
Dan pesta pun berakhir, Romi membawa istrinya ke kamar pengantin mereka, dengan perasaan yang bahagia bercampur gugup, Laura tampak malu malu meong saat Romi membukakan pintu kamar itu untuknya.
"Untuk pengantinku, silahkan masuk!" seru Romi sembari menatap Laura dalam-dalam.
Laura mulai melangkahkan kakinya, betapa ia sangat terkejut melihat keindahan kamar pengantin mereka, dekorasi yang penuh dengan bunga-bunga.
"Waaahh...ini benar-benar indah" ucap Laura sembari menikmati keindahan kamar pengantin mereka yang terlihat sangat romantis, ranjang pengantin yang bertabur bunga-bunga mawar melati semuanya indah.
Laura duduk di atas ranjang pengantin yang bernuansa ungu itu, terdapat lilin lilin dalam gelas yang diletakkan disudut ruangan yang menghasilkan cahaya temaram nan romantis.
Romi menuangkan wine kedalam gelas minumannya, satu untuk dirinya dan satu untuk Laura. Kali ini Romi bermain sedikit mainstream, Ia mencoba usul yang diberikan oleh kakaknya, mengingat Excel sudah lebih berpengalaman dalam dunia percintaan.
Romi mencampurkan serbuk ngefly itu pada minumannya, separuh untuk dirinya dan separuh lagi untuk istrinya, kali ini Romi tidak berani mencampurkan semuanya, mengingat ia baru pertama kali bermain kuda-kudaan sepanjang hidupnya.
Romi menghampiri Laura dan tersenyum kepadanya. Laura melihat Romi tengah membawa dua gelas minuman untuknya.
"Minumlah, ini akan menghangatkan tubuhmu" seru Romi dengan senyum smirknya.
"Terimakasih" ucap Laura sembari menerima segelas wine yang sudah tercampur obat perangsang itu.
Romi menatap istrinya penuh hasrat, Ia duduk disamping Laura sembari berkata.
"Bersulang...untuk malam panjang kita" Ucapan Romi membuat Laura benar-benar serasa di atas angkasa, hatinya bahagia bercampur gelisah, malam ini untuk kali pertamanya, dirinya akan tidur bersama seorang laki-laki yang dicintainya.
"Bersulang" jawabnya Laura tersenyum, setelah itu keduanya mulai meminum wine tersebut.
"Ahhh...." Romi dan Laura sama-sama menghabiskan isi dalam gelas tersebut, Romi tersenyum bahagia saat melihat Laura telah menghabiskan wine yang ia berikan. Tiba-tiba saja Laura ingin pergi ke kamar mandi.
"Aku ke kamar mandi sebentar" ucap Laura kepada suaminya.
"Hmm...jangan lama-lama" balas Romi sembari menggenggam tangan Laura.
"Tidak cuma sebentar" sahut Laura sembari beranjak pergi meninggalkan Romi yang masih terdiam di tempatnya. Romi melepaskan tangan Laura secara perlahan, Laura pergi sembari memberikan kecupan dari jauh kepada Romi.
Laura mulai masuk kedalam kamar mandi, dan Romi masih setia menunggunya di luar. Setelah beberapa menit Romi merasakan ada hal yang aneh pada dirinya, tiba-tiba saja ia merasakan panas pada tubuhnya, dan ia merasakan tubuhnya bergejolak luar biasa, Ia seolah tidak bisa mengendalikan hasratnya.
"Kenapa panas sekali, apa AC nya mati" Romi mengambil remote AC, dan Ia melihat AC sudah menyala. Romi semakin tidak bisa menahan panas tubuhnya, sehingga ia melepaskan semua baju yang menempel pada tubuhnya, meninggalkan celana hitam panjang miliknya.
"Astaga kenapa bisa panas seperti ini, dan kenapa ini tiba-tiba saja berdiri" ucapnya sembari menahan dirinya yang penuh dengan hasrat.
Disaat Romi tengah menahan rasa itu, tiba-tiba saja terdengar pintu kamar mandi terbuka, dengan reflek Romi melihat pintu kamar mandi yang mulai terbuka.
Tampak Romi membulatkan matanya saat ia melihat Laura keluar dari kamar mandi tanpa sehelai benang pun, Laura melihat suaminya yang sudah menunggunya.
Tanpa basa basi, Laura segera menghampiri Romi dengan sedikit berlari dan langsung memeluk suaminya. Romi yang sudah sedari tadi menahan hasrat, kini ia bisa meluapkan keinginan nya bersama istri sahnya.
Karena efek obat itu, keduanya sama-sama panas dan sama-sama brutal, keduanya berguling-guling di atas kasur, pertempuran yang sangat sengit terjadi malam ini.
Romi dan Laura hanyut dalam permainan mereka, hingga tak terasa rasa sakit akibat hilangnya selaput dara itu, tak di rasakan Laura terlalu berarti, hanya sedikit raungan dan cengkeraman tangan Laura pada sprei, menahan saat-saat mendebarkan Romi masuk kedalam dirinya.
Dan selanjutnya permainan itu berjalan lancar, mawar-mawar yang bermekaran sekarang menjadi layu, lilin-lilin yang awalnya menyala dengan terang kini telah menjadi redup, seiring suara-suara erot*s itu memenuhi seluruh kamar bernuansa ungu itu.
Hingga puncaknya, Romi dan Laura tertidur dalam satu dekapan, keduanya tampak kelelahan karena kebrutalan masing-masing.
Kini kamar itu menjadi sunyi karena keduanya sudah terlelap seusai aktivitas mendebarkan tadi.
*******
Hingga pagi menyapa, sinar sang surya menyelinap di balik tirai kamar, menimbulkan seberkas cahaya yang melewati ruangan yang masih terlihat gelap itu.
Reflek Laura sangat terkejut dan Ia pun berteriak.
"Aaaaaaaaa...."
Sontak teriakan Laura membuat Romi terbangun.
"Ada apa?" tanya Romi dengan wajah yang masih terlihat tampan.
Laura melihat dirinya yang telanjang bulat, kemudian Ia melihat Romi yang juga sama seperti dirinya.
"Apa yang kamu lakukan padaku?" tutur Laura dengan wajah terkejut dan melihat dirinya yang tampak kacau pagi itu.
"A...aku maksudnya kita...semalam sudah melakukannya" jawab Romi
"Melakukan apa?" tanya Laura penasaran.
"Kamu nggak usah tegang gitu dong, ini kan sudah kewajiban kita setelah menikah" jawab Romi santai.
"Kewajiban? maksudnya kita....sudah Melakukan itu?" seru Laura dengan sedikit melototkan matanya.
"Hmm...kamu benar, kita sudah melakukannya" jawab Romi senang.
"Ta...tapi itu tidak mungkin, aku tidak ingat apa-apa tentang kejadian semalam, aku benar-benar tidak ingat, yang aku ingat semalam aku pergi ke kamar mandi, dan setelah itu aku sudah tidak ingat apapun, tiba-tiba saja aku sudah ada disini dengan keadaanku yang seperti ini....huhuhu..aku sudah tidak suci lagi" ucapan Laura membuat Romi tertawa kecil dan kemudian memeluk istrinya yang belum mengerti apa-apa itu.
"Ssstttt...jadi Kamu tidak rela aku merenggut kesucianmu?" tanya Romi yang membuat Laura tersadar bahwa Romi sekarang adalah suaminya.
"Hmm...bu..bukan begitu maksudnya" jawab Laura malu.
"Terus apa?" Romi menunggu jawaban Laura sambil menahan dagu Laura.
"Aku kok nggak ngerasa apa-apa semalam, harusnya kan aku juga ingin ngerasain malam pertama itu kayak apa" jawabnya polos.
Romi tersenyum dan mendekatkan wajahnya pada wajah istrinya.
"Kamu ingin merasakan nya?" tanya Romi menggoda. Laura menatap bola mata Romi yang indah itu.
"Caranya?" jawab Laura.
"Dengan ini" seru Romi sambil meraba area pusat ibukota Laura .
"Awww...jangan sentuh, sakit" jawab Laura sembari menepis tangan Romi dari pusat ibukota Laura.
"Masih sakit?" tanya Romi
"Hmm..."
"Kalau begitu aku akan membuatnya tidak terasa sakit lagi" seru Romi meyakinkan dengan senyum kemenangan nya.
"Apa?" Laura mulai beringsut saat Romi mulai mendekatinya.
BERSAMBUNG
❤❤❤❤❤❤
...Semoga suka ya dengan bonusnya😁...