
Hari ini adalah hari terindah untuk Monic dan Mario, Vano dan Shesa menghadiri acara pernikahan dua orang yang berjasa dalam perjalanan cinta mereka berdua.
Tampak Vano menggandeng mesra istrinya, mereka berdua masuk ke ruang akad nikah dimana Mario dan Monic akan melaksanakan ijab kabul, Shesa meminta izin kepada suaminya untuk menemui sahabat nya yang sedang bersiap-siap di ruang make up. Sementara Vano tengah berbincang dengan ayah Monic.
"Suatu kehormatan Bapak Vano bisa hadir dalam acara pernikahan putri kami, terima kasih banyak pak Vano, saya sangat bahagia sekali" ucap Ayah Monic, Pak Sastro.
"Bapak jangan bicara seperti itu, Monic sangat berjasa dalam perjalanan cinta kami, putri bapak selalu menemani istri saya dalam susah dan senang, saya sangat beruntung istri saya mempunyai sahabat sejati seperti Monic, putri bapak" ungkap Vano tersenyum.
Pak Sastro tersenyum bahagia, Ia berharap Monic bahagia bersama Mario, laki-laki pilihan hati nya.
Sementara itu Shesa menghampiri sahabat nya yang tengah di makeup oleh seorang lelaki gemulai. Dan Monic melihat kehadiran sahabatnya itu.
"Hai Monic, akhirnya...kau lepas juga masa lajangmu, selamat ya sahabat baikku" ucap Shesa sembari memeluk sahabatnya itu.
"Makasih banyak Sha, tau nggak sih, sumpah aku deg-degan banget" seru Monic yang tanpa sengaja sang make up artis mendengarkan obrolan mereka berdua.
"Haduh haduh beb, ye ye cantik cantik, pantes saja gampang lakunya, ngiri tau iiiihhh...akikah udah dandan cuantik kek begindang, tapi nggak lekong -lekong juga ...iiihhh sebelll sebelll" ucap Miss Brody, pria gemulai yang tengah merias Monic.
Shesa dan Monic tertawa mendengar ucapan Miss Brody.
"Emang Miss Brody mau kawin?" celetuk Monic tiba-tiba.
"Yeeee....ya maulah, gini gini akikah itu setia, nggak bakalan akikah selengkong" jawab Miss Brody dengan gaya khas bibirnya yang sensual.
Monic dan Shesa semakin geli mendengar ucapan Miss Brody.
"Emang ada yang mau kawin sama Miss Brody?" tanya Monic
"Ada dong....tuh tiang listrik" ucapnya kocak, sehingga membuat keduanya tak bisa menahan tawa.
"Udah...udah...cukup, perutku sakit" pekik Shesa sembari memegang perutnya yang kaku karena ulah Miss Brody.
Miss Brody yang mengetahui bahwa Shesa adalah Nyonya Vano, Ia mencoba menggoda Shesa dengan tingkah lucunya.
"Hai bestie, Ye...istrinya pak Direktur ganteng itcu khan? huuu Pak Vano laki-laki terganteng sepanjang masa...hulala" ucapnya dengan gaya khasnya sebagai lelaki gemulai.
"Kok tahu? aku kan nggak cerita!" jawab Shesa
"Tahu dong, wajah Ye udah terpampang di mana-mana, akikah iri sama Ye...huuuhhh Ye udah ngerebut si ganteng dari dari jutaan wanita yang mengharapkan dese....huuuhhh tapi emang Ye cantik sich, pantesan si ganteng jatuh cinta sama Ye" ungkap Miss Brody sembari melentikkan jari jemarinya.
"Ya pastilah Pak Vano jatuh cinta sama Shesa, dia cantik wanita sempurna, lah situ wanita berterong" sahut Monic yang membuat Shesa tertawa sembari menggelngkan kepalanya.
Tentu saja itu membuat Miss Brody memanyunkan bibirnya yang sensual.
"Huuuuhhh...tahu ajah dese, kalau terong gue lemes" jawabnya sambil memberikan polesan terakhir pada wajah Monic. Shesa dan Monic tak henti-hentinya menahan tawa mereka.
"Ahaaa...udah cetar pengantin eikeh" seru Miss Brody sembari menyentuh dagu Monic.
Monic memakai riasan modern untuk hari pernikahan nya, Ia terlihat sangat cantik dengan gaun putih yang menjuntai, Monic terbilang gadis yang jarang berdandan, mengingat dirinya adalah gadis yang tomboi.
"Waahhh...kamu cantik banget Mon, aku yakin babang Mario pasti klepek-klepek melihat calon istrinya yang begitu cantik hari ini" puji Shesa pada sahabatnya itu.
"Shesa, kok aku makin deg-degan sih, apa memang seperti ini ya kalau hendak menikah, gerogi banget" seru Monic dengan tangannya yang terasa dingin.
Tiba-tiba Miss Brody menyahuti ucapan Monic.
"Biasa bestie, awalnya grogi, gugup...ntar lama-lama pasti terbiazah, huuu apalagi kalau Ye udah merasakan sambal terong, ulalah...pasti Ye nggak mau keluar kamar" ucapan Miss Brody membuat Monic berpikir.
Monic menatap Shesa seolah bertanya apa maksud Miss Brody dengan sambal terong, namun Shesa juga tidak mengerti maksud Miss Brody, ah benar-benar ba*ci aneh.
"Entar deh tunggu malam pertama, pasti ye akan mengetahuinya" ucap Miss Brody sembari merapikan alat -alat tempur nya untuk make overnya.
Shesa tertawa kecil saat Miss Brody mengucapkan hal itu kepada Monic, dan itu membuat Monic penasaran kenapa Shesa malah ketawa.
"Kamu kok malah ketawa sih Sha!" seru Monic
"Nggak - Nggak, sorry sorry...aku Nggak bermaksud gitu"
Tiba-tiba saja Miss Brody nyolot nimbrung bicara.
"Asal Ye tahu, dese udah pernah malam pertama, lah Ye...baru pertama" ucapnya tanpa dosa.
"Emang Miss Brody pernah ngalamin malam pertama?" celetuk Monic penasaran.
"Pernah dong!" jawabnya percaya diri.
Shesa dan Monic saling membelalakkan matanya.
"Per...pernah? wah Miss Brody hebat " seru Shesa yang tidak menyangka.
"Iya....tapi sama sapi...puas kalian....hhaaahhh au ah" ucapnya sembari membenarkan sumpalan yang ada di dadanya. sumpalan itu benar-benar membuat tubuh Miss Brody terlihat sangat berisi"
Tak berselang lama Mario datang beserta rombongan keluarga, kemudian Mario dan keluarganya masuk kedalam ruangan ijab kabul itu.
Mario mulai memasuki ruangan akad nikah tampak perasaannya mulai tak karuan, terlihat Vano menghampirinya dan melihat Mario dengan setelah jas pengantin warna hitam, yang membuat penampilan Mario terlihat gagah pada hari itu.
"Akhirnya, asistenku yang paling setia akan segera mengakhiri masa lajangnya, kamu terlihat gagah Mario" ucap Vano memuji sang asisten yang selalu menemaninya.
"Terimakasih tuan muda, saya sangat senang sekali tuan muda sudi meluangkan waktu untuk menghadiri pernikahan kami berdua" ucap Mario tersenyum.
"Tentu saja, karena kamu adalah salah satu orang yang menyemangatiku, orang yang pertama kali mengejekku saat aku cemburu, orang yang selalu mendekatkanku dengan istriku, kalian berdua benar-benar pasangan yang serasi" ucap Vano bangga.
Kemudian pak penghulu menanyakan keberadaan calon mempelai wanita, tak berselang lama, Monic masuk ke dalam ruang ijab kabul dan didampingi oleh Shesa.
Mario yang menyadari kehadiran calon istrinya, tampak tak berkedip sama sekali, sungguh wanitanya teramat cantik hari ini.
"Yas...salaaaaaaamm...aku sudah tak sabar lagi" ucap Mario lirih, tanpa sengaja Vano mendengar Mario berbicara.
"Heh....apanya yang nggak sabar? Ijab Kabulnya apa malam pertamanya? " tanya Vano yang sedikit ingin tahu. Tentu saja ucapan Vano membuat Mario sangat malu sekali.
"Ya dua-duanya lah tuan muda hehe" jawab Mario enteng.
Setelah itu Monic sudah duduk di samping Mario, sesekali Mario memandang wajah calon istrinya yang sudah sangat menggoda itu.
Setelah Mario mengucapkan ijab kabul, lantas Monic mencium tangan Mario, yang kini menjadi suaminya.
BERSAMBUNG
🌷🌷🌷🌷🌷🌷