda Vano dengan mengedipkan matanya.
"*Hm...bisa ditebak surprisnya apaan, dasar modus*" gumam Shesa tersenyum sembari berjalan ke dalam ruang ganti
BERSAMBUNG
DUKUNG TERUS YA....😉