Pernikahan Rahasia Anak SMA

Pernikahan Rahasia Anak SMA
akting


Di ruang tamu sudah ada Monic dan Elly yang menunggu kedatangan Shesa cukup lama.


"Shesa lama banget sih" ucap Elly sembari melihat jam tangannya.


"ya dimaklumi aja El, mungkin pak Vanonya minta di Nina Boboin dulu" jawab Monic.


"iya betul juga" seru Elly, keduanya saling tersenyum.


tak berselang lama, Shesa turun dari kamarnya.


"eh itu Shesa!" seru Elly.


"hai Monic, Elly...maaf ya udah nungguin lama" ucapnya sembari memeluk keduanya.


"iya nggak papa, santai saja, kita mah ngerti kok" seru Monic sembari melirik Elly, dan Elly pun mengangguk.


"eh...Mario mana, kok belum kelihatan ?" tanya Shesa yang belum melihat kedatangan Mario.


"nggak tahu" balas Monic sembari mengangkat bahunya.


tiba-tiba terdengar motor bebek khas milik Mario berada diluar, Mario turun dari motornya dan langsung menemui mereka bertiga.


"itu kayaknya Mario" seru Shesa.


Mario sudah sampai di depan pintu, Shesa menyambutnya.


"Mario, kenapa kamu bisa terlambat?" tanya Shesa pelan.


"maaf non, tadi saya bingung mau pakai baju apa, soalnya ada ayang Monic, jadi Mario harus terlihat tampan hari ini" seru Mario percaya diri


"astaga, terserah kamu deh, ayo masuk" seru Shesa.


Monic melihat Mario datang bersama Shesa, Monic melihat penampilan Mario waktu itu, dengan celana jeans dan kemeja polos, sempat membuat Monic terpesona dengan penampilan Mario yang terkesan sangat dewasa itu.


"nih cowok, kelihatan dewasa banget, aku suka gayanya, cool banget" gumam Monic


Mario menatap wajah Monic yang sangat ia sukai, sosok tomboi yang melekat pada diri Monic, tak lantas membuat Mario menjauhinya, justru ia semakin penasaran dengan kepribadian Monic, yang menurutnya berbeda dari kebanyakan gadis-gadis SMA.


penampilan Monic yang unik membuat Mario semakin suka dengan gayanya, Monic selalu memakai kalung choker kemanapun di pergi, rambutnya yang selalu ia ikat keatas adalah ciri khasnya, terlihat Monic jarang membuka ikatan rambutnya, meskipun sebenarnya Monic panjang dan hitam, dengan celana jeans dan kaos yang dilipat tangannya, sangat menunjukkan bahwa Monic adalah gadis yang tomboi.


"sial... kenapa Monic beda banget hari ini!" gumam Mario saat ia melihat Monic sedang menunggu kedatangannya.


"eh guys, kita ke taman aja yuk, disana suasananya lebih nyaman" ajak Shesa kepada teman-temannya.


akhirnya mereka belajar kelompok di taman sebelah rumah, taman itu cukup luas, dengan keindahan bunga warna warni yang menghiasinya.


"wow... tempat ini indah banget" seru Monic sembari menyentuh salah satu bunga yang ada disana.


tiba-tiba Mario menghampiri Monic.


"kamu suka bunga itu!" seru Mario sembari tersenyum, dan tentu saja itu membuat Monic terkejut.


"em...Mario" ucap Monic malu


perlahan Mario memetik salah satu bunga Kamboja yang baru saja Monic pegang, kemudian Mario memberikan bunga itu untuk Monic.


"bunga ini sangat cantik, secantik gadis yang ada dihadapanku ini" ucap Mario sembari menatap dalam-dalam wajah Monic yang selalu membayanginya.


"untuk apa kau petik bunga itu" ucap Monic


kemudian Mario menyelipkan sekuntum bunga itu pada telinga Monic.


"apa yang kau lakukan" seru Monic terkejut saat Mario mendekatkan dirinya dan menyelipkan bunga itu pada telinganya.


"ya Tuhan, perasaan apa ini, kenapa aku deg-degan saat dia mendekatiku" gumam Monic sembari menatap wajah Mario.


"gadis ini benar-benar membuatku terpedaya, aku telah jatuh cinta padanya, astaga perasaan ini benar-benar membuatku gila" gumam Mario.


"kau terlihat cantik, bahkan lebih cantik dari bunga ini" rayu Mario pada gadis tomboi itu.


Monic tersenyum malu, baru kali ini hatinya terbuka untuk cowok, Mario telah berhasil mendobrak benteng pertahanan hati Monic.


"ehem...." suara Shesa mencairkan suasana.


Mario dan Monic saling melepaskan pandangannya, keduanya tampak malu-malu.


"cie...cie ...yang lagi jatuh cinta" sindir Shesa pada keduanya.


"apasih Shesa...godain aja" seru Monic malu-malu meong.


"pacarannya nanti aja, kita kerjakan dulu tugas kelompoknya" seru Shesa.


"kok pacaran sih, siapa juga yang pacaran sama dia!" ucap Monic


"kita pacaran yuk Monic, aku pasti sangat senang sekali" sahut Mario tiba-tiba.


"diih... pacaran sama kamu, no..no..." ucap Monic sembari berlalu meninggalkan Mario.


Mario menyunggingkan senyumnya, dia sangat tertantang untuk menaklukkan hati Monic.


"tunggu saja, sebentar lagi aku pasti bisa membawamu ke pelaminan bersamaku" gumam Mario optimis.


********


di kamar, Vano telah menyelesaikan ritual mandinya, ia melihat kearah jendela, dilihatnya sang istri bersama teman-temannya sedang sibuk dengan tugas kelompok mereka di taman, Vano tersenyum melihat kekompakan Shesa dan teman-temannya, Vano memberikan kebebasan untuk sang istri bersama teman-temannya, meskipun status Shesa yang kini telah menjadi istrinya, tak lantas mengekang Shesa selama itu demi pendidikan dan cita-cita Shesa.


kemudian ia berjalan menuju ruang kerjanya, Vano mulai membuka laptopnya dan mulai memeriksa data tentang perusahaan mertuanya, Dewa.


matanya menatap serius, sejenak ia tersenyum, ternyata Excel telah membuktikan janjinya, perusahaan Dewa berangsur membaik, data-data yang sempat hilang kembali lagi seperti semula, Excel telah berhasil mengembalikan citra perusahaan Dewa menjadi lebih baik lagi.


"rupanya kau serius ingin berubah Excel" gumam Vano.


*******


Di taman


"ok...guys... naskahnya udah jadi, terus siapa nih yang meranin tokoh-tokohnya" seru Shesa.


mereka membuat drama tentang tema percintaan, dimana seorang pria sedang mencurahkan isi hatinya kepada wanita idamannya, namu sayangnya hubungan mereka tidak direstui oleh kedua orang tuanya.


Shesa mempunyai rencana untuk lebih mendekatkan Mario dan Monic, dengan membuat naskah drama tentang percintaan.


"gini aja deh, gimana kalau Monic jadi si wanita idaman itu, terus si Mario jadi cowoknya...keren nih kayaknya, bener nggak El?" seru Shesa setali tiga uang dengan Elly, Shesa sengaja menjadikan mereka sepasang kekasih dalam sebuah drama, berharap kedepannya mereka berdua menjadi sepasang kekasih sungguhan.


"loh...kok aku sih, nggak nggak" ucap Monic menolak.


"ini cocok banget loh perannya sama kamu Mon, nih tokoh ceweknya tuh cuek, jutek, dan tomboi kayak kamu, pas kan!" seru Shesa meyakinkan.


"he em... benar kata Shesa, pasti dapat banget chemistry nya, kita pasti dapat nilai bagus nih, kalau akting kalian bisa memukau Bu Dewi" sambung Elly mendukung Shesa.


"wah... seru seru...aku mau, pasti menyenangkan bisa berakting bersama Monic" ucap Mario senang.


"eh..awas yah kalau kamu berani macam-macam, aku pites ginjalmu" ucap Monic kepada Mario, dan itu membuat Mario semakin ingin menggoda Monic.


"galak amat jadi cewek" ucap Mario.


" bomat ...bodo amat" jawab Monic dengan juteknya.


Shesa dan Elly saling tersenyum melihat tingkah keduanya.


"kalau gitu, ayo kita mulai aktingnya, aku dan Elly sebagai peran pendukung kalian" seru Shesa kepada keduanya.


Monic bersiap-siap untuk melakukan adegan bersama Mario, begitupun Mario juga sangat senang akan beradegan romantis bersama Monic.


"aduh...sumpah deg-degan banget, mamaaa...tolong" gumam Monic gugup


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥