
Acara telah usai, akhirnya Vano dan Shesa pulang, mereka berdua masuk kedalam rumah, keduanya disambut oleh nenek yang sudah menunggu kedatangan mereka berdua.
"Vano cucuku, kalian sudah pulang? bagaimana dengan pestanya?" seru nenek
"menyenangkan sekali nenek" ucap Vano sembari mencium tangan nenek.
" oh iya Vano, dengar-dengar perusahaan Veronica bekerja sama dengan perusahan kita, apa itu benar?" tanya nenek yang mengetahui berita itu dari sekretaris Jimmy.
"iya nek" jawab Vano singkat.
"nenek khawatir, Veronica akan berbuat macam-macam pada perusahaan kita, kau tahu sendiri dia masih menyimpan dendam kepada Hendrawan, kau harus berhati-hati Vano" ucap nenek
"nenek tidak perlu khawatir, Vano bisa mengantisipasi nya, Tante Veronica tidak akan bisa menghancurkan perusahaan kita begitu saja" ucap Vano sembari memeluk sang nenek.
"nenek bangga padamu Vano, andai Leona masih ada disini, pasti dia sangat bahagia melihat dirimu" ucap nenek sembari mengingat sang menantu, yang tak lain adalah ibu Vano, Leona.
" nenek sangat merindukan ibumu, dia wanita yang cerdas dan baik hati, dia memang bukan dari kalangan atas, tapi Leona adalah gadis yang memiliki intelektual tinggi, dan itu menurun pada dirimu sayang" seru sang nenek sembari berkaca-kaca.
Shesa memperhatikan ekspresi wajah sang nenek yang tampak sedih saat mengingat menantunya yang sudah tiada.
"pasti ibu mertuaku adalah seorang yang sangat baik, aku penasaran seperti apa beliau" gumam Shesa.
"sudahlah Nenek, mama udah tenang disana bersamaNYA, Vano yakin mama pasti juga senang melihat keberhasilan Vano dari syurga" ucap Vano menenangkan sang nenek.
"baiklah, sebaiknya nenek istirahat, ayo aku antar.... sayang kamu keatas dulu, aku mau mengantar nenek kekamarnya" seru Vano
"iya sayang... selamat malam Nenek" seru Shesa sembari memeluk sang nenek.
"bahagialah selalu kalian berdua" ucap nenek senang.
kemudian Vano menggendong sang nenek dan mengantarkan nenek ke kamarnya, sedangkan Shesa segera naik keatas kamarnya.
sesampainya di dalam kamar, Shesa tak lantas melepas pakaiannya, justru ia sedang mengambil laptop dan mencari informasi tentang ibu mertuanya, ia sangat penasaran seperti apa sosok wanita yang telah melahirkan sang suami yang hebat seperti Vano.
"Leona... Leona Perkasa...ini dia!" seru Shesa yang sudah menemukan file tentang Leona Perkasa, ibu Vano.
Shesa membaca seluruh informasi tentang Leona Perkasa, istri dari milyader terkenal Hendrawan Perkasa.
"Leona Perkasa...dia benar-benar wanita yang anggun dan cantik, darah Arab kental sekali pada raut wajahnya, benar-benar wanita yang mengagumkan"
gumam Shesa tersenyum saat melihat foto-foto lawas Leona yang masih tersebar di Dunia Maya, foto seorang wanita dengan seorang anak laki-laki yang sudah terlihat ketampanannya semenjak kecil, yang tak lain adalah suaminya sendiri, Vano.
"kalian berdua seperti pinang dibelah dua, sangat mirip sekali, mama Leona benar-benar wanita yang menawan" gumam Shesa tersenyum.
Leona hilang dalam kecelakaan tunggal 15 tahun yang lalu, dan sampai sekarang jasadnya belum ditemukan, keluarga menganggap Leona sudah tewas dengan adanya bukti baju Leona yang berlumuran darah ditemukan di tempat kejadian, mereka beranggapan Leona sudah meninggal dimangsa binatang buas karena lokasi kecelakaan yang berada di hutan, mobil Leona masuk ke dasar jurang.
Shesa merasa ada kejanggalan dalam kematian ibu Vano, ia merasa ibu Vano masih hidup, karena hanya sekedar bukti baju itu tidak menjadi alasan bahwa Leona sudah meninggal.
"ada yang aneh, kalaupun Leona dimangsa binatang buas, pasti ada sisa jasadnya yang tertinggal, tapi ini hanya sebuah baju yang terkoyak dan berdarah, bukan berarti Leona sudah meninggal....oh ya Tuhan, jangan-jangan ibu mertuaku masih hidup!" gumam Shesa menyelidik.
"lagipula lokasi hutan tempat terjadi kecelakaan, tidak ada binatang buas yang ada disana, karena lokasi itu sangat dekat dengan pemukiman, bisa jadi Leona diselamatkan oleh warga sekitar....tapi siapa yang mengatakan bahwa Leona sudah meninggal, aku harus tahu" gumam Shesa yang terus mencari informasi tentang ibu mertuanya itu.
tiba-tiba seseorang mengagetkannya dari belakang, Shesa terkejut saat Vano tiba-tiba menutup matanya dari belakang, spontan Shesa menutup laptopnya.
"iya... terus kenapa kamu masih disini?" Vano berbalik tanya.
"iya...aku tadi sedang mencari informasi tentang ibu kamu" seru Shesa terus terang.
"buat apa, mama sudah tenang di alam sana" jawab Vano sedih mengingat almarhum sang mama.
"sayang ada sesuatu yang harus kamu ketahui tentang mama Leona" ucap Shesa ingin memberi tahu kepada suaminya.
"sudahlah jangan membuatku bertambah sedih, aku tidak mau mengingat kejadian yang mengerikan itu...aku mau mandi" seru Vano sembari melepas jasnya dan segera masuk kedalam kamar mandi.
Shesa melihat suaminya yang tampak trauma mengingat tentang Leona, akhirnya ia memutuskan untuk mencari informasi lebih detail lagi tentang kecelakaan maut yang dialami Leona, Shesa akan mengumpulkan bukti bahwa Leona masih hidup.
"aku tahu kau sangat sedih sayang, tapi aku berjanji padamu, aku akan mengembalikan senyummu kembali, aku akan menghilangkan kesedihanmu terhadap mama Leona" janji Shesa dalam hati.
Akhirnya Shesa membuka lagi laptopnya, ia masih sangat penasaran dengan informasi tentang Leona, Shesa melihat foto-foto Leona saat bersama Hendra, sang mertua yang kini sedang berada di London.
Shesa juga melihat foto sang papa, Dewa adalah teman kuliah Hendrawan, dan tentu saja Dewa menjadi sahabat keduanya.
"papa...ada foto papa juga, ya ampun...papa masih unyuk-unyuk banget" ucap Shesa tersenyum saat melihat foto jadul mereka.
Shesa juga melihat foto Veronica pada foto kenangan yang diabadikan Leona dalam akun sosial media nya.
"Tante Veronica, dia juga ada disana....jadi mereka semua teman satu kampus, oh ya Tuhan, semuanya akan menjadi jelas, aku harus menemui papa, aku akan mencari informasi dari papa"
gumam Shesa yang masih serius menatap layar laptopnya.
mendadak Shesa dikejutkan dengan layar laptopnya yang ditutup tiba-tiba oleh seseorang yang tak lain adalah Vano.
"sayang, apa yang kamu lakukan? aku belum selesai dengan...." belum sempat Shesa melanjutkan kata-katanya, Vano sudah mengangkat tubuh Shesa masuk kedalam kamar mandi.
"jangan banyak bicara, aku sudah menunggumu lama, ayo mandi" seru Vano sembari mengangkat tubuh istrinya dengan gagah.
Vano yang nampak sudah bertelanjang dada membuat Shesa tak bisa menolak ajakan sang suami.
sesampainya di kamar mandi, Shesa berontak untuk diturunkan dari gendongan Vano.
"sayang, cepat turunkan aku" seru Shesa sembari menggerak-gerakkan tubuhnya, kemudian Vano menurunkan tubuh sang istri.
"aku mau melepas bajuku dulu" seru Shesa sembari berjalan keluar dari kamar mandi, namun dengan cepat Vano menarik tangan sang istri.
"jangan pergi, biar aku bantu melepaskannya" seru Vano yang membuat Shesa menghentikan langkahnya.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
DUKUNG TERUS YA SAYANG, AUTHOR AKAN BERUSAHA SEMAKSIMAL MUNGKIN UNTUK UPDATE SETIAP HARI, MOHON DIMAKLUMI BILA ADA KETERLAMBATAN DALAM UPDATE...DIMAKLUMI YA OTOR DIRUMAH MOMONG BALITA YANG MASIH BUTUH PERHATIAN EKSTRA, BELUM LAGI BAYI YANG BESAR🤭...HARUS LEBIH EKSTRA LAGI PERHATIANNYA🤭🙏
❤️❤️❤️❤️❤️❤️