
Tiba-tiba saja terdengar ketukan pintu dari luar, Excel keluar dan melihat siapa yang datang.
"Ceklek"
"Romi...hei kenapa elu suka sekali nggak kabarin abang kalau mau kesini!" seru Excel sembari merangkul adiknya.
"Gue nggak mau ngerepotin abang, gue bisa pulang sendiri, mana kak Vera dan Frisca?" tanya Romi sembari meletakkan tasnya diatas sofa.
"Istri gue lagi mabok, dan Frisca sedang berada di rumah papa Dewa" ucap Excel santai dan itu membuat Romi terkejut dan menghampiri kakaknya dengan kesal.
"Maksud lu apa bang? elu udah cekokin kak Vera dengan minuman haram itu? keterlaluan lu" ucap Romi kesal.
"Bu...bukan begitu...haduuuhh" jawab Excel
Tiba-tiba saja Vera datang dan menghampiri adik kakak yang terlihat heboh itu.
"Eh...Romi, kapan kamu pulang, kok nggak kabarin kita dulu sih" ucap Vera sambil memeluk adik iparnya.
Romi sangat terkejut melihat keadaan Vera, Vera tampak baik-baik saja, tapi kenapa Excel bilang padanya kalau Vera sedang mabuk.
"Kak Vera baik-baik saja kan?" tanya Romi sembari melihat keadaan Vera.
"I...iya kakak baik-baik saja, emangnya kenapa?" tanya Vera penasaran.
"Tadi kata bang Excel, kak Vera lagi mabok" jawab Romi lugu. Vera tertawa dan itu membuat Romi semakin tidak mengerti.
"Kok malah ketawa?" ucap Romi sambil garuk-garuk tengkuknya. Excel mendekati adiknya yang kelihatan kebingungan itu.
"Kakakmu akan memiliki baby lagi, dia sedang mengandung anak kedua kami" ucapan Excel membuat Romi bahagia plus bercampur malu, hampir saja ia memukul abangnya sendiri.
"Waahhh...selamat ya, gue pikir bang Excel udah cekokin kak Vera itu...." kata Romi tersenyum malu.
"Emang gue sejahat itu, eh gimana kuliah elu, dan bagaimana keadaan bisnis kita disana? Mami baik-baik saja kan?" Romi di brondong pertanyaan oleh abangnya.
"Satu-satu dong kalau tanya" ucap Romi sambil duduk di kursi.
"Iya...sorry" jawab Excel.
"Kuliah masih lancar, dan Mami juga sehat, Mami minta maaf jika tidak bisa menghadiri acara pernikahanmu, Mami sangat sibuk mengurusi bisnis kita disana, cuma Mami menitipkan ini untuk kak Vera" seru Romi sembari memberikan sebuah kotak kecil yang ia berikan kepada Vera.
Vera menerima kotak hadiah yang diberikan ibu mertua nya. Ia sangat bahagia menerima hadiah itu.
"Apa ini Rom?" tanya Vera penasaran.
"Kak Vera buka aja" jawab Romi
Dan akhirnya Vera membuka kotak hadiah dari mertua nya, sebuah kalung emas dengan liontin permata berwarna putih, tampak begitu cantik dan sangat elegan.
"Ini cantik sekali, benar kan sayang" ucapnya senang sembari berkaca-kaca. Excel ikut bahagia, kemudian ia memakaikan kalung itu di leher istrinya.
"Kamu terlihat cantik" seru Excel sembari tersenyum.
"Mami sangat baik sekali, aku sangat berterimakasih sekali kepada beliau" ucap Vera senang
Romi ikut senang melihat kebahagiaan mereka berdua, terlintas di benaknya jika saja dirinya juga menikah nanti dengan Laura, Romi terlihat senyum-senyum sendiri, sehingga membuat Excel dan Vera saling menatap dan tanda tanya besar.
"Romi kenapa tuh? masih baik kan tuh anak?" seru Excel sembari mengerutkan keningnya. Vera hanya menggelengkan kepalanya. Kemudian Excel menepuk bahu Romi dan membuat Romi sangat terkejut.
"Woi...ngapain elu senyum-senyum sendiri, masih waras kan lu?" tanya Excel sembari duduk disebelah adiknya.
"Lah terus ngapain lu senyum-senyum sendiri?" tanya Excel penasaran.
Romi menghela nafasnya, ia harus memberitahukan keinginannya kepada kakaknya untuk menikahi Laura secepatnya.
"Ada yang ingin aku omongin bang" ungkap Romi memberanikan diri.
"Apa? katakanlah?" tanya Excel
"Gue...sudah melamar Laura, dan dia mau menjadi istri gue, gue mau abang mau nemenin gue di acara nikahan kami nanti, abang bisa kan?" seru Romi dengan serius.
"Elu serius, itu anak orang loh, elu bakal tanggung jawab untuk selamanya, emang lu siap, apa Mami sudah tahu?" tanya Excel
"Ya serius lah bang, untuk apa gue jauh-jauh kemari kalau tidak untuk datang memenuhi janji gue pada Laura, gue berjanji untuk menikahinya setelah dia lulus sekolah, dan gue akan membawanya ke Jerman, Mami pasti senang, Mami sudah merestui hubungan kami" ungkap Romi. Excel bahagia dan dia menepuk pundak adiknya.
"Elu nggak usah khawatir, gue akan membantu elu mempersiapkan semuanya untuk pernikahan kalian nanti, benar kan sayang, kak Vera juga akan ikut membantumu, selamat ya adikku, akhirnya kamu bisa mendapatkan jodoh yang terbaik untukmu" ucap Excel sembari merangkul adiknya penuh kebahagiaan
"Thanks bang" balas Romi.
*******
Keesokan harinya Excel datang ke kantor Vano untuk membicarakan tentang bisnis mereka, tampak Excel mulai masuk ke ruangan Vano.
"Hai brother, bagaimana kabarmu?" ucap Excel sembari menghampiri Vano yang tampak suntuk.
"Hm...ya beginilah, aku lagi bingung saja" ucap Vano sedikit lemas.
"Tumben nih pak Direktur lagi pusing, ada apa? belum dapat ciuman ya?" sindir Excel sehingga membuat Vano salah tingkah.
"Tau ajah si Excel" gumam Vano sembari mencoba menunjukkan kalau dirinya baik-baik saja.
"Bukan itu, aku lagi pusing mau beri kado apa untuk istriku, besok kita Anniversary, lagi bingung aja mau kasih apa" ungkap Vano sambil memijit pelipisnya.
"Ooohh kirain apa, nih aku punya kenalan klien, dia pemasok batu permata yang sangat langka, aku dengar dia lagi menjual sebuah cincin berlian 24 karat, kalau nggak salah harganya sekitar setengah M lah, cincinnya bagus sekali, nih kalau kamu mau lihat" ujar Excel sembari memperlihatkan foto cincin itu dari ponselnya.
Vano tampak serius melihat -lihat dan menscrool foto-foto itu dari ponsel Excel, dan tiba-tiba saja Vano membulatkan matanya saat ia melihat foto baju yang biasa di buat Shesa bertarung dengannya, baju dengan tekstur lembut dan mengkilap dan menunjukkan lekuk tubuh dengan sempurna.
Tampak Excel melihat Vano yang serius melihat sebuah foto.
"Kamu lihat apa? tegang gitu? cincinnya jelek ya?" tanya Excel penasaran.
"Ini pasti bagus, kelihatan cantik dan mempesona " jawab Vano yang masih terus membayangkan baju itu di kenakan kembali oleh istrinya.
"Ya baguslah, itu harganya mahal, pasti terlihat sangat mempesona" imbuh Excel seolah ia masih merasa Vano memperhatikan foto cincin yang ia tunjukkan.
"Pasti sangat seksi" ucapan Vano tiba-tiba membuat Excel terkejut, kemudian ia mengambil kembali ponselnya dari tangan Vano. Sungguh ia sangat terkejut ternyata Vano melihat baju tempur suami istri yang tersimpan di galeri ponselnya.
"Kirain lihat cincin, ternyata kamu suka juga ya lihat baju tipis ini" ledek Excel sembari terkekeh. Vano pun ikut terkekeh.
"Rencananya aku mau beliin Vera baju ini, eh nggak jadi lah, aku di sapih sama dia, istriku suka eneg jika mencium bau badanku, aku jadi batal beliin ini, percuma bakal di anggurin" seru Excel lemas.
"Yah...sama-sama di anggurin kita, kirain aku saja, si Excel juga, senasib " gumam Vano sembari tertawa kecil.
BERSAMBUNG
🌷🌷🌷🌷🌷🌷