
Vano mulai masuk kedalam area pementasan, nampak beberapa panitia penyelenggara tersenyum dengan kedatangan Vano di sana, meskipun tanpa undangan, Vano bebas masuk ke ruang aula tanpa kendala, namun kehadiran CEO terkenal itu sontak membuat seluruh audience terpana.
π©"Hei...itu pak direktur PT Elang Perkasa Company bukan sih?"
π§"Emang betul itu dia, pak Rayvanno"
π©"Duhh...ganteng banget ya"
π§"Nggak nyangka ya pak Vano menghadiri acara ini"
π©"Tentulah pasti dia menghadiri acara ini, kamu tahu sendiri kan ada pacar pak Vano disini, supermodel itu...Naina Permata"
π§"Bukannya mereka sudah putus ya?"
π©"Iya juga sih...tapi untuk apa coba direktur tampan itu datang ke acara ini, kalau bukan untuk Naina"
π§"Kamu bener juga"
π©"Eh...tapi denger-denger pak Vano itu udah nikah lo"
π§"Masa sih...nggak mungkin itu"
π©" Entahlah berita itu benar atau tidak, yg aku denger ya...si ganteng itu menikahi seorang gadis SMA"
π§" Gadis SMA? yg bener aja kamu"
π©" Banyak kok bukti yamg nunjukin kalau pak Vano itu menikahi gadis SMA....nih coba lihat foto ini" menunjukkan foto-foto Vano saat sedang fitting baju pengantin bersama Shesa.
π§" Eh...coba liat deh, gadis dalam foto ini bukannya desainer muda itu ya" menunjuk ke arah Shesa yamg duduk diurutan paling depan.
π©" Eh...iya bener loh, baru nyadar loh aku" melihat ke arah Shesa yang memang benar-benar mirip dengan gadis yang ada di foto itu.
Kedua wanita itu tercengang dengan foto-foto yang tak sengaja diambil netizen saat CEO muda itu sedang bersama Shesa, karena gadis dalam foto tersebut memang benar Shesa.
Sedangkan Vano masih mencari-cari keberadaan istrinya, ia mengitari seluruh tempat duduk dan memperhatikan setiap penonton, namun tak jua ia mendapati keberadaan Shesa, tiba-tiba Shesa merasa ingin ke toilet, ia beranjak keluar dari ruangan itu sejenak, Vano tak putus asa dengan usahanya, karena ia yakin Shesa berada dalam acara tersebut.
Hingga akhirnya Vano memutuskan untuk mencarinya di ruang ganti para model, siapa tahu ia dapat menemukannya di sana, namun apa yg terjadi, justru ia bertemu dengan Naina.
"Vano...kamu ada disini?" Naina sangat terkejut dengan kedatangan Vano yg tiba-tiba, Naina tak menyangka akan bertemu dengan pria yg pernah mencintainya itu, Vano hanya terdiam saat Naina menyebut namanya, ia hanya ingin menemukan keberadaan Shesa saja.
Naina mulai mendekati Vano, dalam ruangan itu hanya ada mereka berdua, Vano mengira akan menemukan Shesa di ruang ganti, tapi ternyata justru ia menemukan sang mantan disana.
Naina tersenyum dan mulai mendekati Vano, Naina sangat senang bisa bertemu lagi dengan CEO tertampan itu, ia mulai mengalungkan tangannya di leher Vano, tapi Vano langsung mengelaknya.
"Vano aku rindu sekali padamu"
"Lepaskan tanganmu"
"Maaf...aku tak bisa mengontrol perasaanku, aku masih sangat mencintaimu" seru Naina yang terus memegang tangan Vano.
"Kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi" tegas Vano.
"Aku tahu..." Naina tertunduk
"Kenapa kau masih ada disini? bukannya kau harus segera ke Perancis" tukas Vano.
"Iya...besok aku terakhir di Indonesia, setelah itu aku akan pergi" balas Naina.
"Vano...apa kamu sudah mendapatkan penggantiku, aku dengar-dengar kamu telah diam-diam menikah dengan seorang gadis SMA? apa itu benar, ya...walaupun berita itu masih simpang siur" tanya Naina penasaran.
"Bukan urusanmu" jawab Vano singkat.
"Jadi...itu benar?" seru Naina serius, Vano menatap Naina dengan tatapan tajam.
"Dengarkan aku, dengan siapapun aku menikah, itu bukanlah urusanmu, dan kamu harus tahu...saat ini aku sudah melupakanmu...ingat itu" jelas Vano.
"Siapa gadis itu? Aku ingin tahu gadis macam apa yang sudah merebutmu dari tanganku" tanya Naina penasaran.
"kau tidak perlu tahu siapa dia" jawab Vano singkat.
"Aku harus tahu siapa dia, karena dia sudah merebut calon suamiku" seru Naina kesal.
"Kamu yang meninggalkanku, aku sudah memberimu banyak kesempatan, tapi kau masih ingin meraih obsesimu menjadi model terkenal" tukas Vano.
"Sudahlah...kita tidak berjodoh, lebih baik kamu lupakan aku" sahut Vano sembari beranjak pergi meninggalkan Vano.
Tiba-tiba Naina memeluknya dari belakang.
"Jangan pergi sayang, aku masih sangat merindukanmu" ucap Naina manja sembari memeluk Vano dari belakang.
******
Di kamar mandi Shesa masih sibuk merapikan dirinya, ia melihat salah satu antingnya copot, ia berusaha mencari di dalam tasnya, namun Shesa tak bisa menemukan salah satu antingnya, Shesa berusaha mengingat-ingat kembali dimana anting itu terjatuh.
"Antingku jatuh dimana ya? Kok nggak ada sih" Shesa masih sibuk mencari ke sana kemari, tiba-tiba ia teringat saat ia berada di ruang ganti, ia tak sengaja melepas antingnya di sana.
"Oh iya ....tadi aku lepas di ruang ganti, aku akan ke sana, mungkin saja masih ada" Shesa bergegas keluar dari kamar mandi, dan segera menuju ruang ganti dimana Naina dan Vano masih dalam ruangan itu.
Saat Shesa membuka pintu ruang ganti, ia sangat terkejut melihat pemandangan di depannya, Vano sang suami di peluk oleh wanita lain, yang ia ketahui wanita itu adalah Naina
Vano sangat terkejut dengan kedatangan Shesa yang telah melihatnya berpelukan dengan Naina, lantas Vano langsung melepas tangan Naina dari tubuhnya, sontak hal itu membuat Naina terkejut.
Naina melihat kedatangan Shesa yg tiba-tiba, dan Shesa pun menjadi salah tingkah.
"Maaf...saya telah mengganggu, permisi" seru Shesa sembari tersenyum menahan rasa sedihnya.
"Hai....Shesa tunggu" seru Naina menghentikan langkah Shesa, Naina mendekati Shesa dan Shesa pun menghentikan langkahnya.
"Kamu nggak ganggu kok, emangnya ada perlu apa?" tanya Naina polos.
"Em...aku merasa tadi antingku tertinggal satu disini, tapi tidak mungkin, pasti di tempat lain, biar saya cari diluar saja" pamit Shesa pada Naina.
Shesa segera berlari keluar ruangan, dengan perasaan yg hancur berkeping-keping ia mencoba menahan air matanya, ia benar-benar tidak percaya, seorang suami yang baru saja ia merasakan kenyamanan bersamanya, harus Shesa terima menelan kenyataan pahit ini.
"Kenapa kamu lakukan itu padaku, ini sebabnya kamu tidak mengizinkanku untuk ikut acara ini, ternyata kamu ingin berduaan dengan Naina" gumam Shesa sembari menahan rasa sedihnya yang teramat sangat, ia tak mau dia terlihat sedih di depan para audience.
Vano berlari mengejar Shesa, dan ia mendapati Shesa telah duduk di kursi penonton paling depan, lantas ia mendekati Shesa dan duduk di samping istrinya.
Shesa memalingkan wajahnya dari Vano, dan Vano memegang tangan Shesa dengan erat, sontak Shesa berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Vano, namun sia-sia Vano memegang tangannya dengan sangat erat.
BERSAMBUNG
πππ
*
*
*
Bonus visual untuk readers setiaku
Rayvanno Adiputra Perkasa, direktur utama PT Elang Perkasa Company...CEO muda, ganteng dan keren, wanita mana yang tak bisa menolak pesonanyaππ
Deandra Rashesa, siswi SMA kelas 11 masih berusia 18 tahun, gadis cantik yang membuat Vano jatuh hati padanya
Romi cogan sekaligus ketos...teman sekolah Shesa, yg selalu mencintai Shesa dan rela menunggu Shesa untuk menerima cintanya.
Naina Permata, model cantik dan seksi, mantan kekasih Vano
Hmm...itu hanya kehaluan author ya...Maaf jika kurang berkenan π
...Dukung terus dengan cara like, komen, beri hadiah dan vote sebanyak-banyaknya....
...Bagi yang bertanya, loh thor kok fotonya beda? AUTHOR TEGASKAN, FOTO YANG SEDANG BERPELUKAN ITU CUMA MENUNJUKKAN ADEGANNYA SAJA, BUKAN ORANGNYA....