Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
Makan malam


Saatnya hari itu tiba, seperti biasa Vano berangkat ke kantor setiap pagi, sedangkan Shesa sudah mempersiapkan dirinya lahir dan batin untuk datang kembali ke pelukan suaminya, namun Shesa tak mendapati sinyal-sinyal dari suaminya untuk merayakan hari pernikahan mereka. Vano terlihat biasa -biasa saja, seolah ia tak mengingat hari dan tanggal pernikahan mereka.


Shesa mencoba memancing suaminya dengan mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan hari pernikahan mereka.


"Sayang, aku berangkat dulu, hari ini aku ada rapat penting, kamu baik -baik ya dirumah, jaga baby kita" seru Vano sembari mencium kening istrinya dan mencium baby Ray yang berada dalam pelukan Shesa. Kemudian Vano segera beranjak meninggalkan mereka berdua, tiba-tiba saja Shesa menghentikan langkah Vano untuk keluar dari kamar mereka.


"Sayang tunggu"


Vano berhenti dan menoleh kearah istrinya.


"Ada apa?" tanya Vano


Shesa mendekati suaminya dan mencoba mengingatkan suaminya akan hari pernikahan mereka.


"Sayang kamu tahu nggak ini hari apa?" tanya Shesa memancing. Namun Vano menjawabnya santai.


"Hari Selasa, emangnya kenapa?" balas Vano


"Iya aku tahu, tanggal berapa sekarang?" tanya Shesa sekali lagi.


"Tanggal 12 Desember, hari ini aku ada rapat yang sangat penting sekali, ya udah aku harus cepat sampai di kantor, aku pergi dulu ya sayang...muachh" seru Vano sembari berlalu begitu saja. Dan itu membuat Shesa menghela nafasnya dalam-dalam.


"Lihat deh sayang, papamu udah lupa hari pernikahan kami berdua" ucap Shesa sembari memeluk putranya dan berjalan menuju balkon, melihat kepergian Vano dari luar kamar nya.


Shesa melihat Vano yang mulai masuk ke dalam mobilnya bersama Mario, namun sebelum ia masuk ke dalam mobil, rupanya Vano telah mengetahui keberadaan istrinya yang tampak memperhatikannya dari atas balkon kamar mereka, Vano tersenyum dan melambaikan tangannya kepada anak dan istrinya.


Shesa tersenyum dan membalas lambaian tangan suaminya, kemudian Vano mulai masuk ke dalam mobil dan segera mobil itu melaju meninggalkan halaman rumah.


Ada sedikit kekecewaan di wajah Shesa, ternyata sang suami tidak mengingat hari pernikahan mereka.


"Hmm...ya sudahlah mungkin dia sangat sibuk sehingga tidak sempat mengingat tanggal pernikahan kami" ucapnya lirih.


******


Di dalam mobil


"Hari ini aku mau kau mengantarkan sesuatu untuk istriku, malam ini aku akan memberikan surprise kepadanya, kita ke butik dulu, aku ingin membelikan istriku gaun yang indah" seru Vano sambil membayangkan kebersamaan nya nanti bersama sang istri.


"Baik tuan muda" balas Mario.


"Maafkan aku sayang, aku sengaja pura-pura tidak mengingat hari pernikahan kita, tapi yang sebenarnya aku sangat menantikan hari ini, aku berharap kamu mau menerimaku lagi" gumam Vano penuh harap.


Sementara di rumah, Shesa selalu memikirkan sikap suaminya, tentu saja ada rasa kecewa, malam ini ia telah mempersiapkan dirinya untuk kembali datang ke dalam pelukan sang suami, setelah beberapa bulan lamanya Shesa sudah membuat Vano merana setiap malam.


Bagaimana tidak, setiap malam Vano selalu menjaga buah hati mereka, meskipun ada bu Lasmi yang bisa membantu Vano, namun Vano tak ingin bermalas-malasan, bayi itu adalah buah cinta mereka berdua, Vano tak ingin melewatkan masa-masa perkembangan si kecil, ia tetap ikut ronda meskipun ia sendiri sibuk bekerja di kantor, bagaimanapun juga ia ingin membangun kedekatan nya dengan putra tercinta. Dan tentu saja ia juga tidak ingin membuat sang istri tertekan akibat perubahan suasana hati sesudah melahirkan baby mereka.


Tiba-tiba saja seorang pelayan mengantarkan sebuah kotak besar dari Mario kepada Shesa.


"Maaf nona, ini bingkisan yang di antarkan Mario dari tuan muda, saya di suruh memberikannya kepada Anda" seru pelayan. Shesa mengambil kotak hadiah tersebut.


"Terima kasih "


"Permisi"


"Apa ini" Shesa sangat penasaran dengan isi kotak besar itu.


Kemudian Shesa membuka kotak berwarna merah itu, alangkah terkejutnya saat ia mendapati sebuah gaun yang sangat indah dan terlihat sangat elegan, terbuat dari lace yang lembut, dan benang -benang dengan kualitas tinggi, menambah sentuhan seksi dengan kerah sabrina yang rendah, dan di taksir harganya berkisar ratusan juta rupiah.


"Gaun ini sangat elegan, bahannya juga langka, ini pasti sangat mahal" gumamnya sambil memegang gaun yang indah itu


Shesa begitu bahagia mendapatkan gaun mewah putih itu, kemudian tanpa sengaja ia melihat secarik kertas yang bertuliskan


"Malam ini, aku ingin melihatmu memakai gaun ini, aku akan mengajakmu makan malam, Nata akan mengantarkanmu ke sebuah tempat, aku menunggumu"


Shesa tersenyum bahagia, dan hatinya mulai berbunga-bunga, ternyata sang suami masih mengingat hari pernikahan mereka, Shesa memeluk erat gaun berwarna putih itu, ia akan memakainya untuk suaminya, malam ini Shesa akan menunjukkan pesonanya, dia akan membuat suaminya jatuh cinta lagi.


******


Dan Malam pun tiba, Shesa sudah memulai dengan ritual mandi dan memberikan wewangian pada tubuh indahnya, ia juga meminum ramuan yang nenek buatkan untuknya, yang dulu pernah sempat Vano meminumnya, namun kini ia sendiri yang akan meminumnya.


"Minumlah ramuan ini, ramuan ini warisan dari leluhur, yang membuat suami akan selalu betah bersamamu, dan akan membuat suami merasakan sensasi yang lebih dari biasanya, ramuan ini akan membuat suamimu tidak akan pernah menjauh darimu"


Shesa tersenyum saat ingat nenek berkata seperti itu saat ia pertama kali menjadi seorang istri.


Setelah beberapa saat, akhirnya Shesa mulai memasang gaun itu pada tubuhnya, gaun yang menjuntai indah dengan aksen bunga-bunga kecil, malam ini dia akan menuruti semua permintaan sang suami, setelah gaun itu terpasang indah pada tubuh seksinya, ia mulai berdiri di depan cermin.



Ia melihat dirinya yang terlihat berbeda saat itu, bagaimanapun juga gaun itu pasti akan membuat Vano mabuk kepayang hingga lupa ingatan, dengan sentuhan make up natural namun terkesan fresh pada wajah Shesa yang terbilang muda, membuat penampilan Shesa malam ini benar-benar bak seorang bidadari


Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, sementara baby Ray bersama bu Lasmi, Vano sudah memerintahkan kepada bu Lasmi, bahwa malam ini ia akan pergi bersama istrinya.


Sebelum pergi, Shesa mencium putra semata wayangnya, tampak baby Ray sangat senang dan tersenyum melihat mamanya yang begitu cantik malam ini, dengan ocehan-ocehannya yang menggemaskan, seolah -olah baby Ray ikut bahagia jika mamanya pergi bersama sang papa.


"Sayang...mama pergi dulu ya, cuma sebentar kok, Ray baik-baik saja ya di rumah, ada bu Lasmi yang akan menemani Ray" ucap Shesa kepada putra semata wayangnya itu.


Kemudian Shesa memberikannya baby Ray kepada bu Lasmi.


"Saya tinggal dulu ya bu, tolong jagain Ray, saya cuma sebentar kok, nanti juga pulang" ucap Shesa sembari mengusap rambut putranya.


"Tenang aja non, tuan muda Ray akan baik -baik saja, lagipula stok susu tuan muda Ray masih sangat banyak, non Shesa tidak usah khawatir, non pergi saja, tuan muda Vano pasti sudah menunggu" seru bu Lasmi. Dan Shesa pun tersenyum.


Akhirnya Shesa bisa meninggalkan putranya dengan perasaan lega, ia juga tidak khawatir baby Ray akan kehausan, karena ASI yang sangat melimpah, membuat Shesa bisa memompa ASI nya dan ia simpan dalam kulkas khusus penyimpanan ASI, sehingga jika sewaktu-waktu ia pergi, Shesa tidak khawatir baby Ray akan kehausan.



Kemudian Shesa mulai beranjak keluar, ia melihat suasana rumah juga sepi, Hendrawan dan Leona sedang keluar bersama nenek.


"Kemana mereka semua, tiba-tiba sepi gini" gumamnya


Kemudian Shesa bertanya kepada pelayan ke mana mama dan papa mertuanya pergi, pelayan menjawab bahwa Hendra dan Leona ada keperluan sebentar bersama nenek. Dan Shesa pun mengerti.


Dan akhirnya Shesa melangkahkan kakinya menuju mobil yang sudah disedikan untuknya. Terlihat Nata sudah menunggu kedatangan Shesa.


Nata melihat Shesa benar-benar anggun sekali malam ini.


"Wooo..Non Shesa benar-benar cantik sekali, Nata yakin deh tuan muda pasti klepek-klepek melihat penampilan Anda non" seru Nata yang membuat Shesa tersipu malu.


"Bisa aja kamu" jawabnya malu.


Dan setelah beberapa menit, mobil itu tiba di sebuah tempat yang sangat indah, Vano sengaja menyewa sebuah tempat untuk dia dan istrinya makan malam romantis. dengan desain indoor yang mewah, memberi kesan yang sangat romantis, lampu yang sengaja di buat sedikit temaram, membuat suasana semakin hangat.


Tampak Vano sudah berdiri menunggu kedatangan sang istri, perasaannya sudah tak sabar lagi menantikan bidadari hatinya datang ke dalam pelukannya.


Pintu mobil terbuka, dan kaki indah nan mulus itu mulai turun dengan heels 10 cm yang mewah.



"Deg...deg...deg..."


"Dia sudah datang" seru Vano dengan senyum yang merona.


BERSAMBUNG


❤❤❤❤❤❤


...Tahan nafas dulu ya...😊...


...SABAR YA🤭...