Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
lima menit


Vano dan Shesa sudah berada di dalam mobil, keduanya tampak bahagia setelah melihat bayi mereka sehat dan baik-baik saja, Shesa menyandarkan kepalanya pada bahu sang suami, tentu saja itu tak luput dari pandangan Mario yang tanpa sengaja melihat kebahagiaan mereka.


"tuan muda dan nona, kelihatannya bahagia sekali, saya sangat senang melihat pemandangan seperti ini" ucap Mario mulai menggoda bosnya.


"kau tahu Mario hari ini aku sangat bahagia sekali, aku telah mendapat sesuatu yang berharga dalam hidupku" ucap Vano bahagia.


"apa tuan muda? tuan muda mendapatkan sesuatu? apa tuan muda baru saja menang lotre?" tanya Mario kocak, sontak itu membuat Vano melempar kepala Mario dengan ballpoint.


"awww....sakit tuan muda" seru Mario sambil mengusap-usap kepalanya.


Shesa hanya bisa tertawa geli melihat tingkah keduanya, mereka berdua tampak tidak seperti bos dan anak buah, mereka berdua seperti sahabat yang selalu kocak dalam kesehariannya.


"rasain tuh, makanya kalau ngomong jangan ngawur, ngapain aku ikut lotre segala, duwitku udah banyak, nggak akan habis sampai 7 turunan" ucap Vano kesal


"iya...iya...percaya, gitu aja sewot, dasar pemarah" seru Mario tersenyum, ia masih suka menggoda Vano.


"apa kamu bilang?" seru Vano kesal, tiba-tiba Shesa melerai mereka berdua.


"sudah - sudah....kalian apa-apaan sih, kayak anak kecil ajah...oh iya Mario setelah ini kau harus berubah jadi si Mario siswa baru itu, karena hari ini kita ada kerja kelompok" ucap Shesa mengingatkan.


"kerja kelompok yang kemarin non?" tanya Mario


"he em..." jawab Shesa singkat.


"Monic...ikut nggak non?" tanya Mario mulai nakal.


"ya iyalah, dia kan kelompok kita, kenapa kamu suka ya kalau Monic datang?" goda Shesa


"hehe...nggak juga sih non, habis dia tuh seru anaknya, nggak kayak cewek-cewek lainnya yang manja, dia tuh sangat mandiri banget" seru Mario


"ooooh.. ..jadi asisten setiaku ini sedang jatuh cinta rupanya, oh...aku tahu, pasti gadis yang kamu culik kemarin itu adalah Monic, iya kan, ngaku kamu?" Vano menegur Mario


"gadis yang aku culik? maksud tuan muda siapa, ngapain saya harus nyulik anak orang, mending langsung dinikahin aja daripada diculik!" jawab Mario


"kamu pikir aku tidak tahu, aku melihatmu sedang membawa seorang gadis, kau tahu sayang, mereka berdua sangat mesra sekali" seru Vano menatap wajah sang istri.


"benarkah? wah Mario...jangan-jangan kamu sudah jatuh cinta sama Monic" goda Shesa membuat Mario semakin malu.


"syukurlah, akhirnya Mario laku juga sayang, setelah sekian lama ia menyendiri" goda Vano


"laku laku...emangnya saya dagangan tuan muda" jawab Mario sembari menghela nafasnya.


Vano dan Shesa tersenyum melihat tingkah Mario yang lucu.


*******


mereka akhirnya sampai di kediaman Vano yang megah.


Mario segera turun dan membukakan pintu untuk majikannya.


"Mario, cepat ganti bajumu, sebentar lagi anak-anak bakal datang, tentu saja Monic juga pasti datang" seru Shesa tersenyum.


"baik nona, tuan muda, saya permisi dulu, saya mau ganti baju dulu" ucap Mario senang, karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan Monic.


Vano dan Shesa tersenyum melihat tingkah Mario, lantas mereka berdua masuk kedalam rumah.


"sayang, kita makan siang dulu yuk, nenek pasti sudah menunggu" seru Shesa


"baiklah, ayo " Vano menggandeng terus tangan Shesa, seakan ia tak mau terlepas sedikitpun dari istrinya.


Akhirnya mereka sampai di meja makan, dan nenek sudah menunggu kedatangan mereka berdua.


"hai sayang, kalian berdua sudah datang, ayo kita makan" seru nenek


Vano dan Shesa duduk mendampingi nenek untuk makan siang, dan merekapun bersama-sama menikmati santap siang.


******


Di kamar


" sayang aku turun dulu ya, anak-anak pasti sudah nungguin aku" pinta Shesa agar Vano mengizinkannya menemui teman-temannya.


Vano yang saat itu bertelanjang dada, membuat Shesa berlama-lama memainkan ujung jarinya pada dada Vano yang bidang.


Vano mulai menyentuh dagu Shesa dan mengarahkan bibirnya pada bibir sang istri, akhirnya kecupan demi kecupan mulai membuat keduanya terbuai.


Vano seakan tak puas untuk menikmati manisnya bibir sang istri, semakin dalam semakin membuat lidah itu saling membelit dan menyesap.


tentu saja adegan mesra itu membuat yang disana ingin masuk ke sarangnya, tiba-tiba Vano berbisik nakal pada istrinya.


"sayang...sebentar ajah, lima menit" ucap Vano yang langsung dimengerti oleh Shesa.


"tapi sayang..." jawab Shesa yang khawatir bila teman-temannya menunggu lama.


"ayolah..." Vano mulai menyingkap rok yang digunakan Shesa, namun tiba-tiba terdengar seseorang mengetuk pintu.


"tok...tok ...tok"


sontak itu membuat Vano terpaksa mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam sana, ia membiarkan Shesa membuka pintunya.


"sayang aku lihat dulu siapa yang datang" seru Shesa sembari menatap wajah melas suaminya.


Shesa membuka pintunya, dilihatnya nenek sedang berdiri di depan pintu, hanya neneklah yang berani mengetuk pintu kamar mereka, pelayan tidak ada yang berani mengganggu kamar majikannya selama Vano bersama Shesa didalam kamar.


"nenek...ada apa? nenek butuh sesuatu?" tanya Shesa dengan gugup.


"sayang, teman-temanmu sudah menunggu lama diluar, temuilah mereka" seru nenek


"iya nenek, sebentar lagi Shesa turun" balas Shesa tersenyum.


"baiklah, nenek akan bilang kepada mereka, supaya menunggumu sebentar lagi " seru nenek sembari berlalu meninggalkan kamar Shesa dan Vano.


Shesa menutup pintunya kembali, ia mencari keberadaan Vano yang tak terlihat lagi.


"loh kemana dia, sayang...sayang...kamu dimana?" seru Shesa mencari keberadaan Vano yang tiba-tiba menghilang dari pandangannya.


Akhirnya Shesa melihat pintu kamar mandi yang sudah terbuka.


"ah...pasti dia ada didalam" gumamnya.


Shesa mulai masuk ke kamar mandi, ia melihat Vano sedang berendam di dalam bathtub berisi air hangat, ia menenangkan dirinya dan juga juniornya yang terlanjur terbangun dari tidurnya.


"sayang, apa yang kamu lakukan?" tanya Shesa yang mendapati Vano sedang berendam sambil memejamkan matanya.


"pergilah, nanti teman-temanmu menunggu, aku disini saja, biarkan aku melemaskan otot-ototku yang tadi sempat menegang" ucapnya santai.


"bener nih nggak papa?" ucap Shesa yang masih mengkhawatirkan keadaan suaminya.


"nggak, nggak papa" jawab Vano singkat


Shesa tersenyum dan menghampiri Vano yang sedang berendam, ia mencium kening Vano sembari meminta maaf kepada sang suami.


"maafin aku ya sayang" ucap Shesa pelan, kemudian ia mulai beranjak pergi, namun tangannya tiba-tiba ditarik oleh Vano.


Shesa terkejut dan menoleh kearah Vano.


Vano membuka matanya lantas ia berucap kepada sang istri.


"sebagai gantinya, nanti malam temani aku begadang...hm" ucap Vano dengan tatapan nakalnya.


Shesa membulatkan matanya saat Vano mengatakan itu kepadanya, lantas Shesa melepaskan tangannya dari tangan Vano.


"dasar pak Vano mesum" ucapnya tersipu malu sembari keluar dari kamar mandi.


Vano terkekeh melihat tingkah istrinya, kemudian ia melanjutkan ritual mandinya sendiri.


BERSAMBUNG


💖💖💖💖💖