
hari ini Shesa akan mengunjungi orang tuanya, karena sekolah sedang libur seusai kejuaraan kemarin, ia sudah meminta izin kepada Vano untuk pergi ke rumah orang tuanya, selain mengunjungi orang tuanya Shesa juga mencari tahu informasi lebih dalam lagi tentang ibu mertuanya dari Dewa.
Hari ini Shesa pergi bersama sopirnya, Nata.
Mario meminta izin libur sehari kepada Vano, mengingat hari ini sekolah sedang libur, ia memanfaatkan waktunya untuk pergi bersama Monic.
Vano memberikan kepercayaan kepada Nata, bahwa ia akan mengantarkan Shesa dengan selamat.
"antarkan istriku ke rumah orang tuanya, awasi terus kemana dia pergi, hari ini Mario sedang libur, aku mempercayakan sementara tugas Mario kepadamu"
"baik tuan muda"
Nata mengingat perintah Vano kepadanya.
"silahkan nona" seru Nata sembari membukakan pintu mobil untuk Shesa.
"terimakasih Nata" ucap Shesa tersenyum.
kemudian Nata melajukan mobilnya melesat di jalan raya, selama perjalanan Shesa ngobrol-ngobrol bersama sopirnya.
"oh iya Nata, kalau boleh tahu kamu tinggal dimana?" tanya Shesa kepada sopir cewek yang masih seumuran Vano.
"saya tinggal sedikit jauh dari kota nona, saya tinggal di desa, disini saya merantau dan nyewa kos, untung aja pak Vano memberi saya pekerjaan ini, jadi sebulan sekali saya pulang" jawab Nata tersenyum tipis.
"di desa? wahhh...pasti menyenangkan tinggal disana, jauh nggak dari sini?" tanya Shesa
"ya nggak juga sih non, butuh waktu 2 jam untuk sampai disana, cuma kendalanya jalannya berkelok, jadi agak lama untuk sampai di desa saya " jawab Nata.
"nggak terlalu jauh ya, desa apa namanya?" tanya Shesa.
"Desa Sumber Waras, desa kecil di sekitar lereng gunung Arjuna" jawab Nata menjelaskan.
"Desa Sumber Waras? lereng gunung Arjuna? bukankah itu lokasi mama Leona kecelakaan" gumam Shesa yang tidak percaya, Nata berasal dari desa itu.
Shesa membaca informasi dari internet, bahwa lokasi kecelakaan Leona Perkasa ada di Desa Sumber Waras sekitar lereng gunung Arjuna.
"Nata, boleh nggak aku main kerumahmu? aku penasaran aja gimana suasana sejuk di rumah kamu" ucap Shesa sembari berencana untuk mencari informasi tentang kecelakaan yang membuat Leona Perkasa hilang sampai sekarang.
"tapi nona, apa tuan muda mengizinkan jika nona berkunjung ke desa saya" seru Nata khawatir.
"oh...soal itu, kamu nggak perlu khawatir" jawab Shesa
"tapi saya malu non, rumah saya sangat sederhana, jauh dari kata mewah, tidak seperti rumah tuan muda yang sangat besar dan mewah" seru Nata.
"kamu ngomong apa sih, mewah, sederhana bagiku sama aja" seru Shesa tersenyum.
******
setelah beberapa menit Shesa sudah sampai dirumah orang tuanya.
"pa...lihat itu Shesa" seru Anggi yang mengetahui kedatangan Shesa, Dewa melihat sang putri berjalan menghampiri mereka.
"pa...ma" seru Shesa sembari mencium tangan Anggi dan Shesa
"Shesa, apa kabar kamu nak, gimana dengan kandunganmu? kok kamu sendirian aja" seru Anggi sembari memeluk Shesa.
"baik ma, kandungan ku baik-baik saja, ia semakin sehat, iya... suamiku ada meeting penting, dia kirim salam untuk papa dan mama, ini untuk papa dan mama" jawab Shesa sembari memberikan bingkisan dari Vano untuk Anggi dan Dewa.
"ya ampun sayang, kenapa suamimu repot-repot memberikan ini untuk mama dan papa, kamu sehat dan bahagia saja, papa dan mama sudah senang sekali" seru Dewa sembari menerima bingkisan dari Vano.
"suamiku sengaja membelikan ini untuk kalian, ini tidaklah seberapa dengan doa dan restu mama dan papa untuk kami berdua" seru Shesa
"suamimu benar-benar sangat menyayangimu nak" ucap Dewa terharu.
"ah papa, udah dong ...ayo dibuka hadiahnya" seru Shesa kepada keduanya.
Dewa membuka kotak berwarna hitam itu, ia benar-benar terharu sang menantu membelikannya jam tangan mewah merk Rolex yang harganya berkisar ratusan juta rupiah.
"ya ampun Shesa, papa sangat berterimakasih sekali kepada suamimu, bilang padanya papa sangat suka dengan jam ini, ini pasti harganya sangat mahal" seru Dewa terharu.
"dipakai dong pa" seru Shesa
"tuh keren kan" sahut Shesa sembari memeluk Dewa.
"sekarang mama, dibuka dong ma" seru Shesa pada Anggi yang masih terdiam memandangi bingkisan dari Vano.
"loh kok cuma dilihatin doang, dibuka dong ma" seru Shesa.
"mama takut ini pasti isinya sangat mahal" ucap Anggi ketika melihat isi bingkisan milik Dewa yang harganya sangat fantastis.
"aduh mama, suamiku udah capek -capek beliin mama, tapi mama tidak mau menerima, pasti dia sedih banget" seru Shesa.
"baiklah, mama akan buka" ucap Anggi terpaksa menuruti permintaan putrinya.
Anggi benar-benar sangat terkejut saat ia membuka kotak yang berisi kalung emas berliontin permata, yang harganya tak kalah fantastis dengan jam tangan yang diberikan Vano untuk Dewa.
"Shesa, suamimu nggak salah memberikan ini untuk mama?" seru Anggi yang sangat terharu mendapat hadiah mahal dari sang menantu.
"ya nggaklah ma, suamiku sangat berterimakasih kepada kalian, karena mama dan papa sudah memberikan putri papa yang bawel ini untuk mendampinginya, Shesa sangat beruntung mempunyai suami seperti dia, dia adalah malaikat untuk Shesa" ucap Shesa terharu dengan kebaikan Vano kepada kedua orangtuanya.
Hingga akhirnya mereka bercengkrama dan saling melepas rindu.
"oh iya pa...sebenarnya Shesa ingin bertanya sesuatu sama papa?" seru Shesa
"katakan, apa yang ingin kau tanyakan?" jawab Dewa.
"emm...Shesa ingin tahu tentang ibu mertua Shesa, Leona Perkasa...pasti papa sangat mengenal beliau" seru Shesa memandang serius wajah sang ayah yang terkejut saat Shesa menanyakan tentang Leona Perkasa.
"iya...papa mengenalnya dengan baik, dia istri Hendrawan..." jawab Dewa.
"kenapa tiba-tiba kau menanyakan tentang Leona?" sahut Dewa.
"emm...aku cuma pingin tahu ajah, sosok Leona Perkasa itu seperti apa?" ucap Shesa
"dia wanita yang baik, dia gadis yatim piatu, Hendrawan sangat mencintainya, ia rela menentang keluarganya demi menikahi Leona, hingga akhirnya Leona berhasil merebut hati nenek Vano, nyonya Triana" ucap Dewa mengingat kejadian 26 tahun silam.
"Leona gadis yang cerdas dan pemberani, Leona berhasil menyelamatkan nenek Vano dari sebuah kecelakaan yang hampir saja merenggut nyawa nenek Vano, maka dari itu nenek Vano sangat berterimakasih kepada Leona, Leona rela mengorbankan dirinya untuk menolong seseorang yang belum ia temui sebelumnya" Shesa mendengarkan penjelasan Dewa dengan seksama
"hingga suatu hari Nenek Vano mengetahui bahwa gadis yang selama ini ia tolak berhubungan dengan Hendrawan, tak lain adalah gadis yang telah menolongnya dari kecelakaan itu, iya...gadis itu adalah Leona, ibu mertuamu" jelas Dewa.
"maka dari itulah, nenek Vano menyetujui pernikahan Hendrawan dan Leona, hingga akhirnya Vano lahir ke dunia, mereka berdua sangat bahagia dengan kehadiran bayi laki-laki yang tampan, dia adalah suamimu, Vano" seru Hendra tersenyum.
"namun kebahagiaan mereka hanya sementara, diusia Vano yang menginjak 10 tahun, Leona mengalami kecelakaan tunggal di sekitar lereng gunung Arjuna" ucap Dewa mengingat kembali kejadian yang membuat keluarga Hendrawan Perkasa sangat terpukul.
"sampai sekarang papa masih ganjal dengan penyebab kematian Leona" ucap Dewa.
"maksud papa?" seru Shesa penasaran
"papa rasa kecelakaan itu direncanakan" ucap Dewa yang membuat Shesa sangat terkejut.
"direncanakan!" gumam Shesa tidak percaya.
BERSAMBUNG
🌷🌷🌷🌷🌷
ayo ayo dukung terus, biar otor makin fresh menyediakan cerita seru untuk kalian..😊
💖💖💖